SERIBU TEROWONGAN MENGUBAH SEGALANYA

SERIBU TEROWONGAN MENGUBAH SEGALANYA
_Chapter 20_


__ADS_3

Bagian 2


...(Mencintai Dipetemuan Pertama)...


“Ah..Aku hanya menikmati waktu malam”ucap Rezki yang berperan sebagai Rezka. Siapa yang tak kenal adiknya, ia adalah kakak dan sekaligus kembarannya. Pasti tahu seperti apa adiknya dan cara bicara adiknya itu yang terkesan dingin.


“Kau benar....ooh ya kenapa kau akhir-akhir ini ada dirumah sakit, bukannya kemarin kau disekolah?”tanya Meyla lagi.


Rezki merasa ingin memberitahukan yang sebenarnya. Namun entah kenapa ide lain muncul dibenaknya. “Apa kau akan tetap tinggal dengan orang yang tak akan hidup lama darimu?”tanya Rezki tak menjawab pertanyaan Meyla.


Meyla memandangnya. “Kau bertanya seperti itu?..hmm mungkin sulit sih , tapi Aku mungkin tak akan meninggalkannya”ucap Meyla.


Rezki lagi-lagi tersenyum “Bodohnya kau Rezki...ia masih anak-anak, dan tak mengerti akan hal cinta. Jadi jangan bertanya lebih”benak Rezki. Ia pun mengelus kepala Meyla.


“Aku ingin menjenguk kakakku, permisi”pamitnya. Meyla hanya mengangguk.


-


Kini telah tiba usia yang tak bisa dibilang muda lagi. Rezki telah berusia 19 tahun. Melawan penyakit yang sulit dihadapi merupakan hal yang merepotkan. Tapi Rezki tetap bersemangat.


Ia selalu menghabiskan waktunya beristirahat dan membaca. Tak lagi keluar bahkan untuk ketaman. Ia hanya memandang jendela yang mengarah langsung ketaman.


Melihat gadis imut yang dicintainya selalu disana. Lebih tepatnya selalu bersama Adiknya. Untuk Orangtuanya tak ada yang membicarakan perubahan masalah pertunangan. Rezki pun tak menghiraukannya. Lagian untuk apa juga. Ia hanya tinggal menunggu waktu untuk pergi dan melupakan segalanya.


Bukannya menyerah. Ia hanya tak ingin membuat gadis imut itu menjadi sedih dan berakhir dengan tak rela akan kepergiannnya.


Rezki selalu dijenguk oleh Orang tua dan Kakeknya. Seperti hari ini, mereka datang namun dengan tema yang berbeda.


“Rezki...apa kau tahu bahwa Kakek membuat permainan untuk Meyla?”tanya sang Kakek. Rezki mengeleng bukan karena sok lupa. Ia memang tak tahu. Lagian selama ini ia dirumah sakit.


“Kalau begitu, maukah kau menjadi pengawas disana saat permainan itu pertama kali diluncurkan?”tanya sang Kakek lagi. Rezki sebenarnya malas akan hal ini. Namun karena merasa tak ingin kehilangan banyak momen. Ia mengangguk menyetujui.


“Baiklah...”ucapnya.


Semenjak itulah, Rezki bertemu lagi dengan Meyla. Bahkan berani bermain curang. Namun apalah daya jika ia terlalu jatuh mencintai.Semua yang ia rasakan telah tersampaikan hingga sekarang. Semula yang hanya pertemuan singkat, berbekas dihatinya.


Permainan Seribu Terowongan yang dibuat itu sangat menguntungkan untuknya. Meski hanya sebentar. Setidaknya ia bisa bersama.


Rezki merasa senang. Bahkan sangat bahagia. Hingga pelukkan belakang yang kedua kalinya. Ia sebenarnya bahagia tapi mendengar perkataan Meyla yang telah menjatuhkan hatinya kepada Adiknya. Langsung membuatnya terdiam.


“AH.....Aku terlalu berharap Meyla, Ku pikir kau mengingatku, ternyata hatimu telah diisi oleh Adikku..Rezka”benaknya. ia melanjutkan langkahnya. Hingga membebaskan Meyla dari kegelapan. Memandang Rezka yang memeluk Meyla begitu eratnya takut kehilangan. Andai dulu ia tak berbohong. Mungkin Meyla tahu keberadaannya.


Sebelum masuk menjadi pengawas Seribu Terowongan. Rezki berbincang bentar dengan Ayahnya.


