
Akhirnya acara api unggun selesai dan ditutup dengan penampilan para panitia. Mereka menyanyi bersama dengan diiringi tarian. Aku tidak sengaja melihatnya, dia terlihat sangat bahagia. Dia berada dibarisan paling depan dan perempuan yang aku lihat bermesraan dengannya tadi berada tepat disampingnya. Beberapa kali aku melihat, si perempuan mencuri pandang padanya. Para panitia terlihat sangat bahagia saat bernyanyi, seperti tidak ada beban. Setelah acara api unggun selesai para peserta diminta untuk kembali ke ruangan tempat kami tidur. Kami harus beristirahat karena nanti pukul 2 pagi harus bangun untuk jelajah malam karena ini adalah acara inti dari diklat yang harus kami ikuti.
Sudah 30 menit berlalu, aku masih saja belum bisa tidur. Pikiranku melayang ke mana-mana. Aku merasa sangat patah hati. Tanpa kusadari ternyata Nisa yang berada disebelahku sedang memperhatikanku. Dia menggoyangkan lenganku sambil berkata
'Mir kamu kenapa? Kok ngelamun sih bukannya tidur. Jangan gini dong, kamu keliatan banget lho kalau sedih' ucapnya
Tanpa menoleh dan masih dengan menatap langit-langit ruangan aku berkata
'Nisa kira-kira mbak tadi pacarnya mas Fahridzan bukan ya? Aku kok ngerasa patah hati banget' jawabku
'Ya ampun Mira, kan udah aku bilang kita gak ada yang tau. Jangan mikirin yang aneh aneh dulu Mir. Fokus dulu, kita kan lagi diklat. Nanti setelah diklat kita coba cari tau ya. Aku kan juga udah janji mau bantu kamu'
'Hmm oke oke, maaf ya Nisa kalau aku jadi lemah gini dan buat kamu khawatir. Ya udah ayo kita istirahat, biar nanti tenaga kita cukup buat jelajah malam' ucapku sambil memiringkan badanku menghadap Nisa
Nisa hanya tersenyum dan kamipun beristirahat
__ADS_1
************************************************************************************************************************************
Pukul setengah 2 dini hari kami diminta untuk bangun dan bersiap. Aku dan Nisa mulai mengecek barang apa saja yang harus kami bawa. Setelah selesai, kami semua diminta untuk berkumpul di Aula. Kamipun berbaris menurut kelompok kami dan aku harus berpisah dengan Nisa. Para panitia mengecek barang bawaan peserta, setelah lengkap kami diminta untuk mendengarkan instruksi
Pukul 2 kelompok pertama diberangkatkan. Sesuai instruksi, para peserta diklat nantinya akan berhenti disetiap pos dan akan mendapat tugas dari masing-masing pos. Sambil menunggu, kelompok yang lain diminta untuk membaca materi supaya nanti kami bisa menjawab pertanyaan saat berada di pos
Akhirnya giliran kelompokku untuk berangkat. Kami diminta berjalan pelan-pelan dan tangan kami memegang pundak teman yang berada didepan kami. Pegangan tanganpun tidak boleh terlepas apapun yang terjadi. Dari pos 1 sampai pos 3 berjalan lancar. Kelompokku menjawab semua pertanyaan dengan baik. Saat akan menuju pos 4 barisan kelompokku tibatiba dipisah menjadi 2 bagian menjadi masing-masing 3 orang. Mata kami ditutup memakai slayer sementara panitia menuntun kami menuju pos 4. Setelah sampai di pos 4 penutup mata kami dibuka. Ternyata pos 4 berada di kamar mandi sekolah dengan pemandangan yang sangat gelap gulita karena semua penerangan dimatikan
Aku sangat kaget saat mengetahuinya tapi berusaha untuk tetap tenang. Karena dari kecil aku sangat takut gelap. Dulu aku sempat mengalami trauma saat masih kecil. Satu-persatu kami diminta untuk masuk ke dalam kamar mandi seorang diri. Di sini aku mulai gemetar. Meski di dalam setiap kamar mandi sudah ada kakak panitia yang akan mengajukan pertanyaan aku tetap merasa sangat cemas
Pandanganku mulai terasa sangat buram dan kepalaku pening. Tiba-tiba
BRUUUKKK
Aku terjatuh dan hilang kesadaran. Aku hanya mendengar suara panitia yang berkata
__ADS_1
'Lho kamu kenapa, hei bangun' sambil menepuk-nepuk pipiku
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa vote ya teman-teman ^^