SERIBU TEROWONGAN MENGUBAH SEGALANYA

SERIBU TEROWONGAN MENGUBAH SEGALANYA
_ Chapter 18_


__ADS_3

Bagian 2


...(Rezki)...


Terus mendekat sampai Meyla ikut mengsejajarkan tubuhnya dengan pria asing itu.


“Apa kita pernah bertemu sebelumnya?”tanya Meyla.


Pria Asing yang dipanggil Kakak oleh Rezka, mengangkat kepalanya. Memandang Meyla dengan tatapan teduh dan tenang. Membuat hati Meyla langsung tertusuk oleh sesuatu.


“Kenapa ini..kenapa aku seperti mengenalnya, bukannya kami baru beberapa kali bertemu?”benak Meyla.


Pria Asing itu, mendudukkan diri dengan mengantur nafasnya. Membuat orang-orang menjadi memperhatikan dirinya. Bahkan bodyguard yang berdiri disampingnya. Entah dari kapan datang dan dari mana, intinya saat ini orang-orang memperhatikan Pria asing tersebut.


“Kenapa?..apa Kau tak mengingatku?”tanya Pria Asing dengan wajah yang penuh kesedihan.


Meyla membeku seketika. Bayangan samar-samar tentang seseorang kini membenak dikepalanya. Entah kenapa Pria Asing ini memang orang yang pernah ia temui. Tapi kenapa orang ini sulit diingat olehnya.


“Aku?...Aku sepertinya tak mengingat, atau mungkin ingatanku tak berjalan”ucapan yang keluar langsung dari mulut Meyla benar-benar diluar kendali.


“hahaha...sudahlah, kau benar Rezka....ia telah mencintaimu”ucap Pria Asing yang kemudian berdiri dari duduknya. Membuat Meyla ikut berdiri.


“Tunggu!!”Meyla menghentikan Pria Asing itu dengan menahan lengannya.


“Kenapa?”tanya Pria Asing itu lagi. Membuat Meyla benar-benar dibuat dalam permainan.


“Kenapa?..kau tanya kenapa?...apa kau bodoh?..aku perlu penjelasan, aku perlu rincian, kenapa ini terjadi, siapa yang Tunanganku, siapa yang kekasihku...siapa yang benar-benar melindungiku”kali ini Meyla telah lelah. Ia lelah karena bermain dalam permainan yang tak tahu siapa pemenangnya.


Ia merasa bahwa permainan ini khusus untuknya. Seperti dulu yang dimana ia telah menebaknya. Apa yang sebenarnya terjadi saat itu. Kenapa ia bisa melupakan semuanya?....kenapa?.


“Kau mau rincinya?....Aku akan memberitahumu sekarang”ucap Pria Asing itu.


Saat hendak membuka mulut, Rezka menghalangi pandangan Meyla yang fokus ke Pria Asing.


“Tak perlu diberitahu”ucap Rezka dengan nada dinginnya. Membuat Meyla mengerutkan keningnya.


“Kenapa?....aku yang bertanya, dan kenapa kau menghalanginya”Meyla membalikkan tubuh Rezka untuk menghadap kearahnya. Meyla tidak marah, ia hanya merasa bahwa Rezka ini juga telah mengetahui semuanya.


“Karena jika kau mengetahuinya, kau akan menderita”ucap Rezka tanpa basa basi. Membuat Meyla memiringkan kepalanya tak mengerti.


“Aku tak perduli...Aku ingin mengetahui semuanya”ucap final Meyla tanpa menerima penolakkan.


Namun Rezka yang telah beberapa bulan dengannya tak mengetahui sifat keras kepala Meyla. Jadi ia masih berusaha untuk menghindarkan Meyla dari semua yang ada.


“Tidak!!..tolong jangan membuat ini menjadi momen terburukmu”ucap Rezka dengan nada kahwatir. Namun seperti dari awal. Meyla yang keras kepala tetap keprinsipnya.


Tanpa menjawab, Meyla melewati Rezka dan berdiri didepan Orang Asing yang dipanggil Kakak oleh Rezka.


“Dengar..Aku tak perduli siapa dirimu, yang ku harapkan tolong jelaskan segalanya padaku”ucap Meyla memandang Pria Asing yang kini tengah diberi mantel oleh Bodyguardnya.


