Setajam Duri Mawar

Setajam Duri Mawar
SDM #05


__ADS_3

"Ternyata kamu disini," Ucap Xion berjalan ke arah Luna dengan selimut di tangannya. Luna diam dan tetap fokus dengan notebook ditangannya. Xion menyelimuti tubuh Luna dengan selimut yang ia bawa lalu duduk di hadapan Luna.


"Ada apa?" Tanya Luna sekilas melirik ke arah lelaki yang ada dihadapannya. Gadis itu tetap fokus melihat pada notebook yang ia pegang.


"Bagaimana perasaan mu sekarang?" Tanya Xion membuat gerakan Luna terhenti.


Luna menutup notebook yang ia pegang dan menaruhnya di atas meja. Gadis itu menghembuskan nafas pelan, sambil melihat ke arah langit dapat terlihat lengkung bibir milik gadis tersebut. "Seperti yang kamu pantau selama ini, bukankah sudah terbaca?" Jawab gadis tersebut menatap Xion.


Tentram, itulah yang Xion rasakan saat melihat senyuman gadis dihadapannya. Terasa nyaman namun memabukkan, "Kamu sadar kalau aku mengawasi mu selama ini?" Tanya Xion membuat gadis dihadapannya tertawa lirih.


"Saya sudah lama mendalami perkerjaan ini, hanya hal seperti itu sudah sering terjadi.. Selain itu, saya juga tau kalau kamu tidak pernah meninggalkan saya, kamu selalu pulang dan menemani saya.." Jawab Luna membuat Xion terdiam dan terpaku dengan jawaban tersebut.


"Tidak salah aku menikahimu" Ucap Xion seraya tersenyum. "Mari kita start besok, jika kamu sudah siap." Lanjutnya.


"Saya selalu siap kapanpun waktunya, yang belum siap itu kamu dan saya harap saat start kamu sudah benar-benar siap." Ucap Luna mengambil notebook nya dan beranjak masuk ke dalam meninggalkan Xion duduk sendiri menelaah ucapan darinya.


Setelah kepergian Luna, Xion duduk menatap langit malam di pulau tersebut, tampak indah namun menusuk untuknya. Perasaan ini sama seperti waktu dulu.. Sangat nyaman meski menimbulkan luka. "Ayo sadar, Xion. Sekarang cuman ada Luna, buang luka lama. Aargh!" Ucapnya frustasi pada dirinya sendiri.


......................


Keesokan harinya...


Luna bangun awal seperti biasa, dengan style rumahan yang membuatnya nyaman, gadis itu seperti biasa langsung mengerjakan pekerjaannya setiap harinya. Ia mandi, menyiapkan pakaian Xion, lalu menyiapkan sarapan di dapur.


Gadis itu membuat soup crabs, roti panggang dan susu seperti biasa. Semua sudah tersusun rapih di atas meja makan dan kini gadis itu naik ke kamar untuk mengecek apakah Xion sudah bangun atau belum.


Harap lelaki tersebut sudah siap, nyatanya ada seseorang di balik selimut tebal. Luna membuka lebar gorden yang menutup pintu kaca balkon agar sinar matahari masuk.


"Xion, bangun" Panggil Luna pelan, ia berjalan menuju tempat tidur.


"Lima menit, Ra" Jawab Xion serak.


"Ra?" Luna terdiam mendengar panggilan yang Xion ucapkan barusan. "Saya Luna, bukan gadis yang sekarang menemani tidur kamu" Ucap Luna membalikkan langkah kakinya, ia berjalan menuju keluar kamar dan mengurungkan niat nya kembali seperti pagi sebelumnya.


Kembali seperti hari sebelumnya, ia melakukan semuanya sendiri dan memilih berdiam diri di taman belakang dengan buku bacaannya.


Disisi lain, Xion turun dengan pakaian rapih yang Luna pilihkan, ia melihat hanya ada satu porsi sarapan di meja makan yang masih hangat. Xion duduk dan menyantapnya.

