
Ketika Agatha sedang berdiam diri di kamar, tiba tiba ponsel Agatha berbunyi menandakan bahwa ada panggilan masuk. Agatha segera meraih ponselnya dan melihat siapa yang menelfon. Tertera nomor tak dikenal yang sedang menghubungi Agatha.
📲 Agatha :"Hallo dengan siapa saya berbicara?" ucap Agatha setelah telfonnya disambung kan. Awalnya Agatha ragu untuk menjawab panggilan tersebut, tetapi ia takut itu adalah telefon penting dari seseorang dan ia memutuskan untuk mengangkat nya.
📲 Penelfon :"Ini aku Rendy" ucap seseorang disebrang sana yang tak lain adalah Rendy, orang yang dijodohkan dengan Agatha.
📲 Agatha :"Dari mana kau mendapatkan nomor ku?" ucap Agatha, dengan nada tidak suka.
📲 Rendy :"Kakek mu, dia baik sekali berinisiatif memberikan ku nomor mu" ucapnya dengan nada suka.
📲 Agatha :"Baiklah, apa mau mu" ucap Agatha yang to the point. Karena ia sudah muak dengan yang nanya Rendy.
📲 Rendy :"Santai saja, aku hanya ingin memastikan bahwa ini benar nomor mu atau bukan" ucapnya.
📲 Agatha :"Oh, jika begitu akan ku tutup tel...." ucap Agatha sesegera mungkin, tetapi kalah cepat dengan Rendy yang menghalanginya.
📲 Rendy :"Tunggu tunggu, aku masih ingin berbicara penting dengan mu" ucap Rendy yang memotong perkataan Agatha.
📲 Agatha :"Ada apa lagi" ucap Agatha yang menahan emosi nya.
__ADS_1
📲 Rendy :"Baiklah aku akan to the point saja. Mengapa kau menolak perjodohan ini?" ucap Rendy penuh selidik. Ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, ia akan berusaha untuk mendapatkan Agatha. Menurut nya banyak untungnya menikah dengan Agatha. Selain dia mendapatkan Agatha yang cantik, ia juga bisa menikmati harta yang berlimpah yang dimiliki oleh keluarga Agatha. Tanpa harus bersusah payah mencari uang.
Tanpa menjawab pertanyaan Rendy, Agatha langsung memutuskan sambungan telefon. Dan sesegera mungkin langsung mem block nomor Rendy.
"Dasar orang gila, bisa bisanya bertanya seperti itu. Apa dia buta, sampai sampai tidak melihat saat aku marah. Sekarang bukannya membiarkan aku tenang. Malah mempertanyakan hal konyol seperti itu" ucap Agatha.
Agatha langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang miliknya. Ia merasakan penat. "Aku nggak habis pikir deh sama pemikiran kakek. Bisa bisanya menjodohkan seseorang tanpa memberitahu, dan juga ini sudah jaman apa masih ada perjodohan. Kesannya seperti orang tidak laku. Ayah sama Bunda lagi kenapa coba nggak belain aku buat ngomong kekakek. Malah diem aja, buat alasan apa gitu biar kakek luluh" ucap Agatha.
Agatha terus bergumam, memikirkan tentang cara untuk menolak perjodohan ini. Ia masih sibuk dengan pikirannya sendiri dan tanpa sadar ia pun tertidur.
*Dirumah Kakek Bram
"Sudah kek, Agatha baik-baik saja. Dia sudah sampai di rumah dengan selamat" ucap Rendy setelah kembali ke duduknya.
"Syukurlah, anak itu memang seperti itu. Kalau dia tidak suka dia pasti akan membrontak. Tapi kalian tidak perlu khawatir, aku akan membujuk anak itu untuk mau menikah dengan Rendy" ucap Bram antusias."Toh Rendy anak yang baik, dan mempunyai masa depan yang jelas. Pasti bisa membahagiakan Agatha kedepannya" ucap Bram meninggikan Rendy. Rendy hanya tersenyum mendapat pujian dari Bram.
"Tidak apa namanya juga masih belum kenal" ucap Bagus, menanggapi ucapan Bram.
"Mungkin Agatha masih kaget, karena tiba-tiba dijodohkan. Dan itupun Agatha tidak tahu. Wajar, apa lagi dia wanita" ucap Mama Rendy.
__ADS_1
"Tapi Ayah, memaksakan itu juga tidak baik" ucap Ayah Agatha yang mencoba menentang perjodohan ini dengan halus."Ayah boleh menjodohkan, tetapi ayah juga tidak boleh memaksakan" ucapnya.
"Baiklah, itu bisa diatur" ucap Bram.
Setelah selesai berbincang bincang, mereka lanjutkan dengan makan siang. Dan setelah makan siang Keluarga Rendy pun pamit untuk pulang. Setelah Keluarga Rendy pulang, tak selang berapa menit Ayah dan Bunda Agatha pun juga ikut pamit pulang. Dikarenakan mereka khawatir dengan Agatha.
"
"
"
"
"
"
"
__ADS_1