“Baiklah..akan ku katakan..”ucap Pria asing. Kali ini Rezka tak menghalangi karena Octa dan Ina menahannya. Ina dan Octa telah lama menahan diri untuk bertanya. Namun karena mendapat kesempatan mengetahui semuanya. Mereka berdua mengambil keputusan menahan Rezka.


“Ini terjadi bertahun yang lalu....


Disebuah ruangan yang kini tengah kumpul dua orang yang bisa dibilang seorang Kakek.


Mereka tengah menikmati waktu bersantai dan menghabiskan masa tua mereka dengan melakukan hal yang tak bermanfaat untuk mereka. seperti bermain catur atau melakukan berbagai bisnis yang sebenarnya tak menguntungkan mereka.


Benar..dan saat ini ide muncul diotak mereka. seorang Cucu dari keluarga besar R dengan bernama Meyla. Yang masih berusia 4 tahun tengah ikut berbincang dengan mereka.


“Kakek...aku ingin bermain”ucap Meyla dengan lancarnya. Ia baru saja pulang dari sekolah.


“Hm..Cucuku ini ingin bermain apa?”tanya Sang Kakek yang kini mengalihkan perhatiannya kecucu perempuan satu-satunya. Sedangkan temannya memandang interaksi mereka berdua.


“Aku sebenarnya ingin membuat game Kakek..dimana Game itu yang memenangkannya hanya diriku, dan yang lain akan mati jika mengerjaiku atau bermain curang padaku”ucap Meyla sambil mengemil cemilannya.


“Hm..menarik, terus permainan yang seperti apa kau inginkan?”tanya Kakeknya lagi. Meyla tentu merasa begitu bahagia jika idenya mendapat persetujuan oleh sang Kakek.


“Seperti permainan Terowongan Kakek....yang gelap dan berisikan air....yang ku inginkan itu ada tantangannya disetiap permainan yang ada. Tak hanya itu, saat ditantangan pertama jika ada yang takut maka ia langsung didiskualifikasi...dan lagi Kakek...ada orang yang akan menjadi pengawasnya, yang mengendalikan permainan itu Kek”ucap Meyla tanpa melihat ekspresi sang Kakek. Saat ia ingin menambah perkataannya. Meyla dipanggil oleh sang Ibu yang berakhir dengan dirinya harus pergi meninggalkan ide yang belum terselesaikan.


Sang Kakek tentu saja merasa ini hal yang langka. Ia yang telah bosan bermain bisnis dan bermain permainan caturnya. Mencoba memikirkan ide cermelang dari cucunya.


“Apa kau akan membuat permainan itu?”tanya sang Teman yang tak lagi adalah Sahabat Kakeknya Meyla.


“Apa kau tak merasa ini menarik....sungguh ini ide yang tak boleh disia-siakan”ucap sang Kakek Meyla.

__ADS_1


Sahabat Kakek Meyla itu mengangguk “Aku setuju...tapi untuk menjalankan permainan itu perlu izin dari pemerintah, dan lagi alasan permainan itu dibuat..apa lagi cucumu telah bilang, bahwa hanya ia yang menjadi pemenang...maka apa yang akan kau perbuat?”


“Tak perlu khawatir...aku telah memikirkan ini....dan aku perlu dukunganmu dalam proyek nanti, kalau masalah pemerintah aman akan ku atur...sisanya hanya tinggal mengatur permainan yang dinginkan oleh Cucuku”


“Aku akan mendukungmu..namun ada sedikit tambahan dariku...apa kau ingin mendengarnya?”


Kakek Meyla mengangguk.


-


5 tahun telah berlalu, dan usia Meyla telah meranjak 9 tahun. Ia saat ini tengah bersantai diruang tamu dengan cemilan miliknya. Sebenarnya hari ini ia ingin tidur cepat tapi sang Kakek membuat janji untuk menunggu kepulangannya. Jadi Meyla pun menunggu Kakeknya itu.


Dan tiba lah waktunya, Meyla melihat Kakek dan Sahabat kakeknya tengah melangkah menuju kearahnya. Setelah tiba, Sang Kakek dan Sahabatnya itu hanya berdiri.


“Kenapa Kek?”tanya Meyla.


“Meyla cucuku, kau bisa ikut dengan kami”ucap Kakek Meyla. Meyla mengangguk.


