
pesta memasuki malam hari key turun untuk makan malam bersama tamu undangan lainnya.
dimalam hari key menggunakan gaun hitam panjang yang membuatnya tampak elegan.
rambutnya diikat kebelakang, belahan gaun yang tinggi menampakkan sebagian paha mulusnya.
banyak mata kaum Adam yang mencuri pandang kearah key.
key duduk bersama keluarga nya dan menyantap makanan dalam diam.
acara makan malam pun selesai dan memasuki acara hiburan.
disana sudah tersedia beberapa para pemain alat musik yang akan mengiringi acara tersebut.
di sana sudah tampak Diana sang nyonya DOMANI menaiki panggung musik.
Diana meminta mikrofon pada sang pembawa acara, sementara para tamu undangan hanya memandangi apa yang akan dilakukan oleh sang nyonya DOMANI.
"cek." tes Diana menghidupkan miknya
"terimakasih pada tamu undangan yang sudah bersedia menemani acara ini hingga malam hari." ucap Diana sambil tersenyum.
hal tersebut membuat beberapa orang bertepuk tangan.
"ini adalah acara yang sangat sepesial bagi saya dengan kehadiran anak ke dua kami." lanjut Diana
"dan pada kesempatan ini saya ingin mengabdikan momen dari putri pertama kami keyna."
key tercengang heran dengan apa yang dilakukan sang momy di atas panggung.
"key kemari lah sayang." pinta Diana sambil tersenyum.
key berjalan ke depan menuju panggung tempat sang momy berada.
suara riuh tepuk tangan mengiringi langkah key hingga ke atas panggung.
"mom.. what are you doing ?!." tanya key pelan pada Diana.
"menyanyikan satu lagu untuk kami key." pinta Diana
"WHAT MOM.." ucap key kaget.
"ayolah sayang satu kali saja."
"tapi mom.."
"ayolah key.. kau pandai menyanyi kenapa harus ragu." pinta Diana lagi.
"NO MOM.. mintalah yang lain aku akan mengabulkannya." tolak key
"itu bukan hal yang susah key." kata Domani yang sudah berada di atas panggung juga.
"KEYNA.. KEYNA.." teriak Nayla dari bawah panggung dan mulai diikuti oleh para tamu undangan.
"Oh.. God.." lirih key kesal.
dengan terpaksa key pun menuruti keinginan kedua orang tuanya.
instrumen musik mulai terdengar para tamu undangan pun berdiri menari mengikuti alunan musik yang di nyanyikan oleh key.
"apa dia bisa bernyanyi." tanya Bryan sedikit berteriak pada rekannya.
"aku tidak tahu." jawab Alex.
"tenang saja,, dia paling anti memalukan diri." ucap Gaby pada bryan.
__ADS_1
merekapun ikut berdiri dan menari bersama key pun mulai bernyanyi.
key menyanyikan lagu Michel Buble yang berjudul sway dengan gaya musik keroncong.
*🎶 when marimba rhythms star to play..
🎶 dance with me, make me sway..
🎶 like a lazy ocean the hugs the shore..
🎶 hold me close, sway me more..
🎶 like a flower bending in the breeze..
🎶 bend with me, sway with easy..
🎶 when we dance, you have a way with me..
🎶 stay whet me, sway with me..
🎶 other dancer may be on the floor*..
*🎶 dear, but my eyes Will see only you..
🎶 only you have the megic tachnique
🎶 when we sway, I go weak..
🎶 I can hear the sounds of violins..
🎶 long before it begins..
🎶 make me thrill as only you know how..
🎶 sway me smooth, sway me now*..
diakhir lagu key mendapat tepuk tangan yang sangat meriah dari semua orang.
key tersenyum dan menundukkan kepala, dia sedikit merasa malu karna ini kali pertama nya lagi setelah 6 tahun dia bernyanyi didepan banyak orang.
dulu key pernah ikut kelas musik di Amerika ketika SMA dan berhenti ketika waktu lomba key dicurangi oleh temannya.
saat itu dia amat kesal meskipun menyanyi bukan lah hobinya.
key benar-benar marah pada temannya yang menyokong juri alasannya karna terpaksa karna tekanan dari orang tua yang mengharuskan dia menang.
bahkan key melaporkan hal tersebut kepada guru kelas musik nya, namun tidak ada tanggapan sama sekali karna guru nya ikut menerima sokongan tersebut.
semenjak itu key berhenti menyanyi karna dia merasa kekecewaan terhadap teman dan guru nya.
key turun dari panggung dan duduk kembali ke kursi yang semula dia duduki.
hari semakin larut malam dan sudah banyak para tamu undangan yang berpamitan pulang.
domani dan Diana sang istri sudah masuk kedalam resort untuk istirahat.
sekarang tinggal sebagian anak muda yang menikmati acara bebas dari pesta tersebut.
dari arah jauh tampak seorang laki-laki mendekati key dengan keadaan sedikit mabuk.
