
Setelah shalat maghrib, kamipun makan malam bersama. Panitia membagikan nasi bungkus pada semua peserta. Saat panitia membagikan nasi pada kelompokku, tiba-tiba nasi yang akan aku ambil terjatuh ke lantai karena salah satu temanku tidak fokus. Saat akan mengambilnya, tiba-tiba ada tangan yang juga akan mengambil nasi itu. Saat aku mengangkat kepalaku, ternyata orang yang akan membantuku adalah dia. Kami saling tatap dan dia langsung tersenyum dan berkata
‘udah gpp, biar aku aja yang bantu beresin’
Aku langsung mengangguk dan tersenyum. Setelah dia membereskan box nasi yang terjatuh tadi dia langsung memberiku box nasi yang baru dan segera menyuruhkan makan karena waktu untuk makan malam akan segera berakhir. Selama makan, aku berpikir kenapa dia sangat baik sekali kepadaku. Bahkan dia sebelumnya tidak sedang berada di dekat kelompokku. Tapi dengan segera dia membantuku untuk membersihkan tumpahan nasi yang tadi tidak sengaja terjatuh. Ah mungkin hanya kebetulan saja dia membantuku karena sudah menjadi tanggunh jawab semua panitia untuk membantu peserta bukan?
Selesai makan malam kami diminta untuk mempersiapkan diri dan membawa peralatan yang dibutuhkan untuk acara api unggun. Nantinya setiap kelompok akan menampilkan nyanyian atau tarian sesuai kesepakatan masing-masing kelompok. Kebetulan kelompokku memutuskan untuk menampilkan nyanyian diiringi alat musik. Semua peserta dipersilahkan untuk duduk mengelilingi api unggun.
Acara api unggun diawali dengan sambutan ketua PMR. Setelah itu satu persatu kelompok dipanggil kedepan untuk perform sesuai urutan.Sambil menunggu, aku mencoba untuk berlatih lagu yang akan kelompokku bawakan. Namun tiba-tiba ada orang yang menyapaku sambil menepuk bahuku
'Eh Mir, serius amat sih'
Akupun menoleh dan ternyata Nisa yang menghampiriku
'Apasih Nis, lagi latihan nih. Ntar lagi giliran kelompokku' jawabku sambil membaca kertas yang ada ditanganku
'Haduh iya iya yang lagi fokus, eh Mir kamu mau tau sesuatu gak?' Nisa berkata sambil menyentuh lenganku
__ADS_1
'Apaan? Penting gak?' Jawabku masih fokus membaca kertas yang ada ditanganku
'Aku tadi lihat Mas yang kamu suka itu lagi ngobrol mesra gitu sama cewek. Jangan-jangan dia udah punya pacar lagi' bisik Nisa ditelingaku karena suasana sangat ramai dan suaranya hampir saja tidak terdengar olehku
Akupun langsung menoleh dengan kaget dan berkata 'Apa? Kamu yakin? Teman sesama panitia juga kali Nis'
Belum sampai Nisa menjawab, ternyata panitia memanggil kelompokku untuk maju. Akupun bergegas berdiri dan maju kedepan. Saat akan mengatur barisan untuk perform tiba-tiba mataku tanpa sengaja melihat dia sedang duduk berdua dengan seorang perempuan. Seketika moodku langsung berubah dan menyimpan curiga
'Apa jangan-jangan bener lagi yang dibilang Nisa, kalau Mas Fahridzan udah punya pacar' batinku
Selesai perform kelompok kamipun kembali duduk ke tempat semula. Akupun melihat Nisa yang masih setia duduk ditempatnya tadi sambil menunggu aku dan tersenyum kearahku
'Kamu kenapa Mir? Tadi perasaan biasa aja. Tapi pas perform kenapa keliatan bad mood gitu?' ucap Nisa
'Gpp Nis, tadi pas perform didepan aku lihat dia lagi duduk dan bercanda mesra banget sama perempun. Kayaknya bener deh apa yang kamu bilang Nis' jawabku
'Iya kan, aku tadi juga ngelihatnya gitu. Keliatan akrab banget kan Mirr. Eh tapi kita jangan suudzon dulu. Nanti kita coba cari tau ya. Jangan sedih dong Mir, aku jadi ngerasa bersalah lho. Kamu jadi bad mood gitu' ucap Nisa sambil menghiburku
__ADS_1
Akupun berusaha tersenyum dan berkata
'Aku gpp kok Nisa, nanti kita coba cari tau aja ya'
'Apa ini yang dinamakan patah hati? Aku baru saja menemukan cinta pertamaku, tapi kenapa jadi begini? Bahkan aku belum mengenalnya lebih dekat. Aku cuma tau siapa nama dan di mana kelasnya berada. Oh Tuhan, tolong beri aku kepastian agar aku tidak merasakan sakit nantinya' gumamku dalam hati
.
.
.
.
.
Jangan lupa vote ya teman teman ^^
__ADS_1