Mereka bertiga pun berjalan menuju kearah teras depan rumah. Dengan wajah bingungnya, Meyla melihat dua orang Kakek itu duduk dengan santai. Ia berbenak “Kalau mau duduk diruang tamu kan bisa, kenapa harus disini sih..ah biasa mungkin udah tua kali”


Ketiga orang itu pun duduk bersamaan. Saling berhadapan. Meyla lagi-lagi dibuat bingung oleh Kakek didepannya ini. Namun belum bertanya, gerakkan tiba-tiba muncul dan teras depan rumahnya berjalan maju. Bukan, malah mundur karena Meyla saat ini menghadap ke kakeknya.


Kakeknya dengan tenang melihat teras yang berjalan cepat ini. Sungguh Meyla langsung membalikkan tubuhnya untuk melihat juga. Dan ia langsung membelak kala menyadari bahwa kini mereka tengah menghadapi sebuah laut yang luas.


“Apa aku mati...karena kebanyakkan ngemil”guman Meyla yang didengar oleh Sahabat Kakeknya.


“Tidak..saat ini apa yang kau lihat itu nyata”ucapnya.


“eh benarkah?”


“Hm benar sayang”ucap Kakeknya sambil mengelus rambut Cucunya itu.


Mereka menikmati pemandangan yang begitu luar biasa sampai tiba didepan mereka sebuah pemukiman kecil yang tampak akur dan tentram.


“Tempat apa ini Kakek?”tanya Meyla setelah mereka tiba. Ia melirik orang-orang yang melewati mereka tanpa menyadari kedatangan mereka.


“Ini adalah tempat halusinasi...atau desa tanpa sadar...yang dimana saat kau menyentuh atau membeli sesuatu dari sini, saat itulah kau bisa sadar bahwa mereka itu ada dan saat ini kita tak bisa menganggap bahwa mereka itu benar-benar nyata atau bukan”ucap Kakeknya menjawab pertanyaan sang Cucu. Meyla hanya mengangguk. Ia sebenarnya bodoamat akan hal ini yang ia penasaran adalah dua buah rumah kecil yang terapung diair.


Rumah itu terlihat tua tapi mampu terapung dilaut. Unik dan menarik untuk Meyla. Ia bahkan melangkah lebih dulu menaiki rumah tua itu. Kakek dan Sahabat Kakeknya tersenyum melihat tingkah Meyla.


“Kakek disana ada apa?”tanya Meyla. Kakeknya hanya tersenyum.


Meski tak mendapat jawaban dari pertanyaannya, Meyla tak menghiraukan dan malah menikmati apa yang ada didepannya.


Saat ini ia telah tiba di dinding besar itu. Dengan genangan air yang sangat luar biasa. Membuatnya menikmati tempat yang diajak oleh Kakeknya.


Setelah semua dijelajahi. Meyla akhirnya tiba digerbang 1000, iya Meyla mendapat penjelasan tentang Terowongan yang ia kunjungi ini. Terdapat 1000 Terowongan. Dan masing-masing dari Terowongan itu terdapat tantangannya. Inilah hal yang menarik bagi Meyla. Ia bahkan tak mendengarkan penjelasan dari Kakeknya.


Seperti itulah ceritanya....permainan ini hanya 3 kali dan ketiga ini adalah ingatmu yang kembali maka seperti wasiat yang tertulis..kau akan mengetahui semuanya”ucap Pria asing itu.


Meyla hanya menunduk, ia tak berani mengangkat wajahnya. Kini semua ingatan masa kecilnya kembali. Ia baru sadar bahwa dulu perkataannya, Idenya telah diwujudkan oleh Kakeknya.


Dan Wasiat itu...


“Cucuku..meski pertandingan Seribu Terowongan telah selesai, hanya dirimu yang bisa menjalankannya. Kakek ingin memberitahumu...permainan ini adalah permainan nyata, jika telah dibunuh, maka ia tak akan bisa kembali....dan pemerintah hanya memberikan 3 kali kesempatan. Maka Kakek ingin kau bermain lebih lama, dengan mengambil ingatan mu dan menghapus bagian yang seharusnya kau ingat. Kakek membuatkan game ini khusus untukmu...dan maaf jika kakek menyakitimu”


Suara wasiat yang ditinggalkan bergema didalam ruangan. Meyla terduduk lemas. Ia bahkan tak sanggup lagi mendengarkan lebih jelas.


