
Rendy nama seseorang yang akan di jodohkan dengan Agatha. Rendi adalah cucu dari Bagus Seno pemilik dari perusahaan KL.
"Bagai mana kalau kita langsung membicarakan tentang perjodohan?" ucap Bagus pada Kakek Agatha.
"Baiklah, kira-kira kapan kita akan melangsungkan pertunangan?" ucap Bram Kakek Agatha.
"Bagai mana kalau kita tanya langsung pada yang bersangkutan?" ucap Bagus memberi masukan. Mereka berdua (Bagus & Baram) terlihat sangat gembira.
"Ide bagus" ucap Bram." Bagai mana Rendy kau mau kapan kita melaksanakan pertunangan nya?" tanya Bram pada Rendy.
"Kalau Rendy terserah pada Kakek Bagus dan Kakek Bram saja" ucap Rendy dengan wajah yang bahagia.
Sedangkan Agatha hanya diam, dia sangat muak dengan mereka bertiga (Bram + Bagus + Rendy). Dia hanya menatap sinis ke arah Rendy, sedangkan kedua orang tua Agatha hanya diam. Sebenarnya mereka juga tidak menyetujui perjodohan ini. Mereka tidak mau anak putrinya harus terkekang dengan yang namanya perjodohan.
__ADS_1
Mereka ingin melihat anaknya melanjutkan pendidikan yang mereka inginkan. Dan dapat memilih pasangan hidup mereka sendiri, tanpa adanya jodoh-jodohna.
Bram , Bagus , dan Rendy terus berbincang bincang mengenai tanggal pertunangan. Sampai saat untuk mereka meminta masukan dan persetujuan dari Agatha.
"Bagai mana nak?" tanya Bram pada Agatha. Berharap harap Agatha akan memberikan masukan yang baik dan menyetujui rencana mereka.
Agatha menarik nafas dalam-dalam. "Sebelumnya, semuanya Agatha minta maaf, Agatha hanya ingin mengatakan yang sejujur jujurnya. Agatha sama sekali tidak menyetujui perjodohan ini. Agatha masih belum siap membina rumah tangga, disisi lain Agatha juga masih berstatus mahasiswi. Agatha juga masih mau menghasilkan uang sendiri, Agatha juga masih mau membahagiakan Ayah dan Bunda. Dan lagi, Agatha tidak menyukai acara perjodohan. Agatha takut rumah tangga Agatha hancur hanya karena ketidak cocokan pasangan satu sama lain" ucap Agatha mencoba untuk menjelaskan bahwa ia sama sekali menolak perjodohan ini. Dan se bisa mungkin Agatha menggunakan bahasa yang sopan, agar tidak menyakiti hati orang tua Rendy dan Bagus.
"Maaf Kakek Bagus, dengan tidak mengurangi rasa hormat semua orang yang ada di sini. Agatha menolak untuk dijodohkan, Kakek Bram Agatha minta Kakek memutuskan perjodohan ini dengan damai. Tante Om, Agatha minta maaf karena menolak perjodohan ini mentah mentah, bukan karena ada suatu kekurangan dari anak Tante dan Om. Tapi memang Agatha tidak memiliki perasaan pada anak Tante dan Om." ucap Agatha yang sudah muak dengan acara tersebut. Orang tua Rendy hanya tersenyum dan mengangguk mengerti ucapan yang disampaikan Agatha.
"Semuanya sekali lagi maaf" Ia pergi meninggalkan mereka yang masih terdiam dengan pernyataan Agatha. Agatha segera pergi dari rumah Kakeknya. Wajahnya memerah padam akibat memendam amarah yang bergejolak.
Bahkan ia sampai lupa bahwa ia kemari bersama orang tua nya. Ia lupa untuk mengajak orang tua nya pulang. Agatha menyetop taksi dan segera melaju ke arah rumahnya, untuk meluapkan emosi nya.
__ADS_1
Agatha memang sosok wanita yang pendiam dan lugu. Tetapi lain waktu saat ia sangat marah, Agatha akan meluapkan emosi nya pada barang barang yang ada disekitar. Agatha memilih meluapkan emosi nya pada barang dari pada ia harus meluapkan emosi nya pada dirinya sendiri.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1