
Setelah kejadian itu Agatha sedikit was-was ketika berjalan sendiri dikampus. Ia merasa sedikit trauma dengan kejadian tersebut, karena sejak kecil ia tidak pernah berada diposisi itu.
Agatha memang dimanjakan oleh kedua orang tuanya, sejak ia masih kecil. Orang tua Agatha tidak pernah bertindak kasar padanya, terlebih lagi kakak Agatha yang selalu melindungi Agatha dan memperlakukan Agatha bak princess.
**
Hari ini Agatha pulang jam 14.00, Agatha meminta Kevin untuk tidak menjemputnya karena ia ingin main kerumah Agnes. Sebenarnya Kevin tidak enak pada Ayah Agatha pasalnya Kevin ditugaskan untuk menjaga Agatha.
Kevin ingin melarang Agatha main kerumah Agnes, tapi apa boleh buat Kevin tidak boleh egois. Mengekang anak orang tanpa bisa bergerak leluasa. Ia memberikan kebebasan kepada Agatha tapi kebebasan tersebut dibawah pantauan Kevin.
Terkadang Kevin memerintahkan anak buahnya untuk mengawasi agatha. Kevin tidak mau lengah menjaga anak orang, pasalnya Agatha masih terlalu lugu dan mudah dimanfaatkan. Agatha masih belum paham dengan kehidupan dan pola pikir orang-orang Jakarta.
📲"Hallo kak, nanti kak Kevin nggak usah jemput Agatha ya, nanti Agatha mau main-main kerumah Agnes dulu, nggak sampek malem kok kak"Agatha mencoba menjelaskan secara rinci pada Kevin, Agatha tau Kevin tidak akan mudah untuk memberi izin pada Agatha. Hanya sekedar main-main kerumah temannya.
📲"Ada urusan apa?"tanya Kevin to the point
__ADS_1
📲"Nggak ada urusan apa-apa kok kak, cuma main-main"
📲"Oke kamu janji jangan sampai pulang malam, nanti saya pulang kamu harus ada dirumah"
📲"Oke kak janji, ya udah ya kak dahhhh..."Agatha langsung memutuskan sambungan telepon.
Agatha langsung berangkat menuju rumah Agnes. Mereka naik angkot untuk menuju rumah Agnes. Ini kali pertama Agatha naik angkot, seumur-umur Agatha tidak pernah yang namanya naik angkutan umum.
"Tha kan nih baru kali pertama kamu naik angkutan umum, biar tau rasanya naik angkutan umum biar nggak naik mobil pribadi aja"Agnes membuka pembicaraan ketika mereka sudah berada dalam angkutan umum.
"Ya nggak papa namanya baru pertama kali, santai aja nanti juga terbiasa"
"Kamu emang nggak papa main kerumah aku, nggak dimarahin?"Agnes takut Agatha dimarahi lagi seperti waktu Agatha main kerumah Jihan.
"Nggak, aku udah izin kok sama kak Kevin dia juga udah ngizinin"Agatha mencoba meyakinkan Agnes bahwa ia sudah meminta izin pada Kevin.
__ADS_1
"Oh oke..."merekapun berbincang-bincang sampai tak terasa mereka sampai di gang jalanan rumah Agnes. Setelah membayar mereka langsung berjalan menuju rumah Agnes.
"Nih rumah aku, maaf ya kalau kecil nggak sesuai ekspektasi kamu"Agne memang bukan anak orang kaya, dan dia juga bukan anak orang miskin. Kebutuhannya masih tercukupi dan kedua orang tua Agnes masih tetap bekerja.
Kedua orang tua Agnes memang orang yang sederhana tidak menonjolkan harta mereka selayaknya orang kaya yang hartanya tidak habis sampai tujuh turunan.
"Terus kenapa, kalau rumah kamu nggak gede nggak berlapis emas aku nggak mau masuk rumah kamu gitu"Agatha memang tidak pernah mempermasalahkan jika temannya kaya atau miskin. Yang penting mereka baik pada Agatha dan membawa pengaruh positif bagi Agatha.
"Aku kirain kamu nggak mau masuk rumah aku, terus kamu kecewa punya temen yang nggak kaya. Ya udah yuk masuk"Agne mengajak Agatha masuk kerumahnya.
"Rumah kamu kok sepi?"tanya Agatha karena ia tidak melihat keberadaan siapapun didalam rumah Agnes.
"Orang tua ku kerja belum pulang, kalau kakak aku masih kuliah. Ntar ya aku buatin minuman"Agnes langsung masuk kedalam kamar untuk meletakkan tas dan langsung menuju dapur untuk menyiapkan minuman.
-----------------------------------------------------------------------
__ADS_1