
sudah beberapa hari key mencoba menghindar jika bertemu Alfy.
entah kenapa key merasa gugup dan kaku jika bertemu dengan Alfy semenjak kejadian beberapa hari yang lalu.
namun berbeda dengan Alfy, dia tampak biasa saja dan seolah-olah tidak ada yang terjadi di antara mereka.
hal tersebut membuat key merasa amat kesal dengan Alfy dan key memutuskan mulai dari hari ini dia tidak akan menghindar jika bertemu Alfy.
key merasa dirinya amat bodoh dan merasa hilang akal.
tak seharusnya key merasa seperti itu padahal selama ini dia orang yang amat cuek dengan situasi apa pun.
key keluar dari kamar dan menuju lift, ia menekan tombol lift dan masuk kedalam.
ketika pintu lift hendak tertutup tiba-tiba Alfy masuk kedalam lift, key mulai berasa gugup namun dia berusaha tenang.
"kau tidak menghindari ku." tanya Alfy tiba-tiba
"tidak." jawab key datar menahan kegugupan nya.
Alfy menoleh kerah key lalu membalikkan badannya, berjalan perlahan dan mendekati key.
melihat apa yang dilakukan Alfy, key mundur secara perlahan dan membuatnya terpojok di sudut ruangan lift.
Alfy menatap dalam wajah key da key mencoba menepis kegugupan nya lalu membalas tatapan Alfy.
kini mereka saling bertatapan dan tubuh Alfy semakin dekat.
merasa Alfy yang begitu dekat dengannya, key menahan dada Alfy dengan kedua tangannya. sementara mata mereka masih saling ber tatapan.
"apa kau akan mencium ku lagi." tanya key yang mengangkat satu alisnya.
Alfy pun tertawa pelan mendengar hal itu dan menjauhkan tubuhnya dari key, karna lift yang mereka naiki sudah sampai ke bawah.
pintu lift terbuka Alfy langsung keluar dari sana meninggalkan key yang masih kebingungan dengan keadaan yang baru terjadi.
"Haaah.. aku bisa gila jika seperi ini." gumam key memegangi dadanya lalu ikut keluar dari lift.
sesampainya di parkiran key melihat Alfy yang bersandar di pintu mobilnya.
key pun menghampiri nya dengan tatapan heran.
"apa yang kau lakukan di mobilku." tanya key yang mendekat ke arah alfy.
"minggir lah aku sedang banyak urusan dan sangat sibuk, jangan menggangguku." lanjut key
__ADS_1
Alfy tak menjawab pertanyaan key dan key pun langsung masuk kedalam mobil.
tiba-tiba Alfy juga ikut masuk kedalam mobilnya dan membuat key semakin bingung.
"apa maunya pria ini ?!." tanya key dalam hati sambil menatap kearah Alfy.
"mengikuti mu." jawab Alfy yang seolah tau dengan raut wajah key.
"hiaa.. kenapa kau mengikuti ku.. apa kau sudah gila.. apa kau seorang penguntit ?!." kata key sedikit berteriak kesal karna Alfy bisa mengetahui pikirannya.
"terserah kau saja.. ayo jalan nanti kau bisa telat." ucap Alfy sambil menggerdikkan bahunya.
key pun melajukan mobilnya tanpa berkata apa-apa lagi, karna Key tau itu akan percuma jika dia tetap bicara yang ada membuat nya semakin kesal.
mereka hanya diam sepanjang perjalanan, key memutar arah mobilnya menuju ke pengadilan setelah menerima pesan dari client nya.
hari ini key melakukan sidang terakhir client nya dan Alfy hanya diam mengikuti saja.
sesampai didepan pengadilan key memberikan topi dan masker ke pada Alfy.
"pakailah ini banyak wartawan disini dan aku tak ingin kau mengacau." kata key memberikan topi dan masker.
