
Hari ini adalah hari di mana Andi Baco akan kembali ke kota untuk melaksanakan rutinitasnya sebagai seorang photografer. sejumlah jadwal telah tercatat di smartphone miliknya. rencananya malam ini dia akan memotret untuk iklan sebuah majalah ternama di ibukota.
pagi-pagi sekali, ia telah berpamitan kepada kedua orang tuanya. setelah 4 hari di kampung halaman, kini saatnya dia kembali ke kota. dia mengemudikan mobilnya secara perlahan melewati jalanan pedesaan. setelah dia keluar ke jalan utama antar kabupaten, laju mobilnya dia naikkan perlahan. setelah satu jam mengemudi, smartphonenya berbunyi. di display tampil nomor pemanggil tanpa nama.
dia kemudian berusaha meraih smartphone tersebut, yang dia letakkan di kursi samping pengemudi. tiba-tiba dari arah depan, sebuah mobil truk pengangkut pasir melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak mobil yang di kendarai Andi Baco.
BANG!!!!!!
mobil yang di kendarai Andi Baco terguling beberapa meter. bagian depan mobilnya ringsek berat. sebuah cahaya biru tipis tiba-tiba menyelimuti sekujur tubuh Andi Baco, dan dia pun kehilangan kesadaran.
kerumunan warga kemudian berusaha mengevakuasi Andi Baco. mereka mengeluarkannya dari dalam mobil yang sudah rusak berat.
" sepertinya dia pingsan. tapi sungguh ajaib, tak ada luka sama sekali " kata seorang warga.
" ayo kita bawa ke rumah sakit " kata warga yang lainnya.
dua jam kemudian, di sebuah ruangan rumah sakit, selang infus tergantung di sisi ranjang di mana tubuh Andi Baco terbaring. orang tuanya yang telah di kabari oleh polisi, telah tiba setengah jam yang lalu. mereka duduk dengan wajah di liputi kecemasan.
pintu ruangan tiba-tiba terbuka, dan nampak seorang dokter wanita di temani seorang perawat dan seorang polisi masuk.
" selamat siang bapak dan ibu. perkenalkan saya Rika " kata dokter wanita tersebut.
" bagaimana kondisi anak saya bu dokter ? " kata Petta Besse.
dengan menghela nafas, dokter Rika menjelaskan, " kondisi anak ibu boleh di katakan sudah tidak kritis. akan tetapi kesadarannya belum kembali. sepertinya terjadi benturan di kepalanya sehingga menyebabkan kesadarannya tertidur. kami telah melakukan pemeriksaan mendalam dan tidak menemukan gegar otak dan semacamnya. kami masih berusaha menyelidiki penyebab, kenapa kesadarannya bisa tertidur tanpa penyebab medis seperti ini ".
dokter Rika kembali melanjutkan, " bapak dan ibu tidak perlu khawatir. semua organ vitalnya berfungsi dengan normal kecuali otak. bisa di katakan otaknya sekarang dalam kondisi medis yang tidak pernah terjadi "
" maksud ibu dokter, anak saya tidak apa-apa kan ? " tanya Petta Besse.
" iya bu. anak ibu tidak apa-apa. orang sering menyebut kondisi anak ibu dengan Mati Suri. Mari kita berdoa bersama-sama, semoga anak ibu cepat sadar. kami sebagai dokter tidak punya kemampuan untuk masalah seperti ini ". jawab dokter Rika.
ruangan hening sesaat. hanya terdengar desahan nafas dari kedua orang tua Andi Baco yang berat.
" Mungkin seperti itu dulu bu penyampaian dari saya. kalau ada perkembangan berikutnya, kami akan mengabari. saya pamit dulu bu. jangan sungkan-sungkan menghubungi saya, apabila ada sesuatu ". kata dokter Rika sambil meletakkan selembar kartu nama di atas meja.
__ADS_1
setelah dokter Rika dan perawat tersebut keluar ruangan, tinggallah polisi muda dan kedua orang tua Andi Baco.
polisi muda tersebut menarik sebuah kursi dan duduk di hadapan bapak dan ibu Andi Baco.
" tante dan om masih ingat saya ? " kata polisi muda tersebut sambil tersenyum ramah.
sambil mengerutkan kening, Petta Besse menjawab " sepertinya wajah bapak polisi ini tidak asing. tapi tante benar-benar lupa "
" Saya Ardi tante, teman SMA baco dulu "
" astaga kamu ardi anaknya Ambo Mading ? " kata Andi Patabai.
" iya om. saya langsung menuju kemari begitu mendapat kabar dari teman saya yang bertugas di daerah sini ". kata Ardi.
" wah wah. kamu sekarang sudah perwira ya. tugas dimana nak ? " tanya Andi Patabai.
" saya di tugaskan di mabes om. tapi beberapa bulan ini saya menjalankan misi di sulawesi selatan. misi ini boleh di bilang misi rahasia. saya bersama tim sedang menyelidiki fenomena aneh di sekitar perairan makassar ". kata Ardi selanjutnya.
" Fenomena aneh apa ? " tanya Andi Patabai penasaran.
" bulan lalu, saya dan beberapa orang dari instansi lain sedang berada di titik yang di tengarai tempat adanya pusaran air tersebut. saat itu malam hari. tiba-tiba pusaran air yang sedang kami selidiki itu muncul. kapal yang kami tumpangi ikut terseret mendekati pusaran air tersebut. namun anehnya kapal kami hanya berputar mengikuti putaran arus tersebut ".
" tidak lama kemudian, dari dalam pusaran air tersebut terlihat cahaya putih sebesar batang kelapa memancar lurus menembus kegelapan langit. di dalam cahaya tersebut kami melihat sosok pemuda sedang duduk bersila. pemuda tersebut tampak tersenyum ke arah kami, dan cahaya putih tersebut membawa pemuda tersebut naik menembus gelapnya malam, dan pusaran air tersebut pun hilang ".
