SEMESTA TAK TERBATAS

SEMESTA TAK TERBATAS
5. PERGURUAN SILAT ANOA HITAM


__ADS_3

Hari ini adalah hari ketiga sejak Andi Baco tidak sadarkan diri. hari ini juga adalah hari dimana Inspektur Polisi Satu ( IPTU ) Ardi Kurniawan akan kembali memasuki RUANG TANPA WAKTU.


suasana ruangan tempat Andi Baco di rawat masih sama seperti hari-hari sebelumnya. selang infus masih terpasang sebagai pengganti nutrisi untuk tubuhnya. kedua orang tuanya juga masih setia menunggu anak semata wayangnya bisa sadar kembali.


pintu ruangan terbuka, dan Ardi masuk sambil mengucap salam. ia meraih kursi yang ada untuk duduk di dekat ranjang pasien.


" om, tante, ijinkan saya untuk mencoba mengakses kembali alam bawah sadar Baco. siapa tau ada perkembangan yang bisa membantu Baco cepat sadar ". kata Ardi.


" Silahkan nak. semoga ada kabar baik ". jawab Petta Besse singkat.


Ardi kemudian mengulurkan tangannya untuk menyentuh kepala Andi Baco. Matanya terpejam dan mengumpulkan fokusnya pada Cakra Ajna. tidak lama kemudian Cakra Ajna nya terasa berkedut lembut dan teratur. Aliran energi yang sedikit panas terasa menjalar memenuhi sumsum tulang belakangnya.


" eh apa yang terjadi ini ? kenapa Kundalini ku menjadi aktif sekarang ? ", Ardi keheranan dan bertanya dalam hati.


Dia tetap fokus dan melanjutkan untuk menikmati kebangkitan Kundalini nya. Kebangkitan energi Spiritual yang sangat di harapkan para Praktisi energi. konon Kundalini ini adalah energi Spiritual yang biasa di sebut ular Api atau naga Api, yang mendekam di ujung tulang ekor manusia.


ketika Sensasi panas ini sampai di Cakra Ajnanya, Ardi melihat dirinya telah berada di Ruangan putih tempo hari yang di sebut RUANG TANPA WAKTU.


Ruangan tersebut masih sama seperti tiga hari sebelumnya. dihuni oleh dua orang yang salah satunya adalah Andi Baco dan seorang lagi yang masih tidak tampak jelas wajahnya. Yang berbeda adalah, saat ini tubuh Andi Baco di selimuti oleh cahaya tipis yang berwarna biru.


" Bukankah ini adalah aura spiritual tingkat tinggi yang hanya di miliki oleh orang-orang yang dekat dengan tuhan ? " tanya Ardi dengan suara setengah tertahan.


Andi Baco hanya tersenyum melihat sahabatnya itu terkejut.


" Kemarilah teman. duduk di dekatku. aku ingin menyampaikan beberapa hal " , kata Andi Baco.


Ardi melangkah menuju kursi yang tiba-tiba muncul di depan Andi Baco.


" pertama-tama, Aku mau mengucapkan selamat, karna kamu telah berhasil membangkitkan Kundalini mu. tentu saja itu adalah Anugrah yang beberapa orang sangat inginkan. kemudian aku juga ingin berpamitan kepadamu. selama aku pergi, tolong jaga tubuh ku dengan energi spiritualmu, agar supaya nanti ketika aku kembali, tidak ada hal-hal yang buruk yang terjadi kepada tubuhku ". kata Andi Baco.


" Kamu akan kemana teman ? dan berapa lama ?, tanya Ardi penasaran.


" Aku tidak bisa memberi tahu mu kemana aku akan pergi. dan mungkin waktu yang kubutuh kan adalah satu bulan, mungkin lebih. tergantung tugas yang di berikan kepadaku ". jawab Andi Baco.


" sampaikan kepada orang tua ku untuk tidak khawatir. aku akan berusaha secepatnya kembali ". kata Andi Baco kemudian.


" baik kalau begitu. aku akan menjaga tubuh mu sampai kamu sadar kembali, dan cepatlah kembali ". kata Ardi.


" sebelum aku pergi, kakek Surya akan memberi hadiah kepadamu " , kata Andi Baco.


