
Setelah beberapa waktu kemudian akhirnya Akira & Yutomo sampai ke tujuannya...
"Mari Pak Yutomo... Ucap Akira"
"Terima kasih Pak Akira... Ucap Yutomo"
"Pak Yutomo bila mau minum anggap saja rumah sendiri... Ucap Akira"
"Baik Pak Akira... Ucap Yutomo"
Kemudian Akira pun ke kamarnya untuk mengganti pakaian nya...
****
Di sisi lain Reina yang sedari tadi menunggu kabar dari Tim nya, hingga saat ini kabar terbaru pun belum ada...
"Bagaimana ini kenapa sampai sekarang belum ada kabar, seharusnya wanita itu sudah pulang sekolah dari tadi... Ucap Reina"
"Mungkin masih dalam perjalanan menuju kemari, kita tunggu saja lagi... Ucap Temannya"
"Coba kau hubungi Tim yang di sana... Ucap Reina"
"Baiklah aku akan coba hubungi... Ucap Temannya"
Kemudian Temannya Reina menghubungi Tim nya...
Tuuuttt...
Beberapa kali telah ia coba tetapi telepon tersebut tidak di angkat sama sekali...
Ia pun mencoba kembali menghubungi Tim nya, tetapi hasilnya tetap nihil...
"Bagaimana apa di angkat?... Tanya Reina"
"Sama sekali tidak di respon, jujur ini sangat aneh... Ucap Temannya"
Reina dan Temannya berfikir keras kenapa Tim nya sama sekali belum memberikan kabar terbaru...
****
Ryota juga sebenarnya sangat khawatir sama anaknya, tetapi ia juga sadar akan dirinya saat ini tidak bisa berbuat banyak, jadi Ryota hanya bisa berdoa yang terbaik buat Saori...
Nenek yang masih sangat khawatir walau Hana telah menghubungi Keiko, tetapi Hana tetap berusaha menghibur Nenek...
"Ibu tidak usah khawatir, kita harus yakin kalau Saori akan baik-baik saja... Ucap Hana"
"Iya Nak, cuma ibu tetap masih khawatir di karenakan sampai saat ini Saori belum kembali... Ucap Nenek"
"Iya Bu aku paham perasaan Ibu, menurut ku hal yang terbaik saat ini adalah mendoakan Saori semoga selalu aman dan baik-baik saja... Ucap Hana"
"Benar itu Nak, mari kita berdoa saja... Ucap Nenek"
Nenek dan Hana pun ke tempat sembahyang, terus melakukan doa kepada Tuhan untuk selalu melindungi Cucunya (Saori)...
****
Disisi Lain informan tiba-tiba kepikiran sama Yutomo...
Informan mrngecek pesan di Handphone nya, saat ia melihat ternyata pesan dari Yutomo, tetapi informan tidak membalas pesan tersebut...
"Nanti saja aku beritahukan kepada Yutomo, aku tidak mau dia khawatir dalam keadaan ia belum pulih seutuhnya... Pikir Informan"
****
Akhirnya Saori, Keiko, Aina, & Kenji pun telah sampai ke rumahnya (Nenek)...
Kreeekkk....
__ADS_1
"Aku Pulang... Ucap Saori"
Dari dalam rumah Ryota mendengar Suara Saori...
"Nak Kamu sudah pulang syukurlah... Ucap Ryota"
"Iya Ayah, Nenek dan Ibu Hana kemana?... Tanya Saori"
"Di belakang tempat sembahyang, susul aja kesana... Ucap Ryota"
"Baik Ayah, Teman-teman kalian tunggu sebentar ya... Ucap Saori"
"Iya Saori bergegas lah ke tempat Nenek... Ucap Keiko"
Kemudian Saori pun bergegas menemui Neneknya di tempat Sembahyang tersebut...
"Mari duduk disini... Ucap Ryota"
"Ya terima kasih Pak... Ucap Keiko"
Tiba-tiba Ryota menatap ke arah Kenji...
"Kamu Kenji kah... Tanya Ryota"
"Iya Pak... Ucap Kenji"
Kenji pun sedikit berbisik kepada Keiko...
