Sepucuk Surat Dariku Untukmu Lewat Di Sepertiga Malamku

Sepucuk Surat Dariku Untukmu Lewat Di Sepertiga Malamku
Episode 3 Seperti Bunga


__ADS_3

Bunga yang indah kini bermekaran di setiap sudut taman di belakang rumahku,aku tidak ingin menjadi seperti bunga yang mekar itu ketika tumbuh dengan indah cantik nan elok banyak orang menginginkan untuk dipetik namun ketika sang pemetik telah bosan maka di buanglah bunga itu.Sama halnya diriku dan Abim,dulu kita masih baik baik saja namun tiba tiba Abim hilang entah kemana dan sekarang muncul kembali ia ingin kembali bersamaku.Bukannya aku tak mau namun aku masih trauma akan hal yang telah terjadi aku tak ingin masa lalu ter ulang kembali,namun jika memang ia adalah jodohku maka akan aku terima dengan ikhlas dan lapang dada sebab kini hatiku masih bimbang antara suka dan benci kepadanya yah..meskipun sudah tiga tahun berlalu,aku tahu tak mudah untuk melupakan apa yang telah terjadi kini aku hanya bisa pasrah dan menunggu waktu yang ku nantikan datang.


Pagi ini aku tidak ingin pergi ke kampus sebab aku tidak ingin bertemu dengan Abim,aku pergi ke sebuah perpustakaan besar di kotaku aku memakai baju ala korea,mamaki krudung dan menggunakan sepatu supaya tidak terlalu capek, aku menaiki bis karena tempat yang agak jauh dari rumahku setelah sampai di halte aku berjalan kaki menuju perpustakaan itu saat di tengah jalan tali sepatu yang aku pakai terlepas saat aku menunduk untuk membenarkan tali sepatu tiba tiba di depanku ada seorang laki laki ber diri di depanku sambil menjulurkan tanganya


"Ayo aku bantu berdiri" kata lelaki itu


"Hmmm...kamu siapa?" jawabku sambil menatap ke laki laki tersebut


"Aku Hasan,Assalamu'alaikum" ucapnya


"Wa'alaikumusalam,tidak usah aku bisa sendiri"


"Oh iya salam kenal,kalau boleh tau siapa namamu? hhmm"


"Perkenalkan aku Shella" jawabku sambil tersenyum


" kamu mau kemana?" tanya lelaki itu sambil mengangkat sebelah kanan alisnya


"Aku mau keperpustakaan"


"Kebetulan sekali aku juga mau kesana,mau pergi bersama?" ucapnya sambil menggaruk kepala dan tersenyum


"Hmmm boleh.."


Saat di perjalanan kami berbincang bincang sampai sampai aku tidak tahu kalau di depanku ada pohon


"Jleduk...aduh kepalaku" ucapku sambil memegang kepala


"Eh hati hati sakit nggk?" tanya Hasan


"Ya sakitlah masih nanya" jawabku dengan cemberut

__ADS_1


"Hhhh makanya kalau jalan tuh ati ati udah tau pohon masih aja di tabrak"


"Hiihh bukanya ngasihani malah di ketawain,jahat kamu ya wah bener bener" ucapku dengan nada marah


"Iya deh iya maaf"


Setelah itu kami pergi ke apotek sebentar untuk membeli obat,sampainya di sana hasan yang membelikannya


"Mbak permisi apa ada saleb sama plaster?"


"Oh iya ada mas,sebentar ya saya ambilkan"jawab salah satu kariyawan yang bekerja di apotek


"Kamu gpp kan?"Tanya Hasan sambil meniup kepalaku


"Menurtmu?" jawabku dengan agak marah


"Hehehe"


"Oh pacar saya tadi menabrak pohon maklum" dengan tersenyum


"Mbknya masnya ganteng banget dapat dari mana?" tanya pekerja di apotek


"Tadi saya pungut dari jalanan" jawabku sambil melirik hasan


"Kalian cocok banget beneran satunya ganteng satunya cantik,satunya pendiem satunya bawel" ujar mbak apotek


"Nggk" jawabku


"Iya" kata Hasan


Mbak yang bekerja di apotekpun tertawa terbahak bahak melihat tingakhku dan Hasab seolah olah seperti anak kecil yang sedang berantem

__ADS_1


"Apa lho" ujarku ke Hasan


"Apa" jawab Hasan sambil melotot


"Udah yuk nanti keburu tutup" ajaku ke Hasan


"Oh iya lupa,yuk.Makasih ya mbak"ucapnya Mbak apotek


"Iya sama sama"


Kamipun melanjutkan perjalanan menuju perpustakaan dan sampainya di sana ternyata tempatnya sudah tutup,aku kecewa namun Hasan menyemangatiku dia mengajaku pergi ke sebuah taman disana ada sungai yang aliran airnya dapat membuat orang tenang


"Udah gapapa besok masih ada waktu kamu mau nggk besok ke perpustakaan bersamaku?"tanya Hasan


"Okey,siapa takut" jawabku


"Tapi kita baru ketemu lho,apa kamu gak takut sama aku?" kata Hasan


"Aku yakin kalau kamu itu orang baik,semoga aja" jawabku sambil tersenyum


"Oh iya boleh minta no handphone kamu supaya besok kita bisa janjian mau ketemu dimana,kan katanya mau ke perpustakaan?"


"Boleh tapi dengan satu syarat"ujarku


"Apa syaratnya?" tanya Hasan degan menatapku


"Syaratnya No hand phoneku di larang di berikan kepada siapa siapa meskipun itu teman kamu,gimana deal?"


"Okey aku pastiin nggk ada yang punya No hand phone kamu,makasih"


"Okey"

__ADS_1


Mungkin Allah mempunyai cara lain untuk menemukanku denganya namun aku takut jika aku nanti nyaman dengan dia


__ADS_2