“Ayah..Aku tahu bahwa Rezka telah mengantikan diriku. Ayah bisakan kau membuat hubungan mereka terus bersama”ucap Rezki memandang teduh kejendela yang memperlihatkan gadis imut tengah tertawa.


“Kenapa kau berbicara seperti itu?”tanya sang Ayah.


“Karena aku tak ingin Meyla bersedih dan merasa tak bahagia..Ayah satukanlah Meyla dan Rezka...aku bahagia melihat mereka bersama, meski hatiku sakit...”ucapnya. Ayah Rezki memeluk Rezki dengan erat.


“Maafkan Ayah..Ayah tak bisa mempertahankan pertunangan ini, karena..karena..karena..”


“Karena aku tak akan lama lagi”ucap Rezki yang membuat Ayahnya makin erat memeluknya.


Rezki untuk terakhir kalinya sebelum menghembuskan nafas terakhir membisikan sesuatu ketelinga Meyla yang memeluknya. Setelah ciuman itu lepas.

__ADS_1


“Bertemu denganmu pertama kali, membuatku jatuh mencintai. Berharap bisa bersamamu selamanya namun takdir melarangnya”bisik Rezki. Sebelum nafasnya menghilang dari dirinya, kebahagiaan menarik dirinya.


-


“Aku mencintaimu”itu adalah kata yang bisa diucapkan oleh Meyla yang memandang tempat peristirahatan Rezki. Sebuah tulisan yang memberikan rasa sakit dihatinya. Meyla benar-benar telah kehilangan banyak hal.


Ia tak sanggup lagi melangkah,bahkan sampai Ina dan Octa yang membantunya. Meyla bagaikan sebuah pohon tanpa daunnya. Ia begitu rapuh dan tak bernyawa.


Air mata terus mengalir dan hari makin berlalu. Waktu tak akan kembali lagi. Jangan berharap bahwa kemarin hanya mimpi. Meyla benar-benar tertampar oleh keadaan.


Ia selalu beransumsi ini hanya mimpinya. Bukan kenyataan . tapi apalah daya, orang yang dicintai telah tenang disana. Pesan dari Rezki yang menyuruhnya bahagia belum bisa ia tepati.


Berangkat kerja hanya berakhir dengan ia kembali menangis. Pertandingan Seribu Terowongan telah ditutup oleh pemerintah. Seperti wasiat sang Kakek, permainan itu hanya bertahan 3 kali. Setelahnya tidak ada lagi.


-


1 tahun berlalu.................


Kini Meyla tengah berhadapan dengan keluarga besar Claude. Keluarga yang selama ini bekerja sama dengan Kakeknya untuk membuat permainan yang luar biasa berhasil membuatnya gagal moveon.


Duduk ditengah pandangan orang-orang tak membuat Meyla takut. Ia hanya menegakkan tubuh dan menunggu setiap pertanyaan yang akan disampaikan atau yang akan dibahas oleh mereka.


Untuk hubungannya dengan Rezka, tak berkembang sama sekali, sejak pemakaman Rezki. Meyla lebih memutuskan untuk menyibukkan diri dan tak menyadari bahwa pihak laki-laki memutuskan untuk menunda pernikahannya dengan Rezka. Hal ini memang sempat membuatnya marah. Tapi mengingat bahwa Rezki juga termasuk tuan muda pertama dikeluarga besar ini. Meyla tak bisa berkutik. Ia tahu bahwa semua yang terjadi karena dirinya.


“Aku tak menyangka bakal selama ini menyimpan janji yang disampaikan oleh Kakekmu”ucap Ayah Rezka. Ia adalah kepala keluarga saat ini, yang telah resmi mengantikan Kakek Rezka.


Untuk Kakeknya saat ini ia tengah duduk dikursi roda sambil mengikuti diskusi yang diadakan.


Meyla datang sendiri, ia tak ingin Octa dan Ina ikut. Maka jangan kaget jika pihak mempelai wanitanya hanya Meyla sendiri yang datang.


Tapi untuk saksi. Semua hadir disini, termasuk para pelayan Meyla sendiri yang bersedia ikut.


“Kakak..apa kakak ingin ia cepat mengingat semuanya?”tanya Rezka yang tengah berdiri diruangan pusat Seribu Terowongan.


