SEMESTA TAK TERBATAS

SEMESTA TAK TERBATAS
8. KELAHIRAN KEMBALI


__ADS_3

“ Racun ? “ , kaget La Kinang.


“ hanya guru yang bisa mengatasi hal ini “, desah La Kinang dengan wajah lesu dan putus asa.


 


La Kinang memandang wajah La Tenri Bali dengan perasaan iba. Dia kebingungan dengan situasi saat ini.  Di tengah kebingungan yang melandanya, La Kinang tiba-tiba tersentak kaget Ketika merasakan getaran energi kuat di belakangnya, dan dengan dengan cepat membalikkan tubuhnya untuk melihat ke arah pintu kamar. Di depan pintu kamar yang terbuka, terlihat Pendekar Batara Karang berdiri dengan mata terpejam sambil mencium sebilah Badik.


 


“ Guru…… “ , ucap La Kinang setengah terkejut.


 


Bagaimana tidak, setaunya gurunya itu ada di Makale untuk membantu pihak kerajaan menumpas gerombolan Ular Hitam. Sedangkan jarak Makale ke desa Tirawuta ini membutuhkan waktu 3 hari dengan berkuda. Sungguh suatu hal yang sulit untuk di percayai, Ketika gurunya tiba-tiba berada di depan kamar penginapannya.


 


Mendengar suara La Kinang, La Panessai pun membuka matanya, kemudian menyarungkan Kembali badiknya. Dia pun bergegas menghampiri anaknya yang terbaring, tanpa berkata apa-apa.


 


La Panessai segera memeriksa denyut nadi anaknya, dan merasakan denyut nadi yang sudah sangat lemah sekali. Dia lantas melihat ada bekas totokan di beberapa titik tubuh La Tenri Bali. Dia pun segera maklum, kalau muridnya La Kinang telah memberikan pertolongan pertama. Dia lantas meletakkan telapak tangannya di atas dada La Tenri Bali, dan mulai menyalurkan tenaga dalam.


 


Tangan La Panessai pun tersentak keatas. Terjadi penolakan dari tubuh La Tenri Bali.


“ Racun ? “ , kaget La Panessai.


“ racun yang mampu menolak tenaga dalam, adalah racun dari darah binatang setengah siluman. Dan yang menguasai Ilmu Pukulan Beracun adalah Setan Ular Hitam. Aku harus cepat-cepat Kembali ke Padepokan. Nyawa mereka berdua terancam “, Gumam La Panessai sambil melirik sekilas ke arah adiknya yang juga terbaring tak sadarkan diri.


 


La Panessai kemudian berdiri. Dia berbalik menghadap La Kinang.


“ Siapkan tandu untuk paman gurumu dan juga adik mu. Aku harus membawa mereka pulang malam ini juga “, perintah La Panessai kepada La Kinang.


 


“ baik guru “, jawab La Kinang, dan langsung bergegas keluar kamar untuk menyuruh pelayan-pelayannya menyiapkan tandu.


Tidak sampai satu jam, dua buah tandu sederhana yang terbuat dari bambu telah siap di dalam kamar penginapan tempat La Panessai berada. La Kinang dan beberapa pelayan kemudian memindahkan La Tenri Bali dan Pamannya ke atas tandu.


 


“ terima kasih kinang, aku berangkat dulu “ , kata La Panessai sambil menepuk bahu muridnya tersebut.


 


La Panessai kemudian duduk bersila dengan dua tandu di depannya. Dia Kembali menghunus badiknya. Sambil memejamkan mata, dia mencium badiknya tersebut dengan penuh hikmat.


 


“ wahai badik Billa Awo, bawa kami Kembali ke Padepokan Anoa Hitam sekarang juga “, ucap La Panessai dengan pelan.


 


Dan dalam sekejap mata, La Panessai beserta tandu di depannya menghilang dari kamar penginapan tersebut.


 


La Kinang yang masih berdiri di dalam kamar hanya bisa ternganga menyaksikan betapa luar biasanya kesaktian gurunya tersebut. Beberapa pelayan yang juga ikut menyaksikan hal tersebut sampai menahan nafas.


 


“ guru benar-benar luar biasa. Mungkin hanya beliau yang mempunyai kemampuan berpindah tempat secepat itu di dunia ini “, gumam La Kinang dalam hati.


 


 


Perguruan anoa hitam.


 


Sejak sore, I Bunga Sitakke sudah merasa gelisah. Firasat buruk menerpa hatinya. Sampai tengah malam ia terus duduk di ruangan tengah rumahnya. Dia tidak mampu memicingkan matanya. Firasatnya mengatakan telah terjadi sesuatu yang buruk pada anaknya, La Tenri Bali.


