Semangatku Untuk Bunda

Semangatku Untuk Bunda
bohong?


__ADS_3

Terlahir dari keluarga yang agamis dan sangat bahagia , orang menyebutnya keluarga cemara


Selsai sholat maghrib berjamah biasanya kita membaca dikirim dan kemudian ngaji bersama dan bapa selalu menyiapkan beragam hal ilmu untuk disampaikan


"Seperti yang kita lihat dalam hadits riwayat Tirmidzi berikut


Suatu hari Nabi Muhammad melihat seorang Badui meninggalkan untanya tanpa mengikatnya. Nabi lantas bertanya kepada orang Badui itu


'Mengapa kamu tidak mengikat unta kamu?'


Orang Badui itu menjawab: 'Saya menaruh kepercayaan pada Allah'


Nabi kemudian berkata: Ikatkan unta Anda terlebih dahulu, kemudian taruh kepercayaan Anda kepada Allah" jelas bapa


"Seperti ade sekarang, bapa seneng ade ada niatan kuliah tugas kita sekarang ade disana berusaha dan bapa sama bunda juga disini berusaha jangan khawatir akan kehendak allah kita pasrahkan kepada allah " jelas bapa


Biasanya bapa mengajar anak anak kecil di masjid, tapi malam itu bapa memutuskan tidak pergi karna bapa merasa tidak enak badan


Dela selalu merasa bersalah dengan apa yang terjadi kepada bapa dan bundanya


"mereka pusing pasti gara gara memikirkan aku, mereka tidak enak badan pasti karna siangnya kerja keras cari uang buat aku


. Kadang disana lah aku berfikir AKU HARUS SUKSES!" Ucap Dela


Selsai mengaji bersama dan sholat isya, kami biasanya menonton bersama tapi saat itu aku memutuskan untuk ke kamar istirahat lebih dulu dari bisanya


Tapi bukan tidur yang aku lakukan, fikiranku terus saja memikirkan beasiswa itu


"Ya allah beri aku petunjuk" ucap Dela sambil menghela nafas


"Tring" bunyi notifikasi pesan masuk


"Siapa si udah malem juga" ucap Dela


Aku segera membuka chat tersebut


"P" masuk sebuah pesan tanpa nama


"H-hah? Ini siapa?" Balas Dela


"Oh iya ini nomor baru aku Rahma" balas Rahma

__ADS_1


"Oh iya kenapa ma?" Tanya Della


"Gini, aku kan udah balik ke Yogyakarta nih kebetulan ayah aku ada perusahaan yang sekarang dikelola abang aku namanya fathur" balas Rahma


"Apa ? Mau pamer kekayaan?" Ucap Dela dalam hati


"Iya terus kenapa bilang ke aku?" Tanya Dela


"Iya disini ada lowongan kerja nih jadi sekretaris abang dan aku kepikiran kamu sahabat terbaik aku , gimana kamu mau gak?" Tanaya Rahma


"Lah? Emang bisa? Aku kan baru lulus smk?" Tanya Dela


"Bisa kok, disini gak ada batasan pendidikan, lagian ngapain nanya lagi, kamu pasti udah jago lah masalah ngurus perusahaan, kan kamu pintar " ucap Rahma


"Gimana?" Tanya Rahma


"Oke nanti aku fikir fikir dulu aja ya" ucap Dela


"Besok aku tunggu ya" ucap Rahma


"Oke thanks ya" balas Dela


Dela menyimpan hp nya dan melanjutkan menatap langit langit rumahnya


"Terima aja kali ya, lumayan gaji sekretaris pasti gede"


"Tapi bunda sama bapa pasti gak ngijinin" ucap Dela


"Hmm" ucap Dela sambil mengela nafas


Sejenak Dela melamun memikirkan bagaimana caranya agar dia berhenti menjadi beban lagi di keluarga nya


"Hmm Yogyakarta ya?" Ucap Dela sambil melamun


"WHAT? YOGYAKARTA?" Ucap Dela kaget sambil terbangun dari tidurnya


"Kan sama kayak tempat kuliah aku nih" ucap Dela sambil meletakkan jari telunjuk di pipinya


"Gimana kalo aku bilang ke mamah setuju mau kuliah disana padahal aku disana kerja " ucap Dela


"Tapi dosa gak ya boong ke bunda sama bapa?" Ucap Dela sambil merubah posisi duduknya

__ADS_1


"Tapi daripada bapa keisan kan kerja terus" ucap Dela


Dela mengambil hp nya dan membalas chat dari Rahma


"Ma insyaallah aku bisa" balas Dela


"Wah bagus dong gak perlu nyari orang cape cape trus juga kita bisa ketemu tiap hari" Balas Rahma


"Besok berangkat pagi jam 09 aku pesinin tiket sekarang " ucap Rahma


"What harus besok banget nih?" Tanya Dela panik


"Iya, sekarang siap siap" ucap Rahma


Dela mematikan hp dan melemparnya


"Kenapa secepat ini?" Ucap bela


"Belum siap bohong sama bunda, Kalo bukan karna gak mau ngerepotin bunda sama bapa gak mau aku tuh mau nya kuliah aja tapi gapap, bismillah dulu" ucap Dela


"Eh tapi masa iya mau boong bismillah dulu" ucap Dela


Dela membuka pintu dengan sangat pelan dan menghampiri keluarganya yang sedang berkumpul menonton tv


"Eh ade, bunda kira udah tidur" ucap bunda


"Ada apa nih?" Tanya bapa


"Gini bun, yah ade besok harus berangkat ke Yogyakarta " ucap Dela


"Lah? Besok banget? Kenapa mendadak?" Ucap bunda


"Iya soalnya harus memenuhi beberapa test dulu bun" ucap Dela


"Ih ini serius anak bapa mau pergi" ucap bapa


"Iya pa" ucap Dela


"Yaudah ade tidur dulu biar besok gak cape" ucap bapa


"Iya pa" jawb Dela

__ADS_1


Sebenarnya Dela sangat sedih harus merelakan keinginannya dan harus berbohong pada keluarga nya


__ADS_2