
Leo yang mendengar jawaban dari Agatha langsung berubah ekspresi wajahnya, yang awalnya senang sekarang menjadi datar dan terlihat ia sedang kecewa.
"Kenapa?"Leo bertanya dengan ekspresi datar nya.
"Kan tadi Agatha udah jelasin kak"jawab Agatha berusaha tenang agar ia tidak terlihat sedang takut melihat ekspresi Leo.
"Udah ayo pergi sebelum tu orang marah"ajak Jihan yang mulai takut melihat ekspresi Leo. Jihan langsung menggandeng tangan Agatha dan langsung berlari menjauh dari Leo.
"Hey kalian mau kemana"Leo kaget tiba-tiba Agatha, padahal ia baru mau menuntaskan amarahnya. Leo terkesan sombong dan arogan di fakultas angkatan nya, ia adalah anak manager kampus ini wajar ia terlihat sombong.
"Huft....Huft...capek banget ngejar nggak tuh orang?"mereka berlari menuju perpustakaan untuk menghindari Leo. Jihan menyeka keringatnya yang mulai merembes.
"Kayaknya enggak deh, gila untuk orang bisa-bisanya ditolak nggak terima baru kenal juga"Agatha heran baru pertama kali nya ia menemukan cowok seperti Leo. Meskipun Leo termaksud cowok yang sempurna dimata perempuan, tapi Agatha tidak suka Leo karena sikap Leo yang sombong dan arogan.
"Ya ampun Han ini baru gue dikampus ini udah ada masalah aja"Mereka berdua duduk di kursi depan perpustakaan.
"Mangkanya itu, gua itu heran sama kak Leo lo masih baru di kampus ini tapi dia udah nyatain perasaan nya"
__ADS_1
"Gua kok jadi ngeri sendirian ya mikirin ke depannya kalau pas ketemu kak Leo lagi"Agatha bergidik ngeri memikirkan kedepannya ketika ia bertemu Leo.
"Lo tenang aja, masih ada kita-kita yang siap bantuin lo"Jihan mencoba menenangkan hati dan pikiran Agatha.
Setelah mereka selesai mengatur ritme nafas mereka, mereka masuk ke dalam perpustakaan. Mereka mencari buku sekedar mengisi waktu senggang. Ketika mereka sedang asik membaca tiba-tiba ada seseorang yang menyapa mereka berdua.
"Hay.."sapa cowok tersebut dan ternyata cowok tersebut adalah Rey.
"Oh kak Rey ku kira siapa"Agatha bernafas lega pasalnya ia berfikir itu Leo yang akan menyusul mereka.
"Aku boleh duduk nggak?"
"Kalian kenapa kok mukanya kayak gelisah gitu?"tanya Rey yang penasaran melihat ekspresi Agatha dan Jihan.
"Ah..nggak papa kok kak"sangkal Agatha karena ia tidak mau ada yang tau tentang kejadian tadi.
"Oh...oh ya kalian sedang membaca buku apa?"
__ADS_1
"Novel"jawab singkat Agatha, karena ia merasa canggung berada di dekat Rey.
"Kalian santai aja keles, nggak usah canggung kayak gitu"Rey mulai memecahkan suasana yang canggung itu.
"Ah..hahaha...iya kak"jawab mereka berdua. Mereka bertiga akhirnya berbincang bersama. Rey mencoba mencairkan suasana yang canggung. Sesekali Rey melucon untuk menghibur mereka berdua.
Suasana canggung seketika hilang setelah Rey mencoba menunjukkan sifat asiknya. Agatha suka dengan sifat dan sikap Rey, Rey ternyata orang yang baik, humoris, santai dan asik untuk teman mengobrol.
Ternyata perkiraan ku salah besar, aku pikir kak Rey ini seorang yang dingin dan angkuh. Ternyata berbanding terbalik dengan kenyataan, kak Rey orang yang baik, humoris, asik untuk diajak berbicara dan ternyata kalau lama-lama diperhatiin tampan juga ya, cool lagi. Agatha bergumam dalam hati, tanpa sadar Agatha tersenyum.
Rey yang merasa Agatha senyum-senyum sendiri menegurnya."Kamu kenapa tha?"tanya Rey.
"Eh....ngg..nggak kenapa-kenapa kak"jawab Agatha yang gelagapan.
Setelah beberapa saat mereka berbincang, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke kelas masing-masing. Mereka berpisah di depan perpustakaan.
-----------------------------------------------------------------
__ADS_1
Jangan lupa ya guys vote, like dan tinggal kan coment 💬 ya. Itu sangat berarti bagi author.