 


Tepat Ketika ayam jantan berkokok untuk pertama kalinya, La Panessai tiba-tiba muncul di ruangan Bersama dua tandu.


“ Daeng…apa yang terjadi dengan anak kita ?? “,  I Bunga Sitakke bertanya histeris, melihat La Tenri Bali  ada di atas salah satu tandu.


 


“ aku belum tau pasti apa yang terjadi, tapi mereka terluka dan keracunan. Cepat ambilkan serbuk


Kelapa Emas, aku harus cepat menetralisir racunnya “, jawab La Panessai sambil menyarungkan Kembali badiknya.


 


Serbuk Kelapa Emas adalah serbuk dari kelapa kuning yang tumbuh setinggi dua meter dan memiliki hanya satu buah saja sepanjang hidupnya. Serbuk ini merupakan obat penawar segala macam racun. Cara pengolahannya juga tidak sembarangan, harus di pendam di tempat keramat selama satu tahun penuh.


 


Tidak lama kemudian, I Bunga Sitakke telah keluar kamar sambil membawa bungkusan merah berisi Serbuk Kelapa Emas. Dia juga membawa dua gelas bamboo berisi air.


 


Setelah menerima Serbuk tersebut, La Panessai mulai meracik obat penawar racun untuk adik dan anaknya. Setelah jadi, La Panessai mulai meminumkan racikan tersebut ke anaknya. Dia menotok leher anaknya kemudian meminumkan racikan penawar tersebut. Setelah selesai, dia berpindah ke La Bukkang dan melakukan hal yang sama.


 


Satu menit kemudian, La Bukkang mulai terbatuk dan memuntahkan darah hitam kental dari mulutnya. La Bukkang membuka mata dan melihat La Panessai.


 


“ Daeng…. “ , ucapnya lirih.


 


“ tetap berbaring dan jangan terlalu banyak bergerak, mulai atur tenaga dalammu pelan-pelan “, tukas La Panessai ke adiknya itu.


 


Dia kemudian mengalihkan pandangan ke La Tenri Bali yang belum menunjukkan reaksi apa-apa setelah di minumkan cairan penawar tersebut. Dia mulai mendapat firasat buruk. Sementara I Bunga Sitakke tak henti-hentinya menangis sambil membelai rambut anaknya.


 


“ Daeng …. Anak kita Daeng… “ , kata I Bunga Sitakke dengan air mata yang terus mengalir.


 


Dengan perasaan was-was, La Panessai memeriksa denyut nadi anaknya. Dia tidak merasakan denyutan apa-apa. Dia juga tidak melihat tanda kehidupan lagi di wajah anaknya.


 


“ tidaaaaaaakkkkkkkkkkk……”, teriak I Bunga Sitakke Histeris, Ketika melihat wajah suaminya tertunduk sedih.


“ sabar Daeng andi, ini mungkin sudah ketentuan dewata “, kata La Panessai lirih sambil memeluk istrinya.

__ADS_1


 


“ katakan padaku Daeng, siapa yang melakukan ini kepada anak kita “, kata I Bunga Sitakke setengah berbisik.


 


“ aku juga belum tau Daeng andi, kita tunggu dulu La Bukkang sadar sepenuhnya. Mari kita pindahkan dulu anak kita ke kamarnya “ , jawab La Panessai sambil mengangkat tubuh La Tenri Bali.


 


 


Puncak Gunung Gandang Dewata.


 


Tiga siluet yang menggantung di langit perlahan turun. Mereka kini melayang di atas batu pualam putih yang ada di bawah pohon cendana raksasa. Di atas batu pualam kini tampak siluet lainya yang terlihat seperti sosok Orang tua berwajah bersih, berpakaian jubah putih.


 


“ salam hormat kami guru “ , ujar tiga siluet itu bersamaan.


 


“ aku terima salam kalian murid-muridku “. Jawab siluet yang berwujud orang tua berjubah itu.


“ sekarang adalah waktunya. Tugas kalian hanya mengawal dan menjaga sampai proses kelahiran sang penguasa selesai “, sambung siluet orang tua tersebut.


 


Dia kemudian meniup ke arah pohon cendana. Sebuah benda seperti telur memancarkan cahaya biru keluar dari dalam pohon cendana. Benda tersebut melayang di depan orang tua tersebut.


 


“ pergilah dan buatlah sejarah baru “ , kata orang tua tersebut. Benda tersebut kemudian melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke timur, arah dimana Padepokan Anoa Hitam berada.


 


“ kami berangkat sekarang guru “ jawab ketiga siluet lainnya.