"Hay.." sapa orang tersebut menghampiri key yang asyik duduk sendiri sejak tadi.
"apa aku boleh duduk" tanya laki-laki tersebut pada key
key hanya mengangkat kan satu alisnya sambil meminum gelas wine nya.
laki-laki tersebut duduk di samping key dan tersenyum semirk ke arah key.
__ADS_1
key cuek dengan hal tersebut, karna itu sudah biasa bagi key bertemu dengan laki-laki seperti itu.
"kau sangat cantik." kata laki-laki tersebut mulai menyentuh bahu key.
key menoleh dan membuang tangan tersebut dari atas bahunya.
"aku sangat suka dengan wanita yang malu-malu diawalnya." ucap laki-laki itu lagi mulai meletakkan tangan nya di pinggang key.
"DON'T TOUCH ME." kata key dengan nada yang sedikit ditekan.
"hey.. ayolah.. aku sangat pandai dalam hal ini." kata laki-laki itu dengan tangannya yang sudah mencoba meraba paha key.
dengan cepat key mengibaskan tangan laki-laki tersebut.
hal itu membuat laki-laki tersebut sedikit kesal dan mencoba memeluk paksa key.
key berdiri dari duduknya, laki-laki tersebut juga berdiri mencoba memeluk key lagi.
key yang kesal dengan hal tersebut menendang tulang kering laki-laki itu hingga membuatnya sedikit berteriak.
semua orang yang mendengar hal tersebut menoleh kearah key dan laki-laki itu.
laki-laki itu tampak tak terima dan mencoba memukul key, namun belum sempat pukulannya sampai key memukul kepala laki-laki tersebut dengan botol wine yang ada di atas meja.
"PRANKK" suara botol tersebut pecah di kepal laki-laki itu dan membuat kepalanya berdarah.
semua orang mencoba mendekat kearah key, Rey yang mengobrol sedang mengobrol dengan anggota B seven pun bergegas kearah key.
"what are you doing key.." tanya Rey yang melihat key memegang pecahan botol yang dipukulnya.
"aku memukulnya." jawab key enteng dan menjatuhkan botol yang dipegang nya.
"what ?!.. why ?!." tanya Rey lagi yang tak mengerti dengan kejadian tersebut.
sementara yang lainnya hanya tercengan dengan jawaban key yang enteng tanpa dosa.
"hanya ingin saja." jawab key mengedik kan kedua bahunya lalu pergi.
melihat key yang jawabannya enteng dan hendak pergi Rey menarik tangan key.
laki-laki tersebut masih terduduk dengan tangan yang memegangi kepalanya yang berdarah.
"bawa dia kerumah sakit terdekat." perintah Rey kepada keamanan yang ada disana.
beberapa orang pun membantu membopong laki-laki itu untuk dibawa kerumah sakit.
key masih dalam genggaman Rey yang meminta penjelasan tentang apa yang sudah dilakukan nya.
"lepasin." kata key sedikit berteriak.
"jelesin.." kata Rey tegas pasalnya Rey tahu key tidak mungkin melakukan hal tersebut tanpa sebab.
sementara yang lain juga masih berada di sana ikut menunggu penjelasan dari key.
"dia meraba paha ku, jadi aku memukulnya sebagai hadiah." jawab key dengan santai lalu pergi dari hadapan orang-orang yang melihat nya.
"owh... key.." lirih Rey yang memegang kepala nya yang tidak pusing.
yang lain hanya menggeleng mendengar jawaban key dan mencoba memahami situasi.
"wuaahh.. dia benar-benar hebat." ucap bryan yang mendapat tawa kecil dari rekannya.
karna hal tersebut akhirnya Rey memutuskan untuk membubarkan acara tersebut.
satu persatu mereka mulai keluar dan pulang ketempat masing-masing.
terkecuali anggota B seven yang ikut bermalam di resort atas permintaan domani dan Diana sang istri.
__ADS_1
happy reading 😘..
buat yang mampir Jagan lupa tinggal jejak ya..