Pria asing itu hanya menatap kearah Meyla. “Aku sudah menyampaikan apa yang ingin kau ketahui, sekarang aku permisi..”ucapnya yang kemudian ingin melangkah pergi. Namun langkahnya terhenti saat Rezka datang menghadangnya.


“Kakak....ini masih belum sepenuhnya selesai, tolong beritahu dirinya”ucap Rezka. Membuat Octa dan Ina yang menatap dengan rasa penasaran.


“Untuk apa?..kau telah mendapatkannya, sekarang ia menjadi milikmu”ucap Pria Asing.


“Apa perjanjian kita telah dibatalkan?”tanya Rezka.


“Aku berpikir lebih baik ia cuma mengetahui sampai disini, aku..uhuk!....tak akan bisa melepaskannya jika memberitahunya..Uhuk!!!”


“Tapi Kakak!!!!!”


“Maaf tuan Muda kedua, kami akan membawa Tuan muda pertama untuk pulang, waktunya tak lama lagi”ucap salah satu bodyguard yang berdiri disamping Rezka.


Rezka langsung menatap horor kearah Kakaknya itu. “Apa waktu Kakak telah....”ia menatap kearah Meyla yang masih terbengong dan menatap Kakaknya yang memandang Meyla dengan pandangan terlembut yang dimiliki olehnya.


Octa dan Ina telah duduk disamping Meyla. Mereka memenangkan Meyla yang masih terdiam dalam kebingungannya.

__ADS_1


Hingga tak berapa lama, Meyla berdiri menatap dua orang yang berwajah sama. Namun diantar mereka tengah menahan rasa sakitnya.


“Maaf kami permisi”ucap Bodyguard yang ingin membawa Kakaknya Rezka.


“REZKI...”ucap Meyla.


Mata Rezka dan Rezki terkejut bersamaan. Mereka menatap Meyla yang kini juga menatap mereka. Meyla melangkah pelan menuju kearah Rezki yang masih dipopong oleh Bodyguardnya.


“Kau, Rezki bukan?”tanya Meyla yang telah sampai didepan Rezki.


Kakak Rezka atau lebih tepatnya Rezki, ia tersenyum melihat Meyla yang kini menatap lembut padanya.


“Apa kau mengingatku?....”tanya Rezki.


Meyla mengangguk “Tentu, kau adalah Kakaknya Rezka, dan Rezka adalah tunanganku yang tertulis disurat peninggalan kakekku”ucap Meyla. Ia tersenyum lalu memeluk Rezki yang terdiam. Senyum luntur diwajahnya Rezki.


“ah....benar, aku adalah kakaknya atau lebih tepatnya kembarannya”ucap Rezki. Rezka yang memandang hal tersebut hanya terdiam, ia tak mampu lagi menatap dua orang yang mencintai sepihak.


“CUKUP!!!” Rezka berteriak. Membuat ruangan menjadi bergema, Rezka ingin melanjutkan ucapannya. Namun Rezki telah menatap teduh pada mereka. tubuhnya tak mampu lagi berdiri. Dengan cepat tubuh itu roboh dan menubruk tubuh Meyla. Meyla yang memeluknya langsung terkejut.


“Rezki!!!”ucap Meyla saat ia juga ikut terjatuh.


“Kakak!!”Rezka mendekat dan memeriksa keadaan Kakaknya.


Rezki batuk berkali-kali membuat seluruh bajunya dan baju Meyla terkena darah. Pemandangan ini tak layak untuk dilihat.


Rezki masih tersenyum, dan Meyla lagi-lagi terhanyut dalam ingatannya. Sedangkan Rezka tak sanggup lagi menahan sakitnya.


“Kakak..katakan saja yang sebenarnya, aku akan mewakilkan kakak”ucap Rezka yang langsung menatap Meyla.


Meyla tersadar saat mendengar ucapan Rezka. Ia menatap Rezki dipangkuannya. Rezki yang menutup mata, dengan mengatur nafasnya.


“Nona Meyla!!....orang yang selama ini kau cari, adalah Rezki atau kakakku...atau bisa dibilang adalah Tunangan Aslimu dan Kekasih yang kau cintai”ucap Rezka langsung.


Meyla yang membengong kini merasa diberi siraman air dingin. Membuat otaknya menjadi konslet. Ia merasa ini benar-benar permainan yang luar biasa.


“Tunggu!!....maksud mu, Rezki ini adalah tunangan yang sebenarnya?”tanya Ina yang mendapat anggukkan dari Rezka.


