Serial ArtLand: MINORITY TALENT

Serial ArtLand: MINORITY TALENT
Dampak Lima Ratus Ribu Dolar


__ADS_3

Tepat pukul 12:00. Debu tebal membumbung tinggi dari pusat kota Artland menyerupai kabut asap. Suara menderu dan berdesing membahana seperti ledakan raksasa. Kota Artland terlihat seperti badai tsunami dari kejauhan. Pekik jerit ketakutan menggaung di udara terbuka.


Athena dan Senja Terakhir memantul-mantul di tengah-tengah amukan massa di tengah kabut asap yang tercipta dari debu yang naik ke udara.


Dewi Samudera terhimpit di antara ratusan pria kekar bersenjata katana. Namun rantai besinya mengamuk ke segala arah.


Evan dan Elijah menyerampang di atas sepeda motornya bersama tim Racing lainnya berhadapan dengan sejumlah besar pengendara liar. Ledakan logam membahana setiap detiknya. Jonatan Van Allent, Reyhan Ibrahim, Ryan Gunawan dan juga Naomi bergabung di tengah-tengah mereka. Bahkan Arfah.


Ester Maria dan Ary Caroline, terdesak oleh amukan para remaja berandalan di pintu gerbang kantor Polisi Kota Artland. Adam Martinez, Ethan Hernadez, Martin Hernadez juga Dion Markus berusaha membentengi mereka, tapi jumlah remaja berandalan itu seolah tak ada habisnya seperti terjangan ombak.


Ardian Kusuma dan Agung Tirta semakin terjepit di pekarang samping kantor Polisi itu. Sementara Valentine dan Gilang Wibisana juga tertekan di sisi lainnya. Topan Maulanna bersama pasukan khusus juga sudah semakin kewalahan menangani serangan hujan molotov yang terus dihempaskan ke gedung kepolisian.


Dampak 500.000$ ternyata jauh lebih besar dibanding 1 juta $. Jauh lebih mengerikan dari yang mereka bayangkan. Dan semua itu dipicu janji seorang gadis. Ika Apriani betul-betul sudah tak tahan lagi menyaksikan semua ini. Ia marah dan putus asa menyaksikan banyak korban terus berjatuhan. Monica Debora harus mati, jeritnya dalam hati.


Tak lama kemudian gerbang perbatasan kota mulai digemparkan oleh kedatangan pasukan Jessifer Illucy. Siapa yang tidak tahu Jessifer Illucy. Mesin pembunuh paling mematikan di dunia yang tak terkalahkan. Menghadapi Jessifer Illucy tidak ada bedanya dengan menantang malaikat jurang maut.


Apa yang bisa dilakukan seniman saat menghadapi malaikat maut?


Membacakan dia puisi?


Atau melukisnya?


Atau menyanyikan sebuah lagu untuk menyambut kedatangannya?


Paravisi sudah mulai putus asa. Pihak kepolisian sudah kehabisan banyak personel akibat serangan massal yang bertubi-tubi. Ratusan unit divisi khusus bahkan telah banyak berjatuhan.


Tak sedikit rakyat sipil yang bertempat tinggal di sekitar gedung kepolisian itu menjadi korban. Bahkan pengguna jalan yang hanya melintas menjadi korban.

__ADS_1


Dewi Samudera mulai naik pitam. Rantai besinya mengamuk menghabisi apa saja tanpa kendali. Tapi kemudian ia mulai gemetar. Mereka tak pantas mati untuk ini. Harga yang ditawarkan Monica Debora tak sebanding dengan dampaknya. Ribuan nyawa melayang dalam hitungan menit. Dan terus bertambah setiap detiknya.


Dengan apa Monica Debora akan membayarnya?


Sebuah ledakan besar di depan gedung kepolisian membuat semua orang disekitarnya rebah ke tanah dan kehilangan nyawanya. Membuat semua orang memekik serentak dan berpaling ke arah ledakan. Semua orang serentak berhenti saling menyerang kemudian tercengang ke arah yang sama. Jessifer Illucy muncul di tengah-tengah ledakan. "Seret keluar perempuan j4lang itu!" Ia berteriak lantang.


Ika Apriani dan Luciana Adam yang saat itu berada di atas gedung bertingkat di depan gedung kepolisian itu melihat kedatangan Jessifer Illucy. Tapi mereka bahkan tak bisa melihat wajahnya. Mereka juga tidak bisa mendengar perdebatan di depan gerbang kantor polisi itu. Mereka hanya melihat sejumlah orang menyisi ketika perempuan itu muncul setelah ledakan bom yang dibuatnya. Ika hanya terkejut tubuh perempuan itu tidak ikut meledak. "Siapa dia?" Ia bertanya pada Luciana.


"Kalian tentukan sendiri, perempuan j4lang atau kota kalian!" Jessifer Illucy menggertak sejumlah personel kepolisian yang sudah babak belur.


