
" Siapa yang menyuruhmu untuk masuk keruanganku !" titah Shean setelah menjatuhkan bokongnya di sofa berbahan kulit dipojok ruangan .
Mendengar suara yang menggema begitu besar mengusik lamunan sosok pria muda yang berdiri di depan jendela balkon .dia membalikkan tubuhnya tersenyum sinis saat melihat pria yang tengah duduk menyeruput segelas kopi .Sama -sama tampan hanya saja Kelebihannya Shean sedikit lebih putih dari pada dirinya
" Tentu saja aku bebas bisa masuk tanpa perlu izin dari siapapun itu . termasuk itu , Kau ! " Tunjuknya dengan tatapan mata yang tajam .
" Cih , apa kau tak bisa membaca peraturan yang ada disini . Sopan sekali " gerutu Shean melihat kelakuan sepupunya itu dengan seenaknya .
" Aku tidak tau dimana letak peraturan itu kau pajang , kalau begitu mulai besok tuliskan jika tidak boleh sembarangan orang masuk kedalam ruangan ini didepan sana agar tidak ada lagi yang melanggar " kata Alex ikut menyeruput kopi pembagian nya
" Karna kau tidak membacanya " Ucap Shean dengan sebal .jika sudah berdekatan dengan sepupunya itu sudah dipastikan mereka akan beradu mulut , pasti ada saja yang akan menjadi sumber masalah nya walaupun itu hal kecil tapi untuk percekcokan itu sama sekali tak memasukkan kehati dan pikiran masing-masing .mereka menganggapnya dengan sebuah candaan .
" Kau selalu sibuk setiap aku datang kemari , Shean !" Ledek Alex menatap sepupunya mengalihkan perdebatan mereka dengan obrolan baru .
" Salah kau sendiri , Kau datang ketika aku sedang sibuk " jawab Shean dengan wajah datar
__ADS_1
" Sombong sekali dia , ya ..ya aku mengerti jika Shean Mecher adalah pria tersibuk disetiap harinya " Kata Alex tertawa geli saat menyadari ucapannya sendiri .
" Kau tidak becus bekerja Jack !"ujarnya kembali. mendengar namanya yang disebut Asisten Jack mendongakkan kepalanya . jemari tangannya yang tadi sibuk menekan tombol- tombol pada laptop seketika langsung terhenti . apalah namanya tersebut pada obrolan antara Tuan nya dengan Alex .
" Kenapa kau mengatakannya tidak becus ?" Tanya Shean menimpali
" Oh ayolah rupanya kalian tidak menyadarinya ck! ..Jack kau itu bukan hanya bekerja untuk bisnis saja tetapi juga kepribadian Tuan sombong mu ini . lihatlah dia ! untuk menyunggingkan senyum saja begitu sulit . hahaha.... dia sangat Kaku . lama kelamaan kau juga menyerupainya Jack , sama -sama terlihat garang " Ejek Alex menatap Shean yang melototi nya . begitupun Jack dia juga tidak terima dikatakan sama dengan Tuannya .jujur saja sebenarnya Jack juga merasakan hal itu pada dirinya tatkala sudah bertahun-tahun bersama Shean .
" Dia bekerja bukan untuk menjadi seorang psikiater " sahut Shean yang melihat bola mata Alex memperhatikannya dengan Jack yang juga duduk berdampingan berhadapan dengan Alex.
Sementara diluar sana Felicya samar-samar mendengar tawa seseorang didalam ruangan Ceo mereka. apakah itu Tuan Shean ? dia menerka dalam hati .jika benar suara tawa itu milik Tuan Shean berarti dia adalah orang yang paling beruntung diantara banyaknya karyawan yang bekerja disana yang bisa mendengar suara tawa ceo mereka .
" Ada apa Kau menyusulku kemari ? bukankah kau akan datang tiga hari lagi ?" Tanya Shean heran. Tiga hari yang lalu mereka memang sempat berkirim pesan dimedia sosial .dan Alex memberitahu jika ia akan datang ke Indonesia tiga hari lagi .
" Aku sudah memutuskan untuk pulang lebih awal. karena aku sudah muak dengan permintaan mama yang menyuruhku untuk cepat menikah " sungut Alex .
__ADS_1
Shean terkekeh mendengar penuturan sepupunya itu .Memang dibandingkan dirinya umur Alex lebih tua dari pada dirinya dua tahun .dan karena itu membuat orang tua Alex mendesaknya untuk segera menikah .
" Shean . Kapan kau akan mengenalkanku pada ipar ku " Tanya Alex , ya ! selama ini Alex tidak pernah tau jika Shean sudah menikah . dia baru mengetahuinya satu tahun yang lalu saat mamanya pulang keindonesia .Mendengar berita itu membuat Alex sempat marah pada Shean karena tidak memberitahunya sama sekali .
Shean tertegun saat Alex menanyakan istrinya .dia jadi teringat pada Jennifer dengan keputusannya yang sudah diambilnya .
" Lain kali saja dia juga sibuk saat ini " kata Shean
" Benar ya ? " Tanya Alex memastikan . dia tidak bisa membayangkan bagaimana bentuk istri sepupunya itu yang jelas kata mamanya dia sangat cantik dan juga sopan serta lebih mendominasi ciri-cirinya adalah mengenakan hijab .Alex jadi teringat pada wanita yang dia tabrak saat acara Fashion Show disebuah hotel tadi pagi sebelum dia berangkat menuju kantor Shean .
" Tidak ada salahnya kau mengikuti permintaan om dan tante , lagi pula kau sudah cukup tua untuk menikah " kelakar Shean
" Si41an " umpat Alex melayangkan bulatan tangannya kewajah Shean tetapi dengan sigap Shean menangkapnya sebelum buku -buku tangan Alex mencium pipinya .
" Aku jadi kepikiran hal apa yang membuatmu menikah diusia kepala tiga lebih pula !" Tanya Shean heran
__ADS_1
" Uhh mentang -mentang kau dijodohkan dengan wanita yang tepat . kau bisa meledekku " Menurut Alex mungkin istrinya wanita yang paling tepat menjadi istrinya namun yang terjadi adalah sebaliknya .