
"Kalo gitu tunggu saya mandi dulu siap siap bentar" ucap Fathur
"Lah gimana sih pak Fathur ini saya kan takut telat malah disuruh nunggu" ucap Dela dalam hati
"Emmm" ucap Dela
"Kenapa? Kamu gak mau?" Tanya Fathur
"B-bukan gitu pak saya takut telat, kalo nunggu bapa takut nya emmm" ucap Dela
"Gimana ya cara biar pak Fathur ngerti maksud saya" ucap Dela dalam hati
"Apa? Kamu takut telat?" Ucap Fathur
"Iya pak saya takut dimarahin soalnya dulu pernah telat jadi gak mau telat" ucap Dela
Dela dengan wajah datar berkata demikian, dia lupa bahwa Fathur sudah menjadi bos nya
"Ohh jadi kamu suka marahin karyawan ya" ucap abi
"Eh maksudnya gimana ini?" Ucap Dela dalam hati
"Astagfirullah saya lupa pak Fathur kan bos saya" ucap Dela dalam hati dan takut pak Fathur marah
"Astagfirullah maaf pak saya lupa bapa adalah bos di kantor" ucap Dela panik
"Bisa bisanya kamu lupa bos sendiri" ucap Rahma mengejek
"Ya bi kan kerja harus disiplin, kalo salah ya harus dikasih tau lah masa iya di diemin aja gitu" ucap Fathur
"Iya sih kamu gak salah" ucap abi
"Dan kamu Dela, kamu gak perlu takut kan saya yang gaji kamu dan abi saya yang punya kantor" ucap Fathur
"I-iya pak" jawab Dela
Dela pun menunggu Fathur yang bersiap siap pergi ke kantor
"Ayo saya udah siap" ucap Fathur
"Oh iya pak" jawab Dela
"Yaudah ayo naik" ucap Fathur
"Umi, abi, Rahma makasih ya Dela berangkat" ucap Dela
"Iya Hati-hati" ucap umi
Dela menaiki mobil yang dikendarai Fathur
~Di rumah Dela
"Bapak duluan aja pak, makasih udah mau nganterin saya" ucap Dela
__ADS_1
"Oh kamu ngusir saya? Saya tidak mau" jawab Fathur
"B-bukan gitu maksud saya pak" jawab Dela panik
"Saya nagnter kamu kesini diamanatin umi saya jadi kamu harus saya pastikan baik baik saja sampe kantor" ucap Fathur
"Emmm i-iya pak kalo gitu masuk saja dulu" ucap Dela
"Saya tunggu disini aja, takut ada fitnah kalo saya harus masuk ke dalem" ucap Fathur
"Iya juga ya Astagfirullah lupa" ucap Dela
"Yaudah pak saya siap siap dulu" ucap Dela
Dela masuk ke dalam rumahnya. Dan setelah sekian lama Dela pun keluar dengan pakaian yang rapih dan tubuh yang wangi
"Kamu udah siap?" Tanya Fathur
"Iya pak" jawab Dela
"Saran dari saya kalo mau keluar jangan pakek wangi wangian takutnya memancing syahwat cowok" ucap Fathur
"Astagfirullah emang kecium ya bau minyak wanginya" ucap Dela sambil mencium pakaiannya dari sebelah kanan sampe sebelah kiri
"Besok besok di perbaiki" ucap Fathur
Sepanjang jalan Fathur terdiam tak berbicara sedikitpun yang membuat suasana menjadi tegang dan dingin
"Udah nyampe, saya duluan" ucap Fathur sambil pergi meninggalkan Dela sendiri di mobil
Dela mengangguk, dia merasa aneh karna sikap Fathur yang berbeda hari itu entah karna parfum yang ia pake atau mungkin kesalahan lain yang tidak Dela sadari
"Pak Fathur kenapa ya?" Ucap Dela
Dela keluar dari mobil dan segera mengikuti Fathur
"Kamu telat lagi?" Tanya Winda
"Kata bos kalo sering telat bakal potong gaji, kenapa kamu telat lagi?" Tanya winda
"Emm ja-jadi g-gini" ucap Dela
"Dela tadi sudah izin sama saya jadi dia gak potong gaji" ucap Fathur yang muncul tiba-tiba
"Dela, istirahat nanti kamu ke kantor temui saya" ucap Fathur sambil meninggalkan mereka
"Nah kan lu pasti dimarahin nanti" ucap winda
"Yaudah lah biarin aja orang ini konsekuensinya " jawab Dela
"Kaalo gitu lu hati-hati soalnya bapak agak galak dan cuek juga" ucap winda
"Iya" jawab Dela
__ADS_1
"Oh iya ini ada berkas yang harus kamu beresin dulu takunya ada yang masih salah" ucap winda sambil memberikan berkas berwarna biru tersebut
~jam istirahat
"Permisi pak Assalamualaikum" ucap Dela sambil membuka pintu ruangan Fathur
"Waalaikumsalam" jawab Fathur sambil melihat ke arah jam
"Oh sudah waktu istirahat ya" ucap Fathur
"Masuk aja"
Dela masuk ke dalam ruangan
"Ada apa ya pak" Tanya Dela
"Ini bahasan di luar kerjaan jadi mau gak ngobrolnya di luar sambil makan" ucap Fathur
"Emangnya ada apa pak" Tanya Dela
"Ikut saya" ucal Fathur
Dengan penasaran Dela mengikuti Fathur dan pergi ke tempat makan terdekat
"Maaf kalo kesannya saya gimana gimana" ucap Fathur
"Iya gapapa pak, emang ada apa ya pak, bapak sampe ngobrolnya harus di luar gini" Tanya Dela
"Jadi gini"
*Fathur menjelaskan
Dela sebenarnya mendengar masalah keluarganya sampe ke telinga Fathur tapi apalah daya ini sudah terjadi
"I-iya pak" ucap Dela
"Gaji kamu saya kasih utuh sekarang dan saya minta besok kamu pulang ke rumah kamu temui bunda kamu dan kamu harus minta maaf ke beliau dan kamu akan saya antar, saya sudah berunding dengan umi dan abi" ucap Fathur
"T-tapi pak" ucap Dela
"Apalagi?" Tanya Fathur
"Kalo gitu biar saya pulang sendiri saja gak usah di antar" ucap Dela
"Itu amanat dari umi saya dan kalo kamu gak mau mohon maaf saya gak bisa punya karyawan pembohong" ucap Fathur
Dela sangat bingung saat itu dan benar benar bergikir keras bagaimana cara menolak hal ini, karena melakukannya membuat Dela keberatan dengan sangat terpaksa Dela menerima tawaran Fathur
"Yaudah kalo gitu maksih pak" jawab Dela
"Sekarang kamu makan dan nanti pulang dari kantor persiapkan semuanya" ucap Fathur
"Iya pak" jawab Dela
__ADS_1