" saya yang juga melihat pemuda tersebut, tentu saja sangat kaget begitu melihat wajahnya. itu adalah wajah yang sangat saya kenal. ya, dia sahabat saya, yang sekarang terbaring tak sadarkan diri di ruangan ini ". kata Ardi menyudahi ceritanya.
kedua orang tua Andi Baco melongo mendengar cerita dari Ardi yang menurut mereka sangat luar biasa itu. pandangan mereka bergantian menatap Ardi dan Andi Baco yang sedang terbaring.
" saya tidak tau harus berkata apa. ini hal yang sangat sulit di percayai. empat hari yang lalu, kakek Andi Baco baru saja wafat. dan sekarang dia juga kehilangan kesadaran. dan mendengar cerita nak Ardi barusan, seolah-olah ada kaitan antara semua itu ". Andi Patabai menghela nafas untuk kesekian kalinya.
" sebelumnya mohon maaf om dan tante. saya ingin meminta ijin kepada om dan tante untuk berinteraksi dengan alam bawah sadar sahabat saya ini. saya memang di tugaskan di satuan khusus yang di bekali dengan pengetahuan supranatural, jadi sedikit sedikit saya memiliki kemampuan untuk melakukan hal-hal yang berhubungan dengan supranatural ". Kata Ardi selanjutnya.
" sebelum saya ke ruangan ini, saya sudah bertemu dengan dokter Rika dan saya juga sudah membaca laporan medis Andi Baco. tim dokter masih penasaran, bagaimana bisa seseorang yang mengalami kecelakaan hebat tanpa ada luka setitik pun di tubuhnya. akan tetapi bagi saya, itu bukanlah sesuatu yang mustahil. ada kekuatan tak terlihat di dunia ini, yang bisa membuat hal yang mustahil menjadi tidak mustahil. " sambung Ardi.
" dan saya percaya, hal itu terjadi ke sahabat saya ini. oleh karena itu, ijinkan saya menyelidikinya lebih dalam, karna saya yakin, misi yang sedang saya jalani ini berhubungan dengan Andi Baco. " kata Ardi.
__ADS_1
" baiklah nak, silahkan lakukan hal yang bisa kamu lakukan. kami berdua hanya bisa berdoa semoga sahabat mu ini cepat sadar. " kata Petta Besse.
" Terima Kasih tante. saya akan memulainya sekarang " . kata Ardi dengan mantaf.
Ardi kemudian memindahkan kursinya ke sisi ranjang yang di tempati Andi Baco. Ardi mengulurkan tangannya dan menyentuh kepala Andi Baco sambil memejamkan matanya. Ardi memusatkan fikirannya pada Cakra Ajna di dahinya. energi hangat kemudian menjalar dari tulang ekor Ardi menuju ke arah Cakra Ajna. energi hangat itu kemudian kembali menjalar memasuki tangannya yang menyentuh kepala Andi Baco.
Swing !!!!!
sebaris cahaya biru tipis dengan cepat memasuki tangan Ardi dan naik menuju Cakra Ajnanya. Ardi yang tadinya fokus dalam kegelapan yang ada di kepalanya, kemudian melihat setitik cahaya putih yang lama kelamaan membesar dan membuat pandangannya silau. setelah cahaya silau itu menghilang, Ardi melihat dirinya ada di ruangan yang serba putih. di ruangan tersebut Ardi Melihat Andi Baco sedang duduk dengan seseorang yang wajahnya tampak samar. Ardi tidak mampu melihat wajah seseorang itu dengan jelas.
Andi Baco kemudian tersenyum kepada Ardi, " Saya tidak menyangka, sahabat saya ini ternyata mempunyai kemampuan untuk menembus dimensi lain. mari mendekat kesini ".
sementara itu, di dalam ruangan rumah sakit tempat Andi Baco terbaring, Ardi tampak duduk dengan badan agak gemetar. wajahnya sudah di penuhi oleh peluh sebesar biji jagung.
" kita sedang berada di mana ini ? " , tanya Ardi.
" kesadaran mu sedang berada di ruang tanpa waktu. kamu tidak perlu khawatir. saya tadinya cukup terkejut karna kehadiran mu. tapi mengingat kemampuanmu dulu yang tertarik dengan hal-hal berbau supranatural, saya rasa ini masuk akal ". jawab Andi Baco.
" jadi ? kamu sebenarnya tidak mati suri ? hanya pindah kesadaran saja ? tanya Ardi.
" iya. saya akan menjalan kan tugas khusus di suatu tempat, dan hanya dengan cara ini saya bisa menjalankan tugas tersebut. kamu kembali lah dulu, tiga hari lagi, saya akan berpamitan kepadamu ". kata Andi Baco.
ruangan putih tersebut menghilang secara perlahan. padangan Ardi kembali gelap. dan tubuhnya kemudian tersentak. Ardi membuka mata dengan nafas yang terengah-engah.
" Ada apa nak ardi ? ", tanya Petta Besse dengan panik.
sambil menghapus keringat yang sebesar jagung di wajahnya, Ardi menjawab, " tidak apa-apa tante. Baco juga tidak apa-apa. Baco akan sadar secepatnya "
************
keterangan :
- Majene : sebuah kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat. sebelum pemekaran, masih tergabung di Provinsi Sulawesi Selatan.
- Cakra Ajna : Cakra yang terletak di kepala di antara dua mata. biasa di sebut dalam dunia medis sebagai kelenjar pineal. dalam dunia spiritual, Cakra ini biasa di sebut mata ketiga.
__ADS_1