“Aku datang kerestorant tadi malam, dan sangat terkejut melihatnya ada disana, sungguh Aku merasa ingin memeluknya saat itu juga, tapi Rezka...bagaimana Aku melakukannya, jika itu terjadi dia akan menamparku, aku tak menginginkan itu, yang ku inginkan dia mengingatku”


“Tapi Kakak...memaksakan ingatannya itu akan membuatnya sakit..apa kakak ingin ia tambah sakit?”


“Kalau begitu kau menjaganya”


“Maksud kakak?”


“Rezka...Aku membuat perjanjian dengan Ayah saat mengetahui bahwa Meyla tak bisa membedakan kita..dan aku lihat kau mulai menyukainya, untuk itu..aku ingin membuat ini cepat berakhir, waktuku juga tak akan lama. Saat Seribu Terowongan dimulai, jaga ia jangan sampai lengah..kalau kau lengah aku akan mengambil kesempatan itu..ingat meski Aku mendukungmu bukan berarti aku tak bisa menyerangmu”Rezki memandang adiknya yang menatap tajam kearahnya.


Ia melanjutkan “maka jaga ia sampai akhir hidupku..dan hiduplah selamanya dengan membahagiakannya....ingat jangan sampai lengah”senyum seringaian diberikan Rezki yang kemudian pergi meninggalkan Rezka.


Mengingat perjanjian tak langsung itu membuat Rezka benar-benar kalah telak. Ia tak menyangka Kakaknya sangat kuat meski fisiknya lemah.


Ayah Rezka memandang Putranya. Ia menatap Meyla yang hanya diam tak ingin berbicara. “huh...sepertinya ini adalah pilihan yang tepat...Meyla, Aku pikir lebih baik Batalkan Pertunangan ini..kau tak mencintai Putraku Rezka...kau mencintai Putraku Rezki..maaf itu semua karena aku yang tak mampu mempertahankan segalanya..jadi bagaimana keputusanmu?”tanya Ayah Rezka. Ini merupakan keputusan yang berat.


Kakek Rezka menghela nafas. Berat rasanya menerima kenyataan ini, dulu Ia berjanji kepada Sahabatnya untuk mempertunangkan Rezki dengan Meyla. Sayangnya kesalah pahaman terjadi. Saat itu...


“Apa Cucumu punya penyakit?”tanya Kakek Meyla. Mereka saat ini tengah memandang dua bocah yang sedang duduk ditaman.


“Ia begitulah..”

__ADS_1


“Aku harap ia bisa disembuhkan, tapi aku tak tahu keputusan cucuku..ku harap apa yang diputuskan oleh cucuku, kalian tak melakukan sesuatu yang diluar dugaanku”


“Aku mengerti”


Itu hanya ucapan yang diberikan saat merasa bahwa keputusanmu benar. Kakek Rezka saat itu merasa semua berjalan lancar. Namun kesalahnya telah membuat Kakek Meyla salahpaham.


Saat setelah pertemuan singkat. Cucu kedua Kakek Rezka datang dan bermain dengan Meyla. Yang berakhir Kakek Meyla percaya kalau Rezki telah selamat dari penyakitnya.


Hingga tak menyadari bahwa cucu pertamanya telah tersingirkan secara tak langsung.


Hal itu membuat Kakek Rezka ingin mengatakan hal yang sebenarnya.tapi Rezki melarangnya dan berakhirlah sampai saat ini. Disurat pertunangan itu tertulis Rezka sedangkan Tunangan aslinya adalah Rezki.


Sakit rasanya membayangkan seorang wanita menjadi bingung karena hal yang tak diketahui. Seharusnya dulu langsung saja dijelaskan. Tapi apalah daya, penyesalan selalu datang diakhir.


Meyla menutup matanya, menikmati indahnya ketenangan yang didapat olehnya. Dan entah kenapa ia merasa bahwa seseorang memeluknya dengan erat. Membuat stressnya menghilang. Ia tersenyum.


“Aku..menolak hal itu....Tuan Claude..surat yang telah ditulis, pertunangan yang telah dijanjikan...Aku Meyla akan menerima pertunangan itu dan siap menikah dengan Rezka Claude”ucap Meyla dengan tenangnya. Ia tak menunjukkan rasa terpaksa. Yang ia tunjukkan keteguhan.


Ayah Rezka, Kakek Rezka para pelayan dan termasuk Rezka sendiri, merasa terteguh melihat Meyla begitu anggunnya berbicara. Layaknya sang putri bangsawan yang telah mengambil keputusan besar.


