
Malam itu menjadi malam yang sangat mengerikan buatku,Hasan dan Abim melakukan perdebatan yang sangat sengit sampai sampai aku bingung bagaimana caraku menyelesaikan masalah ini akhirnya aku memilih untuk pergi entah apa yang di lakukan mereka berdua bagiku kini dirikulah yang salah sebab semuanya ini tidak akan terjadi jika tidak ada diriku.Kini sudah jam 3 pagi aku pergi kesebuah atap hotel dan merebahkan diriku disana sambil melihat bintang sambil menunggu sang fajar yang indah muncul,aku ingin menenangkan diriku dari segala masalah kufikir mereka takkan mencariku tapi nyatanya mereka terus menerus menelfonku tanpa henti dan aku memutuskan mematikan handphone ku supaya aku tenang
Sang fajar yang sangat indah muncul,tapi anehnya aku tidak merasa silau walau sedikitpu n,ternyata ada sebuah kain yang menutupi wajahku dan ada selimut juga yang menutupi tubuhku namun aku tak tahu dari siapa tidak ada seorangpun disini aku hanya berfikir mungkin seseorang yang belas kasihan kepadaku sehingga ia memberikan selimut dan menutupi wajahku dengan kain.Setalah semua tenagaku terkumpulkan aku turun kebawah menuju kamar namun aku mendengar suara Abim yang berada dikamarmu aku takut nanti ada perkelahian lagi,aku langsung pergi ke suatu tempat untuk mencari makan sekaligus jalan jalan mataku sedikit bengkak karena menangis semalaman.Aku tidak begitu mengerti tempat ini namun suasananya indah dan nyaman tak lama kemudian tanpa kusadari aku tersesat masuk kedalam hutan entah aku tak tahu dimana itu akhirnya aku menelfon Abim
"Hhm...ayo angat Abim" gumamku
"Hallo Shella,kamu dimana" tanya Abin dengan marah
"Aku ada di dalam hutan tak tahu ini dimana,aku tersesat tolong aku" jawabku sambil menangis
"Iya tenang Shella aku kesana"
saat percakapan kami belum selesai tiba tiba handphoneku tidak ada sinyal dan mati seketika sebab tadi malam lupa belum di isi batrainya.Yang ada dalam fikiranku adalah aku harus keluar sebelum matahari terbenam namun ketika aku berjalan keluar justru malah tambah tersesat ke dalam hutan,aku hanya bisa menangis dan diam di dalam hutan aku tak ingin mati sia sia disini tak lama kemudian ada suara seseorang yang memanggilku tapi aku takut jika itu bukan Abim
__ADS_1
"Shella...Shella...Shella" teriak Abim memanggiku
namun aku tak menyahut meskipun mendengarnya,sebab aku takut hari juga sudah mulai gelap dan aku yakin jika itu Abim saat memaggilku aku tidak menyahut dia pasti akan memanggilku dengan nama sebutan yang ia pakai untuk memanggilku dulu saat kita bersama
"Shella..Shella...kamu dimana,oh iya aku harus panggil dia dengan nama sebutannya baru ia akan percaya kalau ini aku" gumam Abim
"Humairahku dimana kamu...." teriak Abim memanggilku dengan nama sebutannya untukku
"Abim aku disini,Abim...."
"Humairahku....." teriak Abim sambil berlari kearahku
"Abimmmmmmm" ucapku sambil memelukknya dan menangis
__ADS_1
"Wahai Humairahku kenapa kamu menagis aku sudah ada disini ayo kita pulang hari sudah mulai gelap" ucap Abim
"Hmm...ayo aku juga takut disini" jawabku
setelah beberapa menit akhirnya aku dan Abim keluar dari dalam hutan yang menyeramkan,aku tak ingin lagi pergi ke dalam hutan itu lagi
"Abim bagaimana caramu menemukanku" tanyaku setelah keluar dari Hutan
"Itu mudah sekali,sekarang yang terpenting kita kembali ke hotel dan kamu tenangin diri kamu dulu ya wahai Humairahku" goda Abim
"Ih...apan sih,sudah ayo pulang"
setelah sampai dihotel ia menjelaskan bahwa ia melacak keberadaan ponselku lewat panggilanku yang terakhir
__ADS_1