 


Siluet orang tua hanya menganggukkan kepala. Dan kemudian lenyap tanpa bekas bersamaan dengan lenyapnya ketiga siluet lainnya.


 


**************


Padepokan Anoa Hitam.


 


La Panessai dan Istrinya sedang di ruangan tengah. Mereka mendengarkan La Bukkang bercerita kejadian yang menimpa anak mereka. Sesekali tampak wajah La Panessai memerah. Sementara  Bunga Sitakke terus menangis.


 


Sementara itu, di atas rumah Nampak seberkas cahaya biru melesat dari arah barat. Cahaya tersebut turun di atas kamar tempat La Tenri Bali terbaring tak bernyawa. Cahaya tersebut menembus atap rumah dan dengan perlahan masuk ke tubuh La Tenri Bali.


 


*************************


 


Sementara itu, di RUANG TANPA WAKTU, tepat Ketika Kakek Surya meniup ke depan, Andi Baso kehilangan kesadaran. Pandangannya gelap dan dia tidak ingat apa-apa lagi. Ketika suara burung-burung di pagi hari mulai terdengar, Andi Baso pun mulai membuka mata. Pandangannya perlahan mulai melihat cahaya. Dia mengerjapkan mata beberapa kali untuk membuat pandangannya lebih jernih.


 


 


“ anakku….. owh dewata yang agung… anakku hidup Kembali “ , dengan wajah setengah tidak percaya, dia memeluk tubuh La Tenri Bali yang Kembali hidup untuk kedua kalinya.


 


Andi Baso yang kini berada di tubuh La Tenri Bali pun mulai sadar dengan ingatan barunya. Dia ingat kalau Wanita yang sedang memeluknya adalah ibunya. Dan Namanya sekarang adalah La Tenri Bali.


 


“ ibu…. Aku haus buuu… “ , kata La Tenri Bali.


 


“ owh tentu anakku sayang. Ibu ambilkan minum dengan makanan “ kata I Bunga Sitakke. Dia mencium kening anaknya, dan beranjak ke dapur dengan wajah yang sangat Bahagia.


 


La Tenri Bali kemudian bangun dan duduk di atas Kasur. Dia mulai berusaha beradaptasi dengan ingatan yang tiba-tiba saja memenuhi kepalanya. Dia ingat juga peristiwa Ketika dirinya di cegat di kaki gunung Gandang Dewata.


“ Setan Ular Hitam, tunggu pembalasanku “ , gumam La Tenri Bali, sambil meraba rusuk belakangnya yang sempat patah dan sekarang normal Kembali.


 


DING……!!!


 


[ Selamat. Tuan telah berhasil mengaktifkan System ]


 


“ suara siapa ini ? “ kaget La Tenri Bali Ketika tiba-tiba mendengar suara di kepalanya.


 


[ ini adalah System yang akan mendampingi tuan di kehidupan tuan yang sekarang ]


[ Tuan bisa bertanya apa saja kepada System tentang apa saja ]


[ Tuan bisa memulai dengan Status tuan. Tuan bisa mengucapkan kata Status ]


 


“ wah keren ini, mirip kayak komputer dong. Baik saya coba. System, STATUS “ kata La Tenri Bali.


 


Tiba-tiba sebuah layar seperti tampilan komputer muncul di otaknya dengan beberapa tulisan.


 


[ Nama : La Tenri Bali ]


[ Level : Belum Aktif ]


[ Poin tukar : 1.000 Poin ]


[ Teknik : - ]


[ Status : Pewaris Padepokan Anoa Hitam ]


[ Pekerjaan : - ]

__ADS_1


[ Kondisi : Sehat 100 % ]


 


“ wow, ini sungguh luar biasa. System, coba jelaskan tentang Level, Poin tukar, dan Teknik “ , kata La Tenri Bali.


 


[ Level adalah tingkatan tenaga dalam yang tuan miliki. Poin tukar adalah alat pembayaran untuk membeli apa saja di toko system, Teknik adalah Ilmu kedigdayaan yang bisa tuan pergunakan di kehidupan sekarang ]


 


“ wah, ada tokonya juga. Bagaimana kalau saya ingin mengaktifkan Level ? “, tanya La Tenri Bali penasaran.


 


[ tuan bisa menukarkan 10 poin tukar untuk mengaktifkan level. Apakah tuan ingin mengaktifkan level sekarang? ]


 


“ iya, aktifkan level sekarang “ jawab La Tenri Bali.


 


Tiba-tiba La Tenri Bali merasakan sensasi hangat yang berputar di bagian bawah pusarnya, tepatnya tiga jari di bawah pusar.