Ayah Rezka tersenyum, ia mengelus rambut Rezka dan berdiri lalu menghampiri Meyla. Ia juga mengelusnya dan kemudian mengajak Meyla berdiri.


Meyla tersenyum dan berdiri mengikuti apa yang diinginkan oleh Ayah Rezka.


“Aku tersentuh dengan perkataanmu Meyla...sungguh inilah orang yang tepat untuk kedua putraku..meski kau tak memiliki keduanya, ku harap kau bisa mencintai Rezka,dan Rezka akan membahagiakan mu”ucap Ayah Rezka. Entah kenapa sekarang suasana menjadi haru. Ibu Rezka saja sudah menangis melihat hal ini.


Rezka memberanikan diri berdiri didepan Meyla. Ia menatap Meyla yang masih tersenyum. Senyum yang tak terpaksa, ltu adalah senyuman yang dulu Meyla berikan kepadanya dengan mengira Ia adalah Rezki.


Namun dari semua itulah, hadir Cinta yang tak seharusnya hadir. Tetapi takdir berkata lain. Memang inilah yang dikatakan kakaknya, jika dia lengah, kakaknya akan menyerangnya.


“Kenapa?..apa kau tak ingin menikah denganku?”tanya Meyla sambil tersenyum. Membuat Rezka langsung memeluknya dengan erat takut melepaskannya. Meyla membalas pelukan itu dengan air mata yang mengalir.


“Rezki...aku menepati janjiku, benar ada ruang kecil untuk Rezka dihatiku, jadi akan ku terima semua yang telah kau berikan kepadaku...ku harap kau tenang disana”


"Kakak..Aku akan menjaga Meyla seperti yang ku janjikan, Izinkan Aku mencintainya sedalam lautan dan izinkan Aki memilikinya selamanya....Aku harap Kakak bahagi disana"


-


Disisi lain, Rezki tersenyum melihat dua orang telah melangsungkan pernikahan. Ia hadir? Tentu saja, tak mungkin kan ia meninggalkan hal ini.


Meski merasa sakit melihat orang yang dicintai kini milik orang lain. Rezki tetap merasa bahagia, karena baginya Senyum Meyla dan kebahagiaannya adalah hal terpenting untuk Rezki.


"Ini adalah Takdirku...Aku bahagia melihatmu Bahagia Meyla"


-


Begitu banyak tamu undangan yang datang. Memberikan ucapan selamat yang berkali-kali disampaikan. Dan yang paling ingin dilihat oleh para tamu undangan yaitu melihat wajah pengantin wanita dan pengantin pria yang kini berdiri dialtar dengan pakaian serasi mereka.


Wajah cantik dan wajah tampan begitu indah dipandang oleh orang-orang. Suasana yang begitu bahagia menghadarikan kesenangan yang tak ternilai.


Sebuah flash dari kamera telah menyala. Dan tertangkaplah gambar keluarga besar antara kedua belah pihak. Yang pertama kali dilihat adalah, foto sang pasangan yang tengah bergandengan tangan dengan senyum manis dibibir mereka.


“Terimakasih Meyla...dan maaf aku telah banyak menyembunyikan sesuatu darimu”benak Rezka yang mengenggam erat sang kekasih yang kini telah menjadi istrinya.


Meyla yang merasa tangannya tergenggam lebih erat, memandang kearah Rezka yang menunjukkan wajah kelegaan. Tersenyum, itu yang tampak diwajah Meyla. Sebenarnya seperti yang dikatakannya bahwa ia telah memberikan ruang untuk Rezka bertahta dihatinya. Dan Rezki memberinya pesan untuk menerima Rezka setulusnya. Hal inilah yang membuat Meyla tak bisa mempungkiri lagi, disatu sisi ia bahagia disisi lain ia juga merasa sedih.

__ADS_1


Ini adalah jalan takdirnya. Harus mencintai orang yang ternyata akan pergi darinya. Namun orang yang pergi ini menitipkan seseorang yang membuatnya jatuh cinta lagi. Dan pada akhirnya, yang pergi akan pergi dan yang bertahan akan bertahan.


Bagaimana pun, Meyla tetap mencintai Rezki dan akan mencintai Rezka. Dan ia juga berjanji pada dirinya bahwa kebahagiaannya harus selalu ada agar Rezki tak merasa bersalah disana.


__ADS_2