
Dilain tempat
Terlihat seorang wanita yang duduk didepan kursi rias membuang nafasnya dengan kasar . perasaan lega mengisi seluruh ruang jantungnya setelah tampil di acara fashion show mufest. peluh nya yang bercucuran akhirnya tergantikan dengan kebahagiaan yang datang padanya .dia berhasil menampilkan karya terbaiknya diatas panggung besar itu . jutawan desainer terhebat dinegaranya dan dari berbagai negara memberikannya banyak pujian terhadap karya nya sendiri .sudah diberbagai acara produknya ditampilkan membuat dirinya mendapatkan penghargaan yang selalu membanggakan dan semakin mengharumkan nama usahanya .
" Waw ! good job Jenni tampilan yang sangat luar biasa . aku bangga padamu " satu kalimat pujian yang terlontar dari mulut sang asisten sekaligus sahabat nya
Dia tersenyum tipis , bukan tak bahagia mendengarnya hanya saja dia sedikit lelah .karena diajang kali ini tenaganya lebih terkuras . selama lebih kurang tiga jam dia tampil menjadi model membuat tubuhnya menegang dan kakinya lecet memerah akibat high heels yang dipakainya .
" Tak apa . aku mengerti pasti saat ini kamu lelah "
ujar Nea memandang wajah Jennifer .sangat jelas terlihat guratan lelah yang terpancar .dia pun tidak memaksakan untuk Jennifer melakukan sesuatu
" Terima kasih Nea kau bisa memahami diriku . jujur saja aku sangat gugup saat tampil dipanggung tadi . ini pertama kalinya aku menampilkan brand milikku sendiri " ujar Jennifer menatap dalam bola mata sahabatnya itu dengan tatapannya yang teduh.
" Nea aku berterima kasih banyak padamu terimakasih untuk semua suport mu selama ini hanya kau bisa membuatku sampai dititik ini berkat bantuan mu dan teman-teman yang lain Setara Fashion semakin banyak di terima oleh orang-orang , kau adalah orang terbaik yang pernah aku temui .thank you Nea " tutur Jennifer mengatakan isi hatinya
" Aku senang jika dilibatkan dalam kegiatan penting seperti ini .aku juga senang jika kau merepotkanku , bagiku semuanya tidak masalah karena berkat bantuan dari kau juga aku memiliki pekerjaan tetap . aku menyayangimu seperti saudaraku sendiri , Jenni ." Kata Nea dengan mata yang mulai berkaca-kaca .
" Tuh kan jadi mewek " lirih nya lagi sambil menampilkan sederet gigi putih nya kepada Jennifer
__ADS_1
" Aku beruntung punya sahabat seperti dirimu " imbuh Jennifer kembali memuji gadis cantik didepannya itu
" Ah ..kau memujiku terus nanti lama kelamaan nanti terbang juga diriku ini " katanya menangkup kedua pipinya agar tidak kelihatan memerah karena jennifer yang terus memujinya
" Kenyataannya memang begitu , mau bicara apa lagi "kata Jennifer sebelum beranjak dari duduknya karena ponselnya berdering .
setelah melihat nama yang tertera disana tiba-tiba dadanya terasa sesak .perasaan lega yang mengisi kembali dicampuri oleh rasa sesak hingga membuat ia mengambil nafas dalam waktu yang cepat .sedetik kemudian panggilan tersebut terhubung dengan ponselnya .
" Hallo "
" Nanti malam tunggu aku di balkon . ada sesuatu yang ingin ku bicarakan ! " kata seseorang terdengar pelan namun terkesan memerintah
tut tutt....
Panggilan singkat yang baru saja selesai itu berhasil membuat jantung Jennifer berpacu lebih cepat . tak biasanya dia seperti itu , pasti ada sesuatu hal yang sangat penting hingga pria yang berstatus sebagai suaminya itu menghubunginya .
" Siapa ?" Tanya Nea menaikkan sebelah alis mata nya kala melihat raut wajah Jennifer berubah setelah menerima panggilan itu .
" Shean "
__ADS_1
" Mau apa dia ? " Tanya Nea lagi
" ntah lah , aku diminta untuk menunggunya saja " jawab nya
" Aku rasa dia sudah sadar dari kerasukan jin nya itu Jenni , tapi -- aku merasa ada sesuatu yang tidak beres . perasaanku tiba-tiba tidak enak " Ujar Nea menatap mata Jennifer begitu serius
" Jangan berkata seperti itu , dia suamiku Nea " pungkas Jennifer
" Coba deh dipikir lagi Jenni , meski pria itu suamimu jarang banget loh dia menghubungimu hanya untuk menunggunya dirumah . nggak masuk akal , aku yakin pasti ada sesuatu " celoteh Nea , bahkan wanita itu lebih antusias memikirkan Shean dari pada Jennifer sendiri .
" Entah kenapa aku juga merasa seperti itu , apa ini saatnya Shean akan mengatakan cerai padaku ?" katanya menatap Nea nanar .jauh dilubuk hatinya yang paling dalam perpisahan itu lah yang selalu membuatnya was-was . berusaha melatih diri agar kuat saat kata-kata itu mendatanginya .
" Hei kau ini bicara apa ! jika pria itu berani menceraikan wanita sebaik dirimu maka aku yang akan maju untuk melawannya . kau punya diriku sebagai benteng mu jadi jangan takut untuk menghadapinya , aku akan bersamamu " menggenggam tangan Jennifer dengan erat . tangan itu terasa dingin seolah dia tahu bahwa Saat ini wanita cantik dihadapannya sedang memikirkan hal-hal yang ditakutinya .
"Sudah jangan sedih lagi setelah ini kita harus kedaerah X karena hari ini adalah pembukaan cabang baru kita " kata Nea
" Oh ya Nea kamu jangan lupa untuk membagi keuntungan usaha kita kepanti Asuhan " kata Jennifer
" Siap buk boss" Jennifer menyunggingkan senyumnya kala melihat Nea yang memberinya hormat seperti seperti seorang prajurit yang memberi salam kepada komandannya
__ADS_1