__ADS_1


"Anda sudah siap, Tuan?" Tanya Zaza diagguki Xion.


"Bi, Luna dimana?" Tanya Xion.


"Ada di halaman belakang, tuan" Jawab Zaza sambil menundukkan kepala.


"Sedang apa gadis itu di sana?" Guman Xion masih terdengar oleh Zaza.


"Kegiatan nyonya setelah menyiapkan keperluan tuan, nyonya memang selalu di halaman belakang menunggu tuan berangkat, setelah tuan berangkat nyonya baru masuk" Jelas Zaza membuat Xion menghentikan gerakan makannya.


"Luna yang selalu menyiapkan baju dan sarapan setiap pagi?" Tanya Xion diangguki Zaza.


"Betul, tuan. Nyonya juga yang membangunkan anda setiap paginya" Jawab Zaza membuat Xion membisu.


Xion menganggukkan kepalanya pelan dan melanjutkan sarapannya. "Lanjutkan pekerjaanmu" Ucap Xion dengan halus meminta Zaza pergi dan melanjutkan pekerjaannya.


Cukup lama Luna membaca buku di halaman belakang dan sudah cukup lama pula ia mendengar suara mobil keluar dari halaman rumah, Luna masih nyaman dengan posisinya sekarang. Membaca buku dalam hening dan hanya terasa suasana khas pagi hari.


"Nyonya, anda tidak masuk ke dalam? Sudah lama anda berjemur," Tanya Zaza yang sudah memperhatikan Luna sendari tadi.


"Saya masih nyaman di sini," Jawab Luna seraya tersenyum.


"Eum.. boleh tolong ambil laptop saya dikamar? dan ice lemon" Ucap Luna diangguki Zaza.


"Ada tambahan lagi?" Tanya Zaza mendapat gelengan dari Luna.


"Sudah, itu saja.." Jawab Luna.


"Kalau begitu saya permisi," Ucap Zaza beranjak pergi dari halaman belakang.


Sepeninggalan Kepala Pelayan, Luna menaruh buku yang ia pegang, ia beralih mengambil handphone yang ada di meja. Gadis itu nampak senang setelah membuka salah satu chatting dari seseorang dan tak lama handphone nya berdering.


"Kamu pulang? Kenapa mendadak sekali? " Ucapnya saat telepon tersebut tersambung.


'...'


"Hoo jadi pulang hanya karena bisnis ya" Goda Luna saat mendengar jawaban dari sebrang.

__ADS_1


'...'


"Iya kah? Ucapan kamu sangat meragukan"


'... '


"Kapan?"


'...'


"Sayang aku sudah ada janji untuk hari itu,"


'....'


"Tidak, aku sudah tak melakukan perkerjaan itu lagi," Jawab Luna. "Dan aku memang sudah berniat untuk pindah profesi sejak lama bukan?" Lanjutnya nampak muram.


'...'


"Kabar kakak dan kakak ipar baik, begitupun dengan adik, bagaimana kabar kamu?"


'... '


"Bagus lah kalau begitu,"


'... '


"Aku harap begitu dan sampai bertemu nanti," Ucap Lunna menutup sambungan telepon dan menaruh kembali handphonenya.


"Kamu nampak lebih senang setelah menjawab panggilan barusan" Ucap seseorang dari arah belakang membuat Luna kaget.


"Apa maksud kamu?" Tanya Luna menoleh kebelakang.


Orang tersebut berjalan mendekat ke arah Luna yang tengah duduk. "Siapa barusan?" Tanyanya.


"Bukan urusan kamu, lagipula barusan teman lamaku" Jawab Luna malas.


"Kamu marah?" Tanyanya menatap Luna dengan seksama.

__ADS_1


"Selesaikan masalah kamu dengan cepat, agar urusan kita cepat selesai," Jawab Luna lalu beranjak dari tempat tersebut.


__ADS_2