("Keiko ini siapa... Tanya Kenji")
("Itu Ayah kandung Saori... Ucap Keiko")
("Bukannya Orang tua Saori udah meninggal... Ucap Kenji")
("Panjang Ceritanya, nanti saja aku cerita kan... Ucap Keiko")
****
"Pak Akira saya mau tanya boleh?... Ucap Yutomo"
"Ia tanyakan saja Pak Yutomo... Ucap Akira"
"Sudah berapa lama Saori kembali?... Tanya Yutomo"
"Sudah lumayan lama, tetapi sebenarnya Saori masih proses amnesia nya, di awal pertama kali itu ingatan nya kata Dokter sekitar 60-70% tetapi kurasa sekarang udah 80-95%... Cerita Akira"
"Oh saya paham, terus kalian berdua sudah punya hubungan resmi kah... Tanya Yutomo"
"Iya Pak, jadi sekarang aku harus lebih fokus juga menjaga dirinya karena aku tidak mau bila terjadi lagi ke Saori... Ucap Akira"
"Iya saya paham kok Pak... Ucap Yutomo"
Mereka berdua pun melanjutkan obrolan lagi...
****
Reina dan Temannya mulai kesal, karena sampai saat ini masih belum ada kabar baik dari tim nya...
"Bagaimana ini, kita sudah menunggu lama sampai sekarang tim itu belum sampai kemari... Ucap Reina"
"Saya juga bingung, saya tadi coba lagi hubungi tapi tetap tidak ada respon sama sekali... Ucap Temannya"
Di dalam hati Reina benar-benar kesal dan Marah, karena sampai saat ini tetap tidak ada kabar apapun...
****
Tim Ayumi akhirnya sampai ke tujuan di sebuah gedung kosong, Tim tersebut langsung mengikat tangan dan kaki dari Pria ini...
__ADS_1
Tim segera melaporkan kabar terbaru kepada Ayumi...
"Pria tersebut sudah saya ikat, jika ia sadar dari pingsan baru kita bisa tanyakan semuanya... Ucap Tim"
"Baiklah kami akan segera kesana juga... Ucap Ayumi"
Ayumi dan Temannya segera berangkat juga menuju ke Gedung kosong tersebut...
Informan (Yutomo) pun juga sudah mendapatkan kabar baik ini, dan segera menuju ke titik kumpul...
****
"Oh ya Kenji mungkin kamu tidak ingat sama diriku, karena dulu kamu masih sangat kecil... Ucap Ryota"
"Iya Pak saya mohon maaf jika tidak mengingat bapak... Ucap Kenji"
"Tidak apa-apa, oh ya saya Ayah kandung dari Saori nama ku Ryota... Ucap Ryota"
"Iya Pak... Ucap Kenji"
Kemudian Ryota pun ke dapur untuk mengambilkan air minum untuk teman-teman Saori...
"Kalian tunggu dulu ya, saya ambilkan minuman di dapur... Ucap Ryota"
"Iya Pak... Ucap Aina"
****
Saori pun telah sampai ke tempat sembahyang tersebut...
"Nenek aku pulang... Ucap Saori"
"Saori cucuku syukur kamu baik - baik saja, Nenek sangat khawatir sama kamu cucuku... Ucap Nenek"
Nenek pun langsung memeluk cucunya (Saori)...
"Ibu dan Nenek sangat khawatir sama kamu, Ibu senang kamu baik - baik saja... Ucap Hana"
"Iya Bu, aku baik - baik saja kok... Ucap Saori"
Nenek pun mengajak Cucunya (Saori Amaya), untuk mengirimkan Doa untuk Ibunya (Seina Amaya)...
"Mari cucuku kita berdoa dulu untuk semuanya dan Ibu mu Seina Amaya... Ajakan Nenek"
"Iya Nek... Ucap Saori"
"Ibu Saori aku ke dalam dulu ya, mau temani teman-teman kamu di dalam... Ucap Hana"
Di sini Hana sengaja tidak ikut berdoa, bukan karena tidak suka sama Seina, Hana cuma mau Nenek dan Saori mengenang masa - masa itu...
"Baik Ibu Hana terima kasih... Ucap Saori"
Nenek dan Saori pun memanjatkan Do'a terindah untuk Seina Amaya, supaya Ibu (Saori) ini bahagia selalu di Surga Tuhan...
****
Reina tiba-tiba terpikirkan sesuatu...
"Apa mungkin Tim kita di gagalkan orang lain... Ucap Reina"
"Sepertinya tidak mungkin itu, karena Tim kita punya keahlian berkelahi dengan baik jika memang ada yang mau mengagalkan rencana itu... Ucap Temannya"
"Iya semoga saja semua berhasil... Ucap Reina"
続き Bersambung...
__ADS_1