
Setelah selesai makan, aku bergegas mengajak Nisa untuk segera meninggalkan kantin
‘Nisa ayo cepetan, kan udah selesai makannya. Nanti keburu bel masuk kelas’ ajakku
‘Iya iya, sabar napa sih, ini minum dulu terus langsung kita pergi keliling’
Setelah Nisa menyelesaikan makannya, kami segera meninggalkan kantin. Setelah berpikir dan berdebat akhirnya kita memutuskan untuk mulai berkeliling dari kelas 8. Pertama kami melewati kelas 8A, lanjut kelas 8B dan seterusnya. Selama berkeliling, aku terus memperhatikan sekitar, berharap bertemu dia di dalam atau luar kelasnya. Namun setelah hampir melewati kelas terakhir 8-I aku belum juga menemukan dia. Saat akan mengajak Nisa untuk berkeliling melewati kelas 9 tiba-tiba bel masuk kelas berbunyi
Kriiing Kriiing
‘Mir ayo balik, bel masuk kelas udah bunyi lho. Nanti kita telat keburu gurunya masuk kelas’
‘Duh bentar lagi Nis, 5 lagi ya menit ya. Aku masih pengen keliling lewat kelas 9’ kataku memohon
‘Mir hari ini hari pertama kita belajar lho, masa udah bikin ulah dengan masuk kelas terlambat. Udah ayo Mir, nanti istirahat jam kedua aku temani lagi kalau mau keliling’
Dengan raut wajah kecewa akhirnya akupun mengiyakan ajakannya. Kami kembali ke kelas untuk ikut pelajaran selanjutnya. Di dalam kelaspun aku masih memikirkan dia. Entah kenapa, senyum manisnya selalu terngiang dikepalaku. Aku merasa dia cowok yang baik,manis dan romantis. Tapi entahlah, bisa saja ini hanya perasaanku saja. Tanpa kusadari, ternyata dari tadi Nisa memperhatikanku yang tidak fokus dengan penjelasan guru di depan kelas. Diam-diam dia memegang tanganku dan membisikan sesuatu padaku
‘Heh kamu kenapa sih ngelamun? Mikirin apa?’ bisiknya
Sontak bisikan Nisa membuyarkan lamunanku. Aku kaget dan langsung menoleh padanya. Sambil mencubit pipinya aku menjawab pertanyaannya dengan berbisik ditelinganya
‘Gak mikirin apa apa kok’ jawabku
__ADS_1
‘Halah gak mungkin, kamu jadi aneh sejak tadi saat kita pergi ke kenatin. Hmm biar aku tebak,kayaknya yang bikin kamu jadi aneh gini karna mas yang tadi kamu tabrak. Iya kan?'
Belum sempat aku menjawab pertanyaannya,dia langsung berkata
'Eh bentar bentar, jangan jangan kamu naksir dia ya?' ujarnya dengan senyuman usilnya
Aku yang kagetpun langsung saja mendekap mulutnya dengan tanganku dan berkata
‘Heh apa apasih Nisa, berisik tau. Gimana kalau ibu guru dengar? Nanti kita ditegur lho'’
‘Bener kan yang aku omongin?'
‘Gak ada apa apa Nisa, aku biasa aja kok. Kamu aja yang berlebihan’ jawabku dengan senyuman agar Nisa tidak curiga
Kriiing kriing
Saat menyadari bel istirahat kedua berbunyi, aku sontak berdiri dan langsung menarik tangan Nisa untuk melanjutkan misiku tadi. Keliling sekolah mencari dia
‘Nisa ayo ikut aku keliling lagi. Kamu tadi udah janji lho’ kataku seraya menarik tangannya
‘Aduh, iya iya Mira. Sebentar,ini aku masih nulis materi tadi. Keburubanget sih huh, ntar lagi selesai terus langsung kita pergi’
Setelah Nisa selesai mencatat materi pelajaran tadi, kami langsung bergegas melanjutkan kegiatan yang tadi sempat terhenti saat bel masuk kelas berbunyi. Kali ini kami langsung memulai dari kelas 9A. Dengan teliti aku
__ADS_1
memperhatikan setiap siswa yang ada di kelas ataupun di luar kelas. Akupun belum juga menemukannya.Aku sempat putus asa,karna tersisa 4 kelas lagi yang belum aku lewati. Aku khawatir tidak bisa menemukannya. Saat aku berjalan melewati kelas 9F aku langsung menghentikan langkahku. Akhirnya aku menemukannya (teriakku dalam hati). Aku melihatnya dari luar jendela, dia sedang duduk dan bercanda dengan teman temannya di dalam kelas. Namun tiba-tiba Nisa menabrakku dari belakang dan berteriak 'aduh'. Tapi aku tetap tidak bergeming, masih fokus melihat dia. Nisa yang menyadari ke mana arah mataku langsung merangkul bahuku dan berkata
'Oh jadi dia alasan kamu mau berkeliing sekolah? Benerkan yang aku bilang, itu kan masyang tadi kamu tabrak di depan kantin. Hmm ada yang lagi jatuh cinta nih kayaknya' ejeknya sambil tertawa
Aku langsung menoleh dan menutup mulutnya
‘Apaan sih Nisa, ngomong itu pelan pelan gak usah teriak teriak huh. Udah ayok kita ke kantin aku haus’ ajakku pada Nisa
Namun Nisa masih membeku. Setelah itu dia berkata
'Gak mau sekalian ajak masnya Mir?'
Akupun melototke arahnya dan dia hanya tertawa. Aku malu dan langsung berlari ke kantin. Nisapun langsung berlari mengejarku. Tiba di kantin kami langsung memesan minum dingin dan Nisa langsung menarik tanganku mengajakku duduk
‘Kamu suka sama dia Mir?’ tanyanya langsung
Aku kaget dengan pertanyaannya. Tapi aku tidak bisa berbohong dan aku hanya membalas pertanyaan Nisa dengan tersenyum. Diapun hanya melongo dan berkata
‘Ha?? Kok bisa sih? Bukannya tadi pertama kalinya kamu ketemu dia? Kok bisa langsung suka?’ tanyanya dengan nada dan ekspresi wajah bingung
Dengan mengerdikkan bahu aku menjawab
‘Entahlah, tadi saat tidak sengaja menabraknya dan menatap wajahnya jantungku berdegup kencang dan merasakan getaran yang berbeda. Aku terpaku dengan senyum manisnya Nis'
__ADS_1
Dalam hati aku berkata ‘mungkinkah ini yang disebut jatuh cinta pada pandangan pertama?’