
Besoknya seperti biasa aku berangkat sekolah jam 6 pagi. Setelah sarapan aku pamit dan langsung berangkat ke sekolah. Setiap pagi aku naik angkutan umum menuju sekolah. Orang tuaku tidak memperbolehkan aku naik kendaraan pribadi karena tidak ingin aku menjadi pribadi yang manja. Sejak kecil aku tidak pernah dimanja oleh kedua orang tuaku, meski aku anak perempuan satu-satunya. Ya aku bungsu dari 3 bersaudara. Aku punya 2 kakak laki-laki. Kakak sulungku bernama Reza dan dia sedang kuliah semester 3 di Unair. Sementara kakak yang satunya lagi bernama Adam, dia bersekolah disalah satu SMA Swasta di Surabaya. Meski selisih umur kami cukup jauh, tapi mereka selalu menyayangi dan melindungi aku
Perjalanan ke Sekolah memakan waktu kurang lebih 30 menit, selama di dalam angkot aku berpikir. Bagaimana caranya aku mengetahui namanya sementara aku masih siswa baru yang belum banyak kenal dengan kakak kelas. Aku terus berpikir hingga tanpa sadar angkot yang aku tumpangi sudah sampai di depan sekolah. Aku bergegas turun dan langsung menuju kelas. Saat berjalan menuju kelas, tiba-tiba aku berpapasan dengannya. Dia menuntun sepeda yang dinaikinya dan tanpa sengaja kami saling memandang satu sama lain. Aku terdiamdan beberapa detik kemudia dia melempar senyumnya. Aku masih terpaku, namun denga cepat aju menyadari dan segera membalas senyumnya. Lalu dia lanjut menuntun sepedanya dan aku lanjut berjalan menuju kelas
Saat masuk kelas, aku senyum- senyum sendiri menuju bangku-ku. Tanpa kusadari ternyata Nisa sudah datang dan dia langsung mendekatkan wajahnya padaku saat aku sudah duduk dibangku-ku
‘Hayo lho, pagi-pagi udah senyum gak jelas. Abis kesambet?’
‘Apaan sih Nisa, selalu deh kamu ini. Eh ngomong-ngomong jam pertama pelajaran matematika kan ya? Kira kira gurunya galak gak ya’ ucapku berusaha mengalihkan topik
‘Hmm kayaknya ada yang berusaha mau mengalihkan pembicaraan nih’
Lalu kami tertawa dan bercanda hingga tanpa disadari bel masuk kelas berbunyi. Kurang lebih 3 jam aku mengikuti pelajaran dan tanpa terasa bel istirahat berbunyi
__ADS_1
Kriiing kriiing
‘Yee akhirnya bel istirahat bunyi juga. Kantin yuk Mir, laper nih aku. Tadi Cuma sarapan roti doang’
Setelah menyelesaikan catatanku, akhirnya aku dan Nisa langsung bergegas menuju Kantin. Tidak seperti biasanya, kantin hari ini begitu ramai. Entahlah, mungkin para siswa pada gak sarapan dari Rumah. Aku dan Nisa sangat bingung, karena semua stand makanan antri sementara kami sudah sangat lapar. Akhirnya kami memutuskan untuk memesan nasi pecel. Akhirnya setelah 5 menit kami baru menemukan tempat duduk
‘Eh Mir,udah kepikiran belum mau ikut ekskul apa? Akusih sebenernya males banget ikut gituan tapi guru-guru mewajibkan karna kita baru kelas 7’
Tidak terasa karna asyiknya kami mengobrol mengobrol, nasi pecel yang kami makanpun habis. Setelah itu kami memutuskan pergi ke mading untuk melihat info ekskul apa saja yang ada di Sekolah. Sesampainya di mading kami segera mencari info. Setelah dengan banyak pertimbangan, akhirnya kami memutuskan untuk ikut ekskul PMR. Entah pikiran apa yang merasukiku, padahal aku takut sekali meihat darah. Tapi aku merasa hanya ekskul PMR yang mudah dan gak ribet. Yang penting diraporku nanti ada keterangan kalau aku menjadi siswa yang aktif
Aku dan Nisa-pun memutuskan untuk mendaftar hari ini juga, karna menurut info yang kami baca ekskul PMR akan segera menutup pendaftaran untuk anggota baru. Sesampainya di Aula,aku segera mencari stand ekskul PMR. Saat aku bertanya untuk formulir pendaftaran, aku terpaku. Ternyata dia juga mengikuti ekskul yang sama. Aku masih terpaku cukuplama, hingga akhirnya Nisa menyadarkan aku
Sambil menepuk bahuku ‘Eh Mir,itu masnya tanya, butuh formulir buat berapa orang’
__ADS_1
Akhirnya aku tersadar dan langsung menjawab
‘Butuh buat 2 orang mas’ jawabku sambil tersenyum
Dia langsung memberiku 2 lembar formulir untuk aku isi. Setelah aku dan Nisa mengisi formulir, aku langsung menyerahkan padanya
‘Ini mas,oh ya nanti untuk tes dan diklatnya diumumin kapan ya?’ tanyaku gugup
‘Mungkin besok udah diumumin di mading, nanti coba dicek aja ya’ jawabnya dengam seulas senyum manisnya
Sambil tersenyum, diam-diam aku memperhatikan nametag yang ada bajunya ‘FAHRIDZAN’ gumamku dalam hati.
Ya akhirnya hari ini aku mengetahui namanya, aku benar benar merasa beruntung. Aku bahagia. Sepertinya dewi fortuna sedang berpihak padaku. Hari ini aku bertemu dengannya sebanyak 2 kali dan juga mengetahui siapa namanya
__ADS_1