Setajam Duri Mawar

Setajam Duri Mawar
SDM #3


__ADS_3

Xion sampai di perusahaan sedikit telat dari biasanya, ia bahkan menunda meeting pagi yang sudah dijadwalkan. Hann yang sendari tadi mondar mandir untuk mewakili boss nya, kini merasa tenang karena Xion sudah ada ditempatnya.


"Tuan, apa urusan anda tadi pagi sudah selesai?" Tanya Hann hanya diangguki Xion. "Ini hasil rapat tadi pagi, dan ini kontrak yang perlu anda tanda tangani," Lanjutnya menyerahkan dokumen yang ia bawa.


Xion menerima dokumen yang diberikan oleh Hann, ia membacanya satu persatu lalu menanda tanganinya setelah merasa puas. "Hann, aku boleh minta tolong?" Tanyanya akhirnya mengeluarkan suara.


"Apa itu?" Tanya Hann. "Saya kira anda tidak bisa bicara," Gumam Hann dengan hati-hati.


"Beri tahu Nyonya Lisa, saya akan menghadiri makan malam," Ucap Xion membuat Hann kaget dan merasa tak percaya mendengarnya.


"Anda serius?" Tanya Hann memastikan.


"Ya, saya yakin Opa akan hadir juga," Jawab Xion pasti sambil menatap foto di layar handphone seraya tersenyum tipis.


Hann hanya mengangguk mendengar jawaban Xion, "Baik, saya akan menghubungi Nyonya.." Ucap Hann yang merasa aneh tingkah atasannya. "Kalau tidak hal lain lagi, saya izin pamit terlebih dahulu," Ucap Hann kembali ke ruangannya.


"Tunggu, saya masih ada perlu," Ucap Xion membuat Xion memutar langkah.


"Ya?"


"Saya ingin minta tolong kamu untuk.."


Disisi lain, seorang gadis tengah mondar mandir di ruangannya sambil menggigit jari.


"Lun, ada apa? aku liat-liat kamu dari tadi mondar-mandir terus, ada masalah cerita.." Tanya Maudy yang heran melihat temannya tak seperti biasanya.


"Aku mau pindah," Ucapnya lalu mengambil sebuah amplop putih yang sudah ia siapkan.

__ADS_1


"Lun? Kamu serius?" Tanya Maudy meyakinkan lagi.


"Aku serius," Jawab Luna pasti, meraih tasnya.


"Kok dadakan? Kenapa kamu gak ngasih tau aku dulu? Kamu mau pindah kemana? Aku..."


Luna melihat jam, lalu ia meraih tangan Maudy dan menatapnya, "Maaf kalau terkesan dadakan, tapi aku udah pernah ngasih tau kamu, dan semua barang-barangku juga udah dipindahin. Hari ini aku cuman mau ngasih surat ini aja sama boss," Ucap Luna menjelaskan semua yang Maudy tanyakan. " Thanks buat bantuannya selama ini, lain waktu kita ketemu lagi ya.. aku pergi dulu," Lanjutnya memeluk Maudy sebagai salam perpisahan sebelum ia meninggalkan Maudy diruangannya.


Luna keluar dari gedung itu dan berlari kearah sebuah mobil yang sudah terparkir sendari tadi. Ia membuka pintu mobil dan langsung masuk. setelah Luna masuk mobil itu langsung meninggalkan tempat.


"Saya sudah keluar," Ucap Luna memberitahu.


"Kenapa?" Tanyanya kepada Luna.


"Saya tidak bisa bekerja lagi diperusahaan itu karena anda!" Jawab Luna denga nada ketus.


"Akhiri sampai disini, anda sangat menjengkelkan dan saya tidak ingin berbicara dengan anda," Ucap Luna menatap keluar jendela.


"Baiklah, saya minta maaf," Ucap nya tak mendapat respon apapun dari Luna. Gadis itu bahkan tak memalingkan wajahnya dan masih stay dengan posisinya sekarang.


Setelah berjalan cukup lama nan jauh dengan suasana yang hening, mobil itu berhenti di sebuah mansion yang berdiri megah dengan halaman yang luas. Saat hendak turun lelaki itu menengok ke sebelahnya, terlihat Luna masih tertidur pulas dengan posisi yang tak berubah.


"Cantik" Gumamnya menatap lekat wajah Luna yang tertutup dengan masker. Rasa nyaman menyelimuti perasaannya, mungkin jika ia bisa menghentikan waktu, mungkin itu yang akan ia lakukan sekarang.


