
Akira masih sibuk meminta bantuan teman - teman nya untuk mencari keberadaan Saori...
Sedangkan Keiko dan Aina walau mereka sudah berada aman di rumah masing - masing, tetapi isi hati mereka benar - benar khawatir sama keadaan Saori di sana...
Nenek Saori sebenar nya dalam keadaan sakit, karena itu Nenek Saori di temenin sama seorang Wanita, wanita tersebut adalah anak dari teman nya yang sudah tiada..
Dan sekarang Wanita ini sebenar nya sudah di anggap seperti keluarga sendiri, nama nya Hana Makaira....
[Disini buat para Pembaca kisah Saori, Ibu Hana ini sebenar nya sudah dianggap seperti ibu nya Saori sendiri, kenapa ia baru muncul, di karenakan Ibu Hana ini sebelum nya sedang berada di luar kota Tokyo, selain ibu Hana akan ada beberapa karakter tambahan lagi ke depan nya]
****
Saori sekarang dalam keadaan masih baik - baik saja, walau ia di culik sama orang - orang yang jelas Saori tidak mengenal nya...
Saori walau dalam keadaan baik - baik saja, tetapi Saori menangis di dalam ruangan tersebut karena rasa bingung dan takut...
****
"Hello Pak bisa bantu saya... Ucap Akira"
"Bantuan apa Pak Akira... Ucap Teman Lainnya"
"Bantu saya untuk melacak keberadaan Saori, saya akan lakukan apapun asal Pak Yutomo membantu saya, saya mohon... Ucap Akira"
"Baik, Baik Pak Akira saya akan bantu sebisaku untuk melacak Saori tersebut... Ucap Yutomo"
"Terima kasih Pak Yutomo... Ucap Akira"
Di sini Akira Sampai Malam pun, Akira perasaan nya sangat - sangat tidak tenang..
Tiba - tiba Handphone Kak Akira berdering, saat ia melihat nya ternyata dari Keiko...
Kring... Kringggg...
"Hello Kak Akira, Kakak tadi kemana, kenapa tiba - tiba menghilang juga?... Tanya Keiko"
"Ya hello Keiko oh maafkan saya, tadi saya benar - benar bingung, jadi saya keluar untuk mencari cara lain supaya bisa tau keberadaan Saori, saya... Ucap Akira"
"Ya Kak, Aku Paham perasaan kakak saat ini, karena bukan cuma kakak, aku dan Aina adalah teman lama nya pun sangat khawatir keadaan Saori... Ucap Keiko"
"Ya Keiko Terima Kasih... Ucap Akira"
"Terus kakak lakukan apa untuk mencari keberadaan Saori kak?.. Tanya Keiko"
"Saya meminta bantuan ke semua teman - teman ku, kuharap Saori cepat di temukan, karena menunggu pihak kepolisian itu masih sangat lama... Ucap Akira"
"Iya benar kak, ini aja aku dan Aina nyaris gak bisa berbuat apa - apa lagi, kami berdua hanya bisa pasrah... Ucap Keiko"
"Ya Keiko, kakak mengerti itu.. Ucap Akira"
Setelah Keiko dan Akira berbincang - bincang tentang Saori, akhir nya telepon pun di akhiri...
"Keiko maaf ya saya harus menelpon teman - teman ku lagi, nanti saya kabarin bila ada perkembangan... Ucap Akira"
__ADS_1
"Siap kak, kalau gitu selamat malam aja kak... Ucap Keiko"
"Malam juga Keiko... Ucap Akira"
****
Kenapa Kenji tiba - tiba menghilang?
Kenji sebenar nya tidak menghilang tetapi, Kenji sebenar nya Pergi jauh dari Kota Tokyo, di karenakan saat masih jam pelajaran sekolah Kenji mendapatkan sebuah pesan yang di haruskan Kenji Pergi keluar Tokyo...
[Untuk alasan nya next ya]
"Hei siapa saja keluarkan aku dari sini, kalian itu siapa? Lepaskan aku... Teriakan Saori"
Para Pria yang berada di sana sebenar nya mendengar teriakan dari Saori, tetapi yah mereka mengabaikan...
Saat para Pria Penculik tersebut berada di ruang tengah, mereka sedang menunggu seorang Bos Besar..
Yah Pria Bos Besar inilah yang memerintahkan para anak buah nya untuk menculik Saori saat pulang sekolah...