Ardi melirik ke arah sosok yang ada di hadapannya yang sampai sekarang tidak mampu dia lihat dengan jelas bentuk wajahnya.

__ADS_1


" kemarilah nak, berlutut di depanku. aku akan membuka mata ketiga mu ke level yang lebih tinggi, yang mungkin berguna untuk pekerjaan mu ", kata Kakek surya.


Ardi memandang ke arah Andi Baco, dan melihat temannya itu tersenyum sambil mengangguk pelan.


setelah Ardi berlutut di depannya, kakek Surya kemudian meletakkan tangannya di atas kepala Ardi dan meniup lembut kedepan. Ardi merasakan sensasi seperti kelopak bunga yang terbuka di dalam kepalanya. fikirannya terasa lebih jernih dan tajam sekarang.


" Baiklah teman. aku pamit sekarang. aku percayakan tubuhku di dalam pengawasanmu ". kata Andi Baco sambil tersenyum.


Ardi pun kembali membuka mata dan kembali ke keaadaan semula dimana tangannya masih memegang kepala Andi Baco yang sedang terbaring tak sadarkan diri.


setelah menyampaikan pesan Andi Baco ke orang tuanya, dia pun lantas mengurus kepulangan Andi Baco, untuk menjalani perawatan di rumah kedua orang tuanya.


*************


sementara itu, di ruang tanpa waktu, setelah kepergian Ardi, tinggallah Andi Baco dan Kakek Surya.


" sebentar lagi kita akan berangkat. sebelum itu, aku akan memberikan kamu bekal di dalam perjalannmu kelak menjalan kan tugas. karna setelah ini, aku tidak akan bersama mu lagi untuk jangka waktu yang lama. tetapi kita akan bertemu kembali ". kata kakek Surya.


Kakek Surya kemudian meniup ke depan, dan tiba-tiba sebuah benda melayang di hadapan Andi Baco. benda itu berbentuk bulat seperti kelereng, dan bening seperti air. benda tersebut berputar dua kali, kemudian dengan kecepatan kilat masuk kedalam kepala Andi Baco, seperti batu yang tenggelam ke air.


Andi Baco terkejut dan dengan refleks meraba dahinya yang merupakan tempat masuk benda tersebut.


" apa yang terjadi kek ? benda apa itu tadi ? ", tanya Andi Baco.


Pandangan Andi Baco perlahan menggelap dan semakin gelap dan gelap.


****************


Beberapa ratus tahun atau ribu tahun sebelum masehi.


sebentuk Cahaya biru melesat dengan kecepatan tinggi menembus Atmosfer bumi. Cahaya tersebut terus melesat menuju sebuah pulau besar yang dari ketinggian terlihat seperti huruf K. Cahaya tersebut jatuh di puncak sebuah gunung di wilayah selatan pulau tersebut.


***********


Matahari pagi ini bersinar dengan lembut. di sebuah rumah besar yang terletak di pesisir sebuah pantai yang kelak bernama Pantai Majene, seorang anak laki-laki baru terbangun dari tidurnya. Anak laki-laki itu bernama La Tenri Bali. nama itu di berikan oleh orang tuanya dengan maksud agar supaya anaknya menjadi seseorang yang bisa memimpin tanpa ada lawan. nama itu dalam bahasa bugis yang berarti " tak terkalahkan ".


Akan tetapi takdir sepertinya senang bercanda. Nama tersebut berbanding terbalik dengan kehidupan La Tenri Bali. di usianya yang sudah 10 tahun, dimana anak-anak sebayanya sudah menekuni ilmu beladiri dan menguasai tenaga dalam rata-rata level biru, dia masih berkutat dengan level dasar menghimpun tenaga dalam.


Ayah dari La Tenri Bali adalah La Panessai, seorang guru besar di padepokan bela diri terbesar di kerajaan Torayya. Padepokan tersebut di kenal dengan nama Padepokan Anoa Hitam. dan guru besarnya di juluki Pendekar Batara Karang.


La Tenri Bali membuka matanya dengan malas. dia kemudian bangun dari tempat tidur dan merapikan tempat tidur tersebut. dia bergegas ke kamar mandi di belakang rumah dan membersihkan diri. setelah membersihkan diri, dia mengganti pakaianya dengan pakaian bersih yang ada di lemari kayu jati. dia memakai Celana Pangsi selutut warna putih dan sebuah rompi warna putih.