"Apakah Anda sedang berusaha menawarkan kesepakatan?" Athena tiba-tiba muncul di tengah-tengah banyak orang, tepat di depan Jessifer Illucy.


Senja terbelalak menyadarinya. Athena juga ternyata memiliki kemampuan teleport.


"Aku tidak tertarik untuk konsultasi dengan Paranormal," sergah Jessifer Illucy dengan tampang mencela.


Semua orang melihatnya sontak tercengang. Sebagian orang mulai merangsek ke arah Senja dan Athena. Namun dengan sigap Topan Maulanna dan para Ninja Guardian serempak membentenginya.


Jessifer Illucy tersenyum masam. Kemudian mendesah. Tak lama kemudian tatapannya mulai melunak. "500.000$ akan menjadi milik kalian," katanya datar.


Senja dan Athena menanggapinya dengan wajah datar dan tatapan dingin. "Kami tidak tertarik dengan uang perempuan murahan!" Mereka berkata bersamaan.


Ini kesempatan emas, batin Ika Apriani. Gadis itu membidikkan anak panahnya ke arah Monica Debora. Sementara orang banyak berdesakan di sekeliling Senja dan Athena. Berusaha mati-matian merebut Monica Debora dari tengah-tengah mereka. Ia tahu aksi ini beresiko sangat besar. Meleset sedikit saja, anak panahnya bisa mengenai Athena atau Senja Terakhir. Tapi ia takkan punya kesempatan lagi setelah ini. Siapa pun perempuan itu jelas menginginkan Monica Debora juga. Sebentar lagi perempuan itu mungkin akan membawanya, pikir Ika. Dengan sikap pasrah gadis itu melepaskan anak panahnya.


Jleb!


Ika tak yakin anak panahnya mendarat di mana. Ia tidak dapat melihatnya. Gadis itu langsung berjongkok setelah melepaskan anak panahnya seraya menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.

__ADS_1


Luciana tersentak di dekatnya kemudian menatap gadis itu dengan tampang panik. "Are you ok?" Ia bertanya setengah menjerit.


Jessifer Illucy terperangah, kemudian terhuyung ke belakang beberapa langkah.


Athena memekik tertahan. Dan Senja terbelalak.


Bruk!


Tubuh Monica Debora ambruk ke lantai seiring jeritan tercekat dari tenggorokannya.


Bidikan Ika Apriani tepat mengenai sasaran. Tapi gadis itu masih menyembunyikan wajahnya dengan tubuh gemetar tak terkendali. Ia masih ketakutan setengah mati. Apakah aku berhasil? Ia bertanya dalam hati dengan perasaan was-was. Apakah anak panahku meleset? Ia tak sanggup membayangkan anak panahnya meleset ke arah Senja atau Athena. Mengingat kemungkinan itu, tubuhnya semakin gemeretak ketakutan.


"Are you ok, Sweetheart?" Luciana semakin khawatir.


Serentak semua orang menahan napas dan memekik bersamaan. Setelah mereka menyadari apa yang terjadi, akhirnya semua orang menurunkan senjatanya dan menyerah. Sebagian masih tercengang kebingungan. Sebagian mulai berpencar meninggalkan gedung kepolisian. Sebagian terpuruk dan mengerang putus asa.


Jessifer Illucy memicingkan matanya mengamati tubuh Monica Debora yang sudah tak bernyawa. Sebatang anak panah menancap telak di ulu hatinya. Jessifer Illucy mengerang kecewa.


Athena juga merunduk mengamati anak panah di dada gadis itu. Ia tersenyum tipis. Good job, Sweetheart! Batinnya bangga. Hanya tembakan keberuntungan, tapi ia percaya bukan sekedar kebetulan. Ia sudah melihat bakat gadis itu meski semua orang meremehkan kemampuannya. Gadis itu memiliki faktor hoki di atas rata-rata. Itu adalah bakat istimewa Ika Apriani. Untuk segala sesuatu, gadis itu hanya perlu memulainya. Dan keberuntungan akan berpihak padanya.


Jessifer Illucy menggeram mengetatkan rahangnya. Dari sorot matanya terlihat jelas bahwa ia tak cukup puas dengan apa yang dilihatnya. Pasukan yang mengawal Jessifer Illucy mulai berpencar meninggalkan gedung kepolisian kota Artland. Sementara Jessifer Illucy masih menatap Athena dan Senja Terakhir. Seperti sedang mencoba merekam identitas keduanya dan menyimpannya dalam otaknya.


Tapi Senja dan Athena tidak nampak gentar sedikitpun. Kedua Paravisi itu balas memandangnya seraya tersenyum tipis.


Jessifer Illucy membalasnya dengan senyuman yang sama. Kemudian berbalik membelakangi Senja dan Athena seraya mengacungkan dua jari--tengah dan telunjuknya ke arah Athena, lalu menghilang dalam sekejap.


Semua orang serentak terhenyak bersamaan.

__ADS_1


Senja memekik tertahan dan Athena tercengang. Jessifer Illucy juga memiliki kemampuan teleport.


__ADS_2