Alfy mengambil apa yang diberikan key tanpa sepatah kata apa pun dan memakainya.
lalu mereka turun dan key menghampiri client nya dan wartawan pun berdatangan membondong mereka dengan berbagai pertanyaan.
sesampai di dalam ruangan key menyuruh Alfy duduk di kursi peserta yang ikut menonton persidangan.
sementara key langsung menuju kursi khusus pengacara dan client di depan.
key langsung membuka laptop nya untuk mengoreksi lagi dokumen sebelum persidangan dimulai.
didalam ruangan Alfy tetap menggunakan topi dan masker nya sesuai instruksi dari key sebelumnya.
setelah menghabiskan waktu selama 2 jam akhirnya sidang pun selesai dan key memenangi persidangan lagi.
"terimakasih atas bantuan mu nona." ucap seseorang kepada key
"hmm.. ini sudah menjadi tugas ku." jawab key sambil tersenyum.
merekapun berjalan keluar dari ruangan sidang, diluar Alfy sudah berdiri menunggu key.
__ADS_1
"sekali lagi terimakasih dan semoga harimu menyenangkan.". ucap seorang client.
dan ia segera berpamitan karna mengetahui key sudah ditunggu boleh seseorang.
key hanya mengangguk sambil tersenyum dan seorang client tersebut segera pergi meninggal kan key.
kemudian key menghampiri Alfy dan mengajaknya pergi untuk makan siang karna key sudah sangat lapar.
key tak sempat makan siang ketika istirahat persidangan tadi yang waktunya teramat singkat.
kini mereka sudah berada di restoran depan kantor pengadilan dan key pun memesan makanan yang banyak karna moodnya sedang bagus.
tak lama menunggu makanan pun datang dan key langsung melahap makanannya karna dirinya amat lapar.
sedangkan Alfy hanya diam memandangi key saja dari tadi tanpa sepatah kata pun.
"makan lah makanan mu, jika tidak aku akan menyantap nya." ucap key yang sadar bahwa Alfy sejak tadi memperhatikan nya.
"makan lah.. aku sedang tidak berselera." kata Alfy sambil menggeser kan makanannya ke arah key.
"okey.." jawab key langsung memakan makanan tersebut.
Alfy tersenyum sambil meminum, minumannya melihat key yang selama ini tidak berubah terhadap makanan.
"apa kau akan kembali kekantor habis ini." tanya Alfy
"hmm.. aku akan memulangkan berkas dokumen dan mengambil semua barang ku." jawab key dengan mulut yang masih berisi makanan.
"telan lah dulu makanan mu, kau bisa tersedak nanti." kata Alfy melihat bicara dengan mulut yang masih berisi makanan.
"apa kau akan pindah, knapa mengambil semua barang mu ?!.". lanjut Alfy yang bingung dengan jawaban key.
"tidak, surat pengunduran diri ku sudah di terima tadi pagi." jawab key membuat Alfy terperangah.
"jadi hari ini adalah hari terakhir aku kerja dan menghadapi sidang para client ku." lanjut key kemudian meminum minumannya.
"why ?! apa kau ada masalah." tanya Alfy yang msih bingung dengan perkataan key.
"tidak, aku hanya bosan.". jawab key datar dan membuat Alfy terperangah lagi dengan ucapannya.
"apa kau masih ikut dengan ku ?!, jika masih ayo pergi sekarang karna ada yang harus aku urus terlebih dahulu." kata key kemudian berdiri dari tempat duduknya.
Alfy hanya mengangguk dan berjalan mengikuti key dengan perasaan yang masih bingung.
Alfy merasa tidak puas dan tidak mengerti, menurutnya tidak masuk akal dengan jawaban key apalagi dia mengatakan hanya karna bosan.
__ADS_1
sesampainya di kantor key mengurus urusannya dengan cepat dan membereskan barang-barang nya dibantu oleh alfy, serta berpamitan dengan beberapa rekan kerja nya yang selama ini sudah bersedia membantu nya.