
Akira yang masih terbaring di kasur rumah sakit, dan teman nya sedang menunggu hasil dari pihak kedokteran...
****
Aina dan Keiko masih mencari dan memutari desa ini...
Tiba - tiba Keiko curiga sama sebuah mobil Hitam yang mirip dengan mobil yang menculik Saori...
Keiko mencoba mendekati Mobil tersebut, dan ingin memastikan nya...
Saat Keiko sedang memperhatikan mobil tersebut tiba - tiba ada seseorang yang menepuk bahu nya..
"Permisi dek... Ucap Seseorang"
Keiko pun sangat kaget dan kebingungan...
"Cari apa dek... Ucap nya"
"Hum tidak apa - apa kok Pak, saya.. cuma numpang berkaca saja... Ucap Keiko"
"Oh baiklah, permisi saya mau pergi... Ucap nya"
"Iya Pak maaf... Ucap Keiko"
Akhir nya Mobil hitam tersebut pun pergi meninggalkan Keiko, Keiko cuma terdiam dan sedikit takut akan ekspresi dari Pria tadi...
Kemudian Keiko pun berlalu mencari lagi...
****
"Gimana kabar kamu sekarang, adik saya baik - baik saja kan (orang tua Kenji)... Ucap Hiroki"
"Baik Paman... Ucap Kenji"
"Bagus lah, maaf kan Paman bila mendadak mengirim pesan ke kamu untuk datang kemari... Ucap Paman"
"Kalau boleh tau kenapa aku di suruh kemari sama Paman?.. Tanya Kenji"
"Paman hanya merindukan mu, Paman mau kesana tidak ada waktu karena pekerjaan... Ucap Paman"
"Oh ya Paman... Ucap Kenji"
"Baik lah, Kenji kamu nikmati saja dulu di sini, Paman mau keluar sebentar saja ada urusan... Ucap Paman"
"Iya Paman... Ucap Kenji"
Kemudian Paman Hiroki keluar dari Ruangan tersebut ingin menemui seseorang...
Kenji masih cukup bingung dan berusaha mengingat, apakah Paman Hiroki memang adalah keluarga nya...
****
Nenek Saori dan Ibu Hana masih menunggu kabar dari pihak Kepolisian, yang sebelum nya Pihak Kepolisian sudah memberikan kabar bahwa Pihak Polisi sudah mulai bergerak mencari Saori..
__ADS_1
"Nek, nenek istirahat saja dulu biar hana yang menunggu di sini... Ucap Hana"
"Iya Terima Kasih untung kamu sudah ada di sini lagi, nenek cuma khawatir sama cucu ku Saori... Ucap Nenek"
"Iya nek Hana paham, Hana juga khawatir sama Saori, walaupun dia bukan anak kandung tapi udah saya anggap seperti anak kandung ku sendiri... Ucap Hana"
"Terima kasih Hana... Ucap Nenek"
"Iya nek... Ucap Hana"
Nenek dan Ibu Hana benar - benar sangat Khawatir karena sampai saat ini tetap belum ada kabar dari siapapun...
****
Aina masih sibuk berkeliling mencari keberadaan dari Saori, hingga akhir nya Aina memutuskan untuk istirahat di sebuah warung...
"[Aduh Saori dimana kamu, semoga kamu baik - baik di sana...] pikir Aina"
****
Setelah beberapa Waktu akhir nya Sang Dokter pun menemui teman Akira..
"Permisi anda keluarga nya atau teman nya?.. Tanya Dokter"
"Saya keluarga nya Dok.. Ucap Teman"
"Baik lah, begini Akira seperti nya mengalami kena tumor... Ucap Dokter"
"Tenang ya, Tumor nya kecil tetapi sebaik nya segera di lakukan operasi saja, sebelum tumor tersebut membesar... Ucap Dokter"
Teman Akira benar - benar kaget mendengar ucapan dari dokter...
"Sebaik nya hubungi kedua orang tua nya untuk persetujuan Operasi ya... Ucap Dokter"
"Iya baik lah dok, terima kasih informasi nya.. Ucap Teman"
"Baik lah, kalau begitu saya permisi dulu... Ucap Dokter"
Teman Akira benar - benar bingung, dan terduduk lemas Akira memang cuma teman, tetapi bagi nya Akira sudah seperti saudara kandung...
****
Saori terdiam dan menetes kan air mata nya...
Pria tersebut pun tersenyum sambil membuka lebar ke dua tangan nya untuk Saori...
Saori menangis tanpa henti sambil memeluk Pria tersebut, dan Pria tersebut juga sangat bahagia akhir nya bisa bertemu lagi...
"Ayah, Saori kangen sama Ayah hi hiks... Ucap Tangