
setelah menghabiskan waktu selama 2 hari di rumah sakit akhirnya alfy pulang juga.
kakinya sudah tampak membaik hanya jika terlalu banyak berjalan masih berasa sedikit nyeri.
untuk sementara Alfy tidak bisa mengikuti latihan dance bersama teman-temannya.
"ehemm.. akhirnya kau pulang juga." kata key melihat Jean mengemasi barang Alfy.
"body guard mu.. banyak sekali." lanjut key yang melihat semua anggota ada disana.
key yang bersandar di pintu langsung mendapatkan tatoan tajam dari Alfy, sedangkan yang lainnya mengernyitkan dahi.
"apa menurutmu kami benar-benar seperti bodyguard ?!.. wah.. kau benar-benar ya,, jika kau bukan seorang wanita sudah ku tutup mulut mu dengan tinju ku.". celoteh bryan yang kesal.
dalam hatinya berkata bagai mana wajah setampan dia bisa dikatakan seperti bodyguard.
sementara Key hanya mengerdikkan pelan bahunya.
"aku tidak yakin kau berani dengannya Hyung." timpal Arka sedikit meragukan ucapan Bryan.
Bryan menatap tajam pada Arka karena meremehkan nya.
Arka yang mendapat tatapan tersebut menyendiri kuda membuat yang lain tertawa.
"bahkan kau sangat takut dengan serangga aku juga ragu jika kau tiba-tiba berani dengannya." kata Alex membela Arka membuat Bryan tambah kesal.
"berkemas lah cepat lalu pergi.. aku sudah bosan melihat kalian disini." kata key melihat mereka berdebat.
"aku tidak bosan kok ". kata suara yang tiba-tiba muncul di belakang key tak lain adalah aleya.
key menatap sinis aleya tersenyum manis mendapat tatapan key yang seperti ingin membunuh.
"kau pikir aku tidak bosan ?!, bahkan aku sangat bosan melihat mu yang merawat ku." balas Alfy membuka suara.
key menatap kearahnya lalu berjalan mendekati Alfy yang berdiri disudut ranjang.
yang lain tampak berpikir hal apa yang akan dilakukan oleh key pada Alfy.
melihat hal tersebut Gaby segera menghentikan langkah key.
"apa yang akan kau lakukan nyonya ?!.". tanya Gaby yang berdiri di hadapan key sambil merentangkan kedua tangannya.
"minggir lah.. apa yang kau lakukan." kata key yang menepis rentangan tangan Gaby.
"jangan takut.. aku tidak suka menghajar orang yang sedang sakit." lanjut key berjalan mengambil sesuatu di atas nakas.
"wuah.. harga dirimu cukup tinggi juga." ucap lois.
key mengerdikkan bahu lagi dan pergi begitu saja setelah mengambil sesuatu di atas nakas.
belum sempat key pergi sebuah tangan meraih pergelangan tangan nya dan menarik nya kembali ke posisi.
__ADS_1
kini tubuh key saling berhadapan dengan Alfy hanya tersisa 5 Senti jarak antara mereka berdua.
yang lain tercengang termasuk aleya yang juga ada disana melihat apa yang akan dilakukan oleh Alfy.
sementara key dan Alfy masih diam dengan mata saling ber tatapan.
jantung key mulai berdegup setiap kali dia berhadapan dekat dengan Alfy.
namun key selalu mengkondisikan dirinya agar terlihat biasa saja.
Alfy perlahan mulai mendekat kan dirinya lebih dekat lagi dengan key.
key yang merasa Alfy semakin dekat dengannya langsung mendorong tubuh Alfy hingga terjatuh ke atas hospital bed.
tubuh key pun terbawa jatuh ke atas tubuh Alfy Karna Alfy menarik tangan key yang mendorong nya.
kini tubuh mereka menempel tampa celah dengan jantung yang saling berpacu.
sementara yang lain terngaga dan membelalak melihat hal yang terjadi dengan key dan Alfy.
"owh.. shitttt... apa kau sudah gila." teriak key tersadar dengan posisi dan cepat bangkit dari atas badan Alfy.
mendengar umpatan key, Alfy menyunggingkan senyum samar nya yang hampir tak dapat terlihat.
"owhh... apa yang kalian lakukan." kata aleya yang masih tercengang.
"ini benar-benar pemandangan yang langka." kata Jean
yang lain hanya mengangguk dengan ucapan Alex dengan mata yang masih mengarah ke key dan Alfy.
"bahkan ketakutan ku lebih besar dari mu jika dia benar-benar mencium ku." kata Alfy yang menjawab ucapan Alex.
kemudian Alfy membangkitkan badannya dengan posisi duduk di atas ranjang.
key yang mendengar hal tersebut mengepalkan kedua tangannya merasa kesal.
"DASAR MESUM." kata key dengan nada yang penuh penekanan.
key langsung berlalu pergi dengan kesal meninggal mereka yang ada di ruangan termasuk aleya.
aleya yang melihat key pergi bergegas mengikuti nya, Alfy tersenyum penuh kemenangan.
teman-teman nya menatap diam melihat punggung key yang menghambur keluar.
key masuk keruangan nya dengan sedikit membanting kan pintu karna kesal.
sementara aleya yang melihat key sangat kesal kembali keruangan nya sendiri.
dia tak ingin membuat key semakin kesal nanti nya.
aleya tersenyum mengingat kejadian tadi yang menurutnya lucu.
__ADS_1
sifat keras kepala key ternyata dikalahkan oleh Alfy dengan sangat mudah.
"wuah.. kau hebat dalam membuat key kesal." ucap Bryan mengacungkan kedua jempol nya pada Alfy.
acungan jempol tersebut diikuti oleh yang lainnya kecuali Gaby.
Gaby menatap sinis ke Alfy Karna tidak terima dengan hal tersebut.
Gaby berpikir bagaimana bisa Alfy melakukan hal tersebut.
sementara dia yang sangat menyukai key tidak pernah berpikir seperti itu.
Gaby sangat menyukai key dan dia berpikiran hal tersebut membuat nya sedikit cemburu.
tanpa dia sadari ternyata Alfy juga menyukainya key dengan cara yang berbeda.
begitu juga dengan yang lainnya yang memiliki rasa suka pada key namun tidak nampak seperti Gaby.
"apa kau cemburu." tanya Arka yang melihat wajah Gaby cemberut melihat Alfy.
padahal di hati Arka dia juga merasakan hal yang sama begitu juga dengan yang lainnya.
Gaby hanya mengerdikkan pelan bahunya menjawab pertanyaan Arka.
seorang perawat pun masuk untuk membereskan ruangan yang ditempati Alfy selama sakit.
melihat seorang perawat datang dan tersenyum setelah menjelaskan tugasnya Alfy dan temannya pun berlalu pergi dari ruangan tersebut.
Alfy berjalan di papah oleh Jean karna kakinya masih sedikit berasa nyeri jika berjalan agak jauh.
semua mata menatap kearah mereka ketika melewati lorong rumah sakit menuju parkiran.
beberapa orang melihatnya menyapa mereka, ada juga yang senyum-senyum sendiri dengan khayalan mereka.
siapa sih yang tidak suka melihat langsung atau bertemu langsung dengan artis papan atas.
apalagi mereka sangat terkenal sejagat raya dengan wajah mereka yang teramat tampan bak pangeran kerajaan dongeng.
tak banyak pula para fans menghalu menjadi pendamping mereka.
mereka yang melihat senyum dari para sang penatap melambaikan tangan ramahnya.
sementara senyum mereka yang melihat tingkah lucu para penatap tertutupi oleh masker.
selama berjalan di lorong rumah sakit mereka diiringi beberapa bodyguard takut hal buruk terjadi.
siapa tahu ada fans yang gila tiba-tiba menghampiri mereka secara paksa.
untungnya selama dirumah sakit hal tersebut tidak pernah terjadi karna peraturan dan penjagaan yang ketat dari pihak rumah sakit.
setelah cukup lama melewati lorong mereka pun sampai ke parkiran dan masuk kedalam mobil kembali kekediaman mereka.
__ADS_1
happy reading 😘...