Tiba - tiba Bos Besar pun datang...
"Boss... Ucap Pria"
"Bagaimana apa Saori sudah kalian culik?.. Tanya Bos"
"Sudah Bos, Saori di ruangan atas... Ucap Pria"
"Bagus, sudah kalian berikan makan jangan sampai dia mengalami sakit, kalian Paham... Ucap Bos"
"Kamu, bawa Saori ke ruangan ku... Perintah Bos"
"Baik Bos... Ucap Pria"
Kemudian Pria tersebut menjemput Saori yang sedang di sekap di ruangan atas, untuk mempertemukan Saori dengan Bos tersebut...
****
Keiko setelah menghubungi Kak Akira, Keiko mencoba menelpon Aina...
Tutut....
"Halo Aina.. Ucap Keiko"
Disini Aina sedang menangis karena kepikiran terus tentang Saori yang sedang sendirian di sana...
"Halo, Hello Aina kamu kenapa... Tanya Keiko"
"Keiko, Saori pasti sedang takut di sana hi hiks... Tangis Aina"
"Iya Aina aku tau, kamu jangan nangis dong, aku juga khawatir banget sama Saori, ia sendirian, kesepian, dan pasti takut juga... Tangis Keiko"
"Iyaa hi hiks... Tangis Aina"
__ADS_1
Di malam yang cerah ini, Aina dan Keiko tidak bisa menahan tangis mereka, mereka benar - benar bingung harus ngelakuin apalagi...
Keiko dan Aina hanya bisa pasrah...
"Aina besok kamu masuk sekolah tidak?... Tanya Keiko"
"Aku gak tau Keiko, Rasa nya gak sanggup... Ucap Aina"
"Bagaimana kalau besok kita bolos aja, terus kita keliling cari di mana saja, mungkin kita bisa menemukan mobil hitam yang menculik Saori... Ucap Keiko"
"Benar juga tuh, ya udah besok kita keliling cari Saori... Ucap Aina"
"Okey Aina, kita besok mulai mencari Saori dari Kota dulu gimana.. Ucap Keiko"
"Gimana kalau dari desa ujung, di sana kan kemungkinan besar ada di sana... Ucap Aina"
"Hem benar juga, ya udah besok kita cari di desa ujung dulu, sampai ke kota... Ucap Keiko"
Akhir nya Keiko dan Aina mengakhiri telepon tersebut dan langsung istirahat...
Di karenakan mereka berdua akan bolos sekolah dan mencari Saori tersebut...
"Ya udah Aina sebaik nya kita segera istirahat, biar besok kita semangat mencari keberadaan Saori... Ucap Keiko"
"Baiklah Keiko, ya udah malam Keiko... Ucap Aina"
"Malam juga Aina.. Ucap Keiko"
****
Akira sampai tengah malam pun, ia tetap tidak bisa tidur di karenakan masih kepikiran sama keadaan Saori di sana...
[Saori kamu dimana, semoga kamu baik - baik saja di sana, besok aku akan cari kamu kemana saja]... Pikir Akira"
Akira mencoba menelpon Pak Yutomo, dan berharap udah ada titik terang tentang keberadaan Saori tersebut...
Tutut...
"Hello Pak Yutomo, gimana apakah ada perkembangan nya... Tanya Akira"
"Iya Hello Pak Akira, untuk saat ini saya belum menemukan titik terang keberadaan Saori, mungkin karena sinyal handphone nya susah di jangkau atau sinyal nya sedang tidak bagus... Ucap Pak Yutomo"
"Jadi gimana Pak, supaya bisa cepat tau posisi Saori... Tanya Akira"
"Yah saya tidak bisa memastikan nya Pak Akira, ini benar - benar saya belum bisa mengetahui jelas keberadaan dari Saori tersebut... Ucap Pak Yutomo"
"Baiklah Pak, jika udah ada perkembangan nya mohon cepat kabarin saya Pak Terima kasih... Ucap Akira"
"Siap Pak Akira, Sebaiknya Pak Akira istirahat saja dulu... Ucap Yutomo"
"Iya Pak Yutomo... Ucap Akira"
Akhirnya telepon tersebut berakhir, dan Akira masih berat karena kepikiran Saori, membuat nya tidak bisa memejamkan mata...
__ADS_1
続き Bersambung...