......................


"Apa jadwal ku untuk tiga hari kedepa? " Tanya Xion yang masih fokus menandatangani berkas-berkas di mejanya.

__ADS_1


"Meeting dengan claen, berkunjung ke proyek yang ada di pulang sebrang, dan.. " Belum selesai Hann menjawab pertanyaan Xion, ia dibuat terkejut dengan ucapan Xion yang memotong pembicaraan nya.


"Batalkan jadwal ku untuk satu minggu kedepan dan sampaikan pesan ku pada pemilik perusahaan ini sekaligus buatkan janji makan malam dengan beliau." Jelas Xion membuat Hann tercengang.


Setelah berdiam cukup lama untuk mencerna apa yang Xion ucapkan, ".. Anda serius, Tuan?" Tanya Hann untuk meyakinkan bahwa yang ia dengar bukanlah kesalahan maupun omong kosong belaka.


Mendengar pertanyaan dari Hann, tentu ia tahu betul alasan sahabat sekaligus asisten pribadinya itu bertanya. Dengan tatapan yang mengintimidasi, ia menjawabnya "Saya serius dan saya tidak ingin diganggu selama seminggu kedepan." Ucapnya dengan nada rendah. Setelah jawaban tersebut, Hann pamit undur diri dan keluar dari ruangan Xion.


...----------------...


"Eungh" Seorang gadis mulai membuka matanya secara perlahan sambil meregangkan badannya. Perjalanan yang cukup panjang membuatnya lelah dan memilih untuk tidur. Gadis itu bangun dari ranjang dan berjalan menuju balkon yang terletak tak jauh dari tempat tidur. Hembusan angin yang membelai kulitnya dan suara deburan ombak yang syahdu membuatnya larut dalam suasana pada sore hari itu. "Indah.. dimana aku sekarang? dan bukankah tadi aku berangkat dengan pria itu? sekarang dimana dia?" Tanyanya pada dirinya sendiri. "Sudahlah, setidaknya ini membuatku tenang untuk beberapa saat" Lanjutnya lalu duduk di kursi yang ada di balkon.


Tok! Tok! Tok!


Seseorang mengetuk pintu kamar dengan pelan, membuat gadis itu beranjak dari tempatnya dan membuka pintu. "Iyaa, anda?" Tanya gadis itu bertanya kepada sosok wanita yang sudah cukup berumur.


"Benar, Nona. Saya diutus oleh Tuan untuk melayani anda, jika ada yang anda butuhkan anda bisa memanggil saya," Ucapnya dengan sopan sambil menundukkan kepalanya.


"Aah, saya mengerti.. Untuk saat ini saya belum membutuhkan sesuatu jadi kamu bisa kembali melanjutkan pekerjaan yang lain.." Ucap Luna dengan lembut kepada wanita tersebut.


"Kalau begitu saya permisi," Ucapnya sebelum berlalu meninggalkan Luna.


Setelah kepergian kepala pelayan tadi, Luna kembali menutup pintu kamarnya, ia masih ingin berkenalan dengan kamar barunya yang terbilang cukup besar untuk nya. Ia berkeliling dan memasuki ruang yang ada di kamar tersebut.


"Apa orang itu berniat memenjarakan ku di kamar ini? Kenapa kamar ini cukup lengkap! Bahkan ada ruang baca pribadi di sini, ah.. bukan. ini terlihat seperti perpustakaan mini dan semua buku ini adalah buku kesukaanku." Ucapnya mengambil salah satu buku dan membacanya.


Bagaimana Luna tidak berpikirans seperti itu, dikamar tersebut cukup lengkap jika hanya di namakan sebuah kamar, terdapat perpustakaan mini seperti yang disebutkan Luna, ruang kerja yang hanya dibatasi dinding kaca, dan tak lupa terdapat mini bar tersedia lengkap dengan berbagai cemilan dan minuman. Itu membuat Luna yakin bahwa ia takan beranjak dari ruangan tersebut jika senyaman ini. Selain ruang bersantai yang ada di kamarnya, terdapat pula ruang ganti dan kamar mandi disana. Semua tertata dengan rapih dan semua sesuai dengan selera gadis itu.

__ADS_1


"Agaknya tak salah jika aku menghilang untuk beberapa waktu, aku akan menghabiskan waktu ku disini." Ucapnya lalu beranjak dari tempat.


__ADS_2