Octa dan Ina menatap horor kearah 3 orang didepan mereka. apakah ini yang disebut cinta segitiga. Yang satu mencintai wanita yang tak mencintainya. yang satu lagi mencintai namun tak berani menunjukkan diri dan yang cewek mencintai dua orang yang sama dan tak tahu siapa yang benar-benar dicintainya.


“HAHAHAHAH sudah selesaikah kalian permainkan perasaanku?”tanya Meyla. Meski saat ini ia memangku Rezki. Ia masih bisa tertawa dengan air mata yang mengalir.


“Apa maksudnya ini Rezki?”Meyla bertanya kepada Rezki yang mengatur nafas untuk bisa membuka matanya. Para bodyguard tak berani menganggu, karena mereka mendapat perintah sebelum tiba disini.


“Aku minta maaf tak bisa Uhuk Aku mempermainkannya..uhuk Aku tak sanggup melihat kekasihku mencintai orang lain, padahal aku Tunanganmu...Meyla katakan kepadaku, bagaimana caraku menahan rasa sakit saat melihat mu bahagia dengan adikku dan melupakan diriku yang aslinya Tunanganmu sendiri”ucap Rezki dengan berusaha menahan kesadarannya.


Meyla mematung. Ia merasa bahwa ia memang gadis yang buruk. Mungkin inilah alasan orang menjauhinya.


“Dan aku juga tak ingin kau mengetahui bahwa aku adalah orang penyakitan, dan usia ku tak akan bertahan lama, jadi Aku menyuruh Kakek dan Ayahku menganti nama Tunangan menjadi nama Adikku, dan aku menyuruh orang tuaku untuk menyatukan kalian..meski Aku merasa cemburu dan terluka melakukan hal itu”lanjut Rezki.


Air mata telah menabrak pipi Rezki. Rezka menundukkan kepalanya. Meyla menatap Rezki yang menahan kesakitan untuk menjelaskan segalanya.


Meyla tak sanggup, ia bahkan tak ingin mendengar penjelasan lanjut dari Rezki. Dengan cepat ia memeluk Rezki. Mendekapnya seakan-akan menyalurkan kekuatan untuk Rezki.


“Cukup!!..tak perlu dijelaskan, Rezki kita kerumah sakit sekarang”ucap Meyla dengan nada gemetar. Sungguh jangan buat hatinya hancur lagi. Sepetinya selama ini Cinta yang disimpan olehnya memang diisi oleh Rezki seorang.


“Aku...begitu senang saat kau datang sebagai peserta bukan sebagai pengawas...aku..”


“Cukup Rezki...aku bilang cukup..ayuk bangun, kita kerumah sakit woke”


“Saat kau ingin dilecehkan, Aku sengaja menghalangi dan menghadap kearahmu, ku pikir kau akan melihatku, ternyata tidak”


“Tidak Rezki!!!...jangan berbicara lagi, ku mohon!!!”


Semua orang menatap dua orang yang kini saling berbincang. Berbincang untuk mengakhiri momen mereka. Rezka tak berani berbicara, Ina menutup matanya menahan air mata yang akan jatuh. Octa sudah tak sanggup melihat lagi, ia membalikkan tubuhnya untuk mengalihkan pandangannya.


“Kau ingat...saat kau menubruk tubuhku, pada tantangan kedua, saat itu hatiku berbunga-bunga....Aku..”


“Rezki....tolong jangan berbicara lagi...ku mohon..hai kau bodyguard cepat angkat tuanmu”ucap Meyla,benar-benar telah meneteskan banyak air mata.


“Aku juga ingat, saat menolong dirimu yang ingin langsung turun dari teras..kau sungguh nakal”Rezki terkekeh mengingat hal itu. Ia menunjukkan wajah bahagianya meski telinga dan hidungnya telah mengeluarkan darah.


Meyla membelakkan matanya. Ia mengusap aliran darah itu. “Rezki ku mohon, ayuk kita kerumah sakit ya!”minta Meyla. Hatinya telah diberi luka berkali-kali dan saat ini luka itu malah tambah parah.


“Dan iya..kau ingat saat itu kau memelukku dari belakang, sungguh aku kaget dengan pelukkan mu itu, dan aku sangat senang menerimanya”Rezki mengangkat tangannya. Ia menyentuh wajah Meyla yang menangis menatap dirinya.

__ADS_1


__ADS_2