Serumah Dengan Good Boy

Serumah Dengan Good Boy
KENYATAAN PAHIT...


__ADS_3

"Sayang bangun udah siang, kita kan mau kerumah kakek" Bunda Agatha mencoba membangunkan Agatha dari tidurnya. Agatha memang sengaja semalam tidur terlalu malam, agar ia bangun siang. sebenarnya Agatha enggan untuk bertemu kakeknya.


"Iya Bunda, sebentar lagi" ucap Agatha yang masih enggan untuk beranjak dari ranjangnya.


"Kak adek nggak mau bangun, tolong ambilin mama air seember" ucap Bunda mengancam Agatha, jika ucapan tak didengarkan airlah yang akan bertindak membangunkan. Bunda Agatha memang senang menjahili Agatha apalagi soal bangun membangunkan.


Setelah mendengar bahwa Bundanya menyuruh Kak Vero untuk mengambil air. Agatha bergegas beranjak dari ranjangnya dan segera menuju kamar mandi. "Ya ya ya, Agatha udah bangun ini udah mandi kok Bun" ucap Agatha dari dalam kamar mandi.


"Ya udah cepetan, kalo udah selesai cepet turun kita sarapan bareng bareng" ucap bunda Agatha dan meninggalkan kamar putrinya.


Setelah selesai Agatha langsung berganti pakaian yang dipilihkan oleh Bundanya semalam. Dres berwarna marron yang panjangnya selutut dipadukan dengan haig hils berwarna senada dan rambut yang Agatha biarkan tergerai. Menambah kesan cantik dan pas ditubuh Agatha.


***Meja makan***


"Memangnya ada acara apa sih Bun? Kok Agatha suruh pakek baju ginian. Pakek jeans aja kan bisa" gerutu Agatha sesampainya di meja makan.


"Memangnya kenapa kalau pakek baju gituan, kan tambah cantik ya Ayah" ucap Bunda pada Ayah dan mendapat respon senyuman dari Ayah Agatha.


"Ya udah terserah Bunda sama Ayah" ucap Agatha, mengalah.


Mereka sekeluarga sarapan bersama, memang hari weekend dan tidak ada yang harus pergi ke kantor. Dan memang dari pihak kakek menyuruh Ayah sekeluarga untuk berkunjung ke rumah nya.


Setelah selesai sarapan akhirnya kami sekeluarga bergegas untuk menuju kediaman Kakek. Sebenarnya aku sudah berusaha untuk memperlambat keberangkatan tetapi Bunda selalu saja tau yang ada dipikiran Agatha.

__ADS_1


***Rumah Kakek...


Setelah beberapa menit kami berkendara akhirnya kami sampai diarea rumah mewah. Bernuansa putih cokelat memberi kesan elegan dan ditambah taman mini di depan rumah yang menambah kesan sejuk.


"Assalamualaikum Ayah" ucap Ayah Agatha mengetuk pintu kediaman Kakek.


"Waalaikumsalam, eh nyonya silahkan masuk Tuan Nyonya dan Nona" ucap Bi Asih mempersilahkan kami masuk.


"Tuan Nyonya dan Nona silahkan duduk saya akan memanggil Tuan besar" ucap Bi Asih, ia segera pergi untuk memanggil Kakek.


"Sudah sampai ternyata" Kakek datang menghampiri kami. Aku Ayah Bunda dan Kakak menyalami Kakek.


"Kek Agatha boleh bertanya?" ucapku yang memulai pembicaraan, karena aku sangat sangat ingin tahu apa sebenarnya tujuan kakek menyuruhku untuk menemuinya.


Dan sampai sekarang pun kakek enggan untuk menikah lagi, walau anak dan cucunya sudah mencarikan wanita yang cocok untuk kakek. Tetapi sangking besarnya cintanya kakek terhadap nenek, kakek enggan untuk menikah lagi.


"Kakek ada masalah apa yang mau dibicarakan dengan Agatha. Sampai sampai menyuruh Agatha untuk pulang. Kan ini masih belum waktunya liburan?" tanyaku to the point, aku memang sangat penasaran dengan hal ini.


"Baiklah kakek langsung to the point saja, pertama kakek memang kangen pada cucu perempuan kakek satu-satunya" ya memang akulah cucu perempuan satu-satunya dari anak yang kakek punya. Kakek memiliki tiga orang anak dan Ayah ku lah yang terakhir dan mempunyai anak perempuan. Anak kakek yang lain mempunyai anak laki-laki."Yang kedua, kakek akan membicarakan soal perjodohan" setelah mendengar pernyataan dari kakek, aku terkejut bukan main. Tidak ada angin tidak ada hujan. Tiba tiba kakek membicarakan soal perjodohan.


"Apa? Perjodohan! Kakek bercanda kan?" tanyaku pada kakek yang dibalas gelengan kepala oleh kakek."Mana ada seperti itu, tanpa persetujuan ku kakek menjodohkan ku" ucap ku yang masih tidak percaya.


Sedangkan Ayah Bunda dan Kakak hanya bisa diam, tak memberi respon apapun terhadap omongan kakek.

__ADS_1


"Apa mereka sudah tau sebelumnya, kenapa mereka tidak memberikan respon sedikit pun?" batin Agatha.


"Kakek sudah menjodohkan mu nak, dari sejak kamu masih kecil. Kakek menjodohkan mu pada cucu teman kakek" ucap kakek Agatha memperjelas.


Ketika mereka sedang berdebat tiba tiba seseorang masuk kedalam rumah kakek. Dan yang membuat Agatha terkejut adalah saat Agatha melihat laki-laki yang tempo hari mengaku ngaku sebagai calon suami nya.


"Bagus Seno kamu sudah datang, silahkan duduk dan perkenalkan ini cucuku Agatha yang akan dijodohkan dengan cucumu" kakek memperkenalkan ku pada sahabat nya.


Agatha hanya diam tak bergeming. Hanya menatap sinis pada laki-laki tersebut yang tak lain adalah orang yang dijodohkan dengan Agatha Aku tak habis pikir jaman seperti ini masih saja ada yang namanya dijodohkan.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2