__ADS_1


di ruang makan, ibunya sedang menyiapkan sarapan. nasi putih yang masih mengepul dan ikan bakar yang masih segar tersaji di atas meja makan.


Ayahnya sudah dari tadi berangkat keluar karna ada urusan dengan pihak kerajaan. jadi La Tenri Bali sarapan berdua dengan ibunya.


" Ayahmu tadi berpesan, agar kamu menemui pamanmu di Aula penerimaan murid baru ", kata ibunya.


" baik bu ", kata La Tenri Bali, sambil meminum air putih dari gelas.


sebagai Padepokan besar, Padepokan Anoa Hitam memang berdiri di atas lahan yang luasnya hampir 100 hektar. Rumah Guru besar padepokan berada di ujung barat, dengan tembok batu karang alam di belakangnya.


Aula Penerimaan murid baru berada di dekat pintu gerbang padepokan. . di dalam aula, duduk ketua pertama padepokan, sekaligus Adik Kandung La Panessai. ketua pertama tersebut bernama La Bukkang. dia juga bergelar Pendekar Tinju Batu.


La Bukkang tampak sedang membaca beberapa helai daun lontar kering yang di dalamnya terdapat tulisan. Kumpulan daun lontar yang berisi tulisan itu adalah Kitab Pusaka padepokan yang di wariskan turun temurun dari kakek mereka.


" Paman mencari saya ? ", kata La Tenri Bali ketika sudah berada di dalam aula.


La Bukkang meletakkan daun lontar yang di bacanya di atas meja, dan menatap keponakannya tersebut dengan pandangan iba.


" bagaimana perkembangan latihan mu nak ? apakah sudah bisa menghimpun tenaga dalam ? " , tanya La Bukkang.


" Saya masih berusaha paman ". jawab La Tenri Bali.


" tadi malam ayahmu berpesan kepada paman, untuk membawa kamu ke petilasan leluhur di Puncak Gunung Gandang Dewata. seharusnya Ayahmu sendiri yang membawa mu. tetapi saat ini dia harus membantu pasukan kerajaan menumpas perampok di wilayah utara. menurut perkiraan kami, potensi dirimu akan terbuka setelah kamu mengunjungi petilasan tersebut ". Kata La Bukkang selanjutnya.


" kita berangkat tengah hari sebentar. siapkan keperluanmu ". lanjut La Bukkang Kemudian.


" Kalau begitu saya pamit paman ", kata La Tenri Bali.


setelah kepergian keponakannya, La Bukkang kembali membuka kitab kuno di hadapannya. di daun lontar tersebut tertera kalimat :


" anak keturunanku di generasi ke tujuh akan membuka peradaban baru di Tana Ogi. Dia akan menjadi sosok tak terkalahkan, menghancurkan angkara murka. dia yang akan membuka gerbang alam dewata, dan bertahta di atas singgasananya sendiri ".


kalimat tersebut membuat bulu kuduk La Bukkang berdiri. betapa dahsyatnya kalimat tersebut. tetapi kenyataan berbanding terbalik dengan. La Tenri Bali yang merupakan satu-satunya Generasi ketujuh di keluarga mereka, bahkan belum mampu menghimpun tenaga dalam di tubuhnya. La Bukkang memang tidak memiliki satupun keturunan dari ketiga istrinya. atas alasan itu, dia dan kakaknya berinisiatif untuk meminta petunjuk leluhur.


*********


Keterangan :


- Kundalini : sebuah energi yang sangat kuat yang melingkar di dasar tulang belakang tiap orang. para parktisi energi tidak asing dengan istilah ini.


- Kerajaan Torayya : suatu kekuasaan kuno di sebuah wilayah di sulawesi yang sekarang meliputi hampir semua daerah di beberapa provinsi di pulau sulawesi. pusatnya berada di Kabupaten Tana Toraja sekarang.

__ADS_1


- Gunung Gandang Dewata : sebuah gunung yang berdiri di Kabupaten Mamasa, Sulawesi barat. Kabupaten Mamasa sendiri, bertetangga dengan Kabupaten Majene.


__ADS_2