
Setelah kejadian itu aku tk ingin berada lagi disini aku takut jika nanti suatu masalah timbul lagi dan menyebabkan trauma pada diriku.Setalah malam tiba aku istirahat di kamar yang aku takutkan sekarang ini adalah jika Hasan tiba tiba datang dengan sangat marah dan membawaku pergi dari sini,sebab jika ia marah dia akan melakukan apapun apa lagi untuk orang dia sayang.Namun aku merasa sedikit aman karena kamar Abim berada disebelah kamar hotelku sementara Hasan entah kemana,tiba tiba
"Tok....tok....tok..." suara orang mengetuk pintu
"Siapa ya dateng tengah malam" gumamku dengan nada lirih
"Siapa ya,Abim kamu jangan bercanda aku takut" jawabku dengan suara lantang
dia tak menyahut sama sekali dan itu membuatku menjadi lebih takut,namun aku memberanikan diriku untuk melihatnya
"Kreeekkkk" suara pintu terbuka
"Hallo Shella,are you okey beby" ucap orang misterius
"Siapa kamu,jangan macam macam kamu dengan saya"
"Ayo kita pergi yang jauh,sudah lama aku menyukaimu dan sekarang sudah larut malam tak ada seorangpun disini"ucap orang misterius sambil menggenggam tanganku dengan erat
"Nggk,apaan sih kamu...lepsin,Abim...Abim...Abim...." teriakku sambil mencoba melepaskan gengamannya
"Dia tidak akan dengar cantik,dia sudah tertidur pulas sebab ini tengah malam hahahhaa" si misterius
"Nggk...Abim belum tidur,aku harus berteriak lebih keras lagi" ucapku dalam hati
"Abim...tolong Abim.....Tolong aku...." teriakku
"Sudahlah percuma ayo kita pergi" katanya sambil menarikku
__ADS_1
Tak lama setelah aku teriak teriak dan akan dibawa oleh si Misterius itu Abim keluar dan dia memukul bagian belakang kepala si Misterius dia langsung pingsan,aku bergegas menelpon polisi sekitar 4 menit polisi datang dan dia ternyata adalah salah satu buronan yang kabur dari penjara
"Terima kasih karena anda sudah membantu menangkap dia"Kata salah satu polisi
"Ia sama sama" ucap Abim
"Ehmmm...emang dia siapa pak" tanyaku
"Dia adalah seorang napi yang kabur dari penjara dan sedikit kurang waras,jika ia bertemu wanita yang ia sukai maka kemanapun wanita itu pergi akan di ikutinya" ucap pak polisi
"Oh gitu" jawabku sambil gemeteran
Karena Abim tau aku sangat takut dia memelukku dengan satu tangan di pundak untuk menenangkanku
"Sudah jangan takut aku ada disini" bisik Abim
"kalau begitu saya pamit dulu,tolong jaga istrinya dengan baik ya pak" pak polisi
"Istri apaan"ucapku
"Abim,kamu tahu nggak aku kira dia itu suruhannya Hasan lho atau malah hasan ternyata bukan,aku lega" kataku
"Sudahlah jangan dipikir to...Hasan juga sudah gak ada kamu juga nih...jangan suka Seudzon"Kata Abim sambil memencet hidungku
"Apaan sih" kataku (sewot)
"Udah aku mau tidur dulu" Ucap Abim
__ADS_1
"Ikut..hmmmmm" (kaya anak kecil)
"Ih gak boleh kita belum mahram"
"Aku gak berani sendirian" (sambil nangis)
"Hreeeh...ya udah iya,ayo masuk"
"Yyeyeyeyyeey....tidur"(sambil belari menuju ranjang)
Akhirnya malam itu aku tidur satu kamar dengan Abim,cuma satu kamar lho ya...aku berada di ranjang dan Abim di Soffa panjang aku tidur dengan sangat pulas waktu menunjukkan jam 2 lebih seperempat aku terbangun aku melihat Abim tidak memakai selimut,aku pergi mengambil selimut dan menyelimutinnya tanpa kusadarai aku mengatakan suata hal aneh
"Abim...Anna Ukhibbaka Fillah" Ucapku dengan nada lirih di telinganya
setelah aku akan pergi tiba tiba ada tangan yang memegang tanganku aku terkejut
"Shella...Anna Ukhibuki Fillah" jawab Abim
" Aku kira kamu tidur,ih malu gak jadi deh"
"Ciee....akhirnya kembali bersama lagi wehehe"(canda Abim)
"Udah stop aku mau tidur"(sambil berjalan menuju tempat tidur dengan rasa malu)
"Makasih calon istrikuu..." ucap Abim dengan nada yang keras hingga membuatku malu
"Sama sama Calon imam" ucapku dengan lirih
__ADS_1
"Apa apa kurang jelas" kata Abim
" Gak jadi sudahlah bay...."