
Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya pengumuman untuk diklat PMR ada di mading. Aku
dan Nisa saling tatap, ternyata diklat PMR akan dilakukan weekend besok tepatnya hari Sabtu dan Minggu. Diklat dilakukan selama 2 hari 1 malam. Jadi otomatis kami akan menginap di Sekolah. Aku begitu semangat begitupun Nisa. Kami sudah tidak sabar untuk ikut diklat PMR
‘Bahagiabanget kayaknya. Iya iya yang mau ketemu sama masnya’ kata Nisa dengan nada
menggoda
‘Apasih Nisa, selalu deh gak jelas’ jawabku dengan malu
Hari berganti hari, akhirnya hari yang dinanti tiba. Hari ini aku dan Nisa akan mengikuti diklat PMR. Siangnya kami diminta berkumpul untuk pembekalan diklat. Saat kami berkumpul, mataku tidak lepas manatapnya. Dia begitu murah senyum dan suaranya sangat lembut. Aku baru tahu, kalau dia anggota inti di organisasi
PMR. Dia memberikan arahan barang apa saja yang harus kami bawa. Mulai dari obat-obatan sampai baju untuk menginap. Karna terlalu fokus menatapnya, aku sampai lupa menulis apa saja yang harus aku bawa untuk diklat nanti sore dan akhirnya aku terpaksa menyontek catatan Nisa dan lagi lagi dia menggodaku
karena aku tidak fokus
Setelah pulang sekolah aku langsung menyiapkan semua perlengkapan yang wajib dibawa untuk diklat hari ini. Setelah selesai akupun lansung mandi dan bersiap. Setelah semuanya selesai aku langsung meminta kakakku untuk mengantar ke sekolah. Diperjalanan hingga sampai di depan Sekolah kakakku tidak berhenti
__ADS_1
menasehatiku agar berhati-hati saat mengikuti diklat nanti malam
‘Ingat pesan papa dan mama ya dek, ingat pesan kakak juga. Jaga diri, jangan sampai
kenapa-napa’
Akupun menjawab
‘Iya kak, bawel banget sih. Aku tuh udah gede, aku pengen belajar mandiri kak’ sambil
memeluknya lama karena jujur ini pertama kalinya aku ikut kegiatan sekolah yang mengharuskanku untuk menginap dan meninggalkan rumah
padaku. Akupun segera berlari dan menghampirinya
‘Telat ih, tumben banget kamu Mir telat’
‘Iya Nis, biasa keluarga aku ribet banget, maklum baru kali ini aku ikut kegiatan sekolah yang harus ninggalin rumah. Eh gimana, udah siap belum nih? Semoga kita bisa melewati diklat ini dengan baik dan lancer ya Nis’
__ADS_1
‘Aamiin Mir’
30 menit kemudian kami diminta berkumpul di sebuah ruangan. Kami harus mengisi absensi dan perlengkapan yang kami bawa diminta udah dikeluarkan dari tas karena panitia akan mengecek kelengkapannya. Selama panitia mengecek barang bawaan peserta, kami diminta untuk duduk menurut kelompok yang sudah dibagi dari kemarin saat pembekalan. Akupun duduk sesuai dengan kelompok dan kebetulan harus berpisah dengan Nisa karena kami berbeda kelompok. Tiba-tiba mataku tanpa sengaja melihat dia yang baru saja masuk ruangan. Dia terlihat ngos-ngosan, sepertinya terlambat datang. Aku terus memandanginya tanpa henti. Entah mengapa memandanginya sekarang menjadi candu buatku. Aku suka memandanginya dengan semua tingkah laku dan senyumannya
Akhirnya setelah panitia mengecek barang bawaan kami, kamipun disuruh berdiri dan berbaris dengan rapi. Kami diberi pengarahan apa saja kegiatan yang akan kami lakukan hari ini. Pertama kami diminta untuk masuk ruangan tempat kami tidur dan merapikan barang bawaan kami. Setelah itu kami diminta istirahat sebentar dan berkumpul kembali pada pukul 6 sore untuk melaksanakan shalat maghrib
Setelah shalat maghrib, kamipun makan malam bersama. Panitia membagikan nasi bungkus pada semua peserta. Saat panitia membagikan nasi pada kelompokku, tiba-tiba nasi yang akan aku ambil terjatuh ke lantai karena salah satu temanku tidak fokus. Saat akan mengambilnya, tiba-tiba ada tangan yang juga akan mengambil nasi itu. Saat aku mengangkat kepalaku, ternyata orang yang akan membantuku adalah dia. Kami saling tatap dan dia langsung tersenyumdan berkata
‘udah gpp, biar aku aja yang bantu beresin’
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote ya teman teman ^^