 


[ Selamat. tuan telah mengaktifkan Level. Poin tukar akan di kurangi 10 ]


[ Selamat. tuan mendapatkan  200 poin pengetahuan ]


[ Selamat. Tuan memasuki Level pembentukan tenaga dalam lingkar Kuning Tingkat 1 ]


[ Selamat. Tuan mendapatkan kotak hadiah karena sudah mengaktifkan level ]


 


La Tenri Bali tercengang mendengar suara pemberitahuan system. Dia jadi teringat notifikasi sosmed sewaktu dia masih di kesadaran lamanya.


 


“ setelah sekian lama, akhirnya saya bisa juga memiliki tenaga dalam. Walaupun masih lingkar kuning level 1, tapi ini sudah keajaiban. Saya bisa menaikkan level dengan terus berlatih. “ gumam La Tenri Bali dalam hati. Tapi dia juga penasaran dengan kehebatan system yang bisa membuatnya dengan mudah memiliki tenaga dalam.


 


“ system, apakah ada cara agar saya bisa menaikkan level tenaga dalam saya dengan cepat ? “, tanya La Tenri Bali


 


[ untuk menaikkan level, tuan bisa menukarkan poin tukar. Untuk level kuning, kenaikan tingkat membutuhkan 10 poin untuk kenaikan masing-masing tingkat. Level selanjutnya membutuhkan kelipatannya ]


 


“ wah sangat keren. Saya bisa menaikkan level sampai level berapa ? “


 


[ tuan bisa menaikkan level sampai level Pembentukan Tenaga dalam level merah tingkat 9. apakah tuan berminat menaikkan level tuan sekarang ? ]


 


“ iya, naikkan level saya ke Pembentukan Tenaga Dalam puncak “  kata La Tenri Bali lagi.


 


Dan, sensasi hangat yang La Tenri Bali rasakan tadi Kembali terjadi. Sensasi hangat itu perlahan berubah menjadi sensasi panas yang membuat La Tenri Bali harus mengertakkan gigi untuk menahannya. Sensasi itu hanya berlangsung sekitar 10 detik, dan itu cukup untuk membuat La Tenri Bali berkeringat.


 


[ Selamat. Tuan memasuki Level pembentukan tenaga dalam lingkar Kuning Tingkat 9 ]


[ Selamat. Tuan memasuki Level pembentukan tenaga dalam lingkar Hijau Tingkat 9 ]


[ Selamat. Tuan memasuki Level pembentukan tenaga dalam lingkar Biru Tingkat 9 ]


[ Selamat. Tuan memasuki Level pembentukan tenaga dalam lingkar Coklat Tingkat 9 ]


[ Selamat. Tuan memasuki Level pembentukan tenaga dalam lingkar Merah Tingkat 9 ]


[ Selamat. Tuan menukarkan 750 poin tukar ]


[ Selamat. tuan mendapatkan  9800 poin pengetahuan ]


[ Selamat. Tuan mendapatkan 5 kotak hadiah karena sudah menaikkan level ]


 


Suara pemberitahuan system terus berbunyi di kepala La Tenri Bali. Dan yang sangat membahagiakannya adalah Level kekuatan tenaga dalam nya sudah berada di pembentukan Tenaga Dalam Puncak. Satu anak tangga lagi, dia akan menjadi Pendekar. Sesuatu kekuatan yang sangat besar dia rasakan di dalam tubuhnya.


**************


 Level-Level Tenaga dalam di Novel ini :


-


-Pembentukan Tenaga Dalam, di tandai dengan warna yang melingkar di kolam tenaga dalam seseorang. tingkatannya di hitung dari berapa banyak lingkarannya :


Level Kuning : ( Tingkat 1- 9 )


Level Hijau : ( Tingkat 1- 9 )


Level Biru : ( Tingkat 1- 9 )


Level Coklat : ( Tingkat 1- 9 )


Level Merah : ( Tingkat 1- 9 )


Pendekar :


Biasa : ( 1 - 3 Matahari )


Satria : ( 4 - 6 Matahari )


Prajurit : ( 7 - 9 Matahari )


Panglima : ( 10 - 12 Matahari )


Raja : ( 12 - 49 Matahari )


Guru : ( 50 - 199 Matahari )


Maha Guru : ( 200 - 999 Matahari )


Batara : ( 1000 - 1999 Matahari )


Batara Guru : ( 2000 - 10.000 Matahari )


Level Atas : belum pernah ada


Catatan : Matahari disini adalah tenaga dalam berbentuk bola kecil yang padat yang menjadi tolak ukur tingkat tenaga dalam seseorang. semakin luas kolam tenaga dalam seseorang, semakin banyak matahari yang bisa dia kumpulkan.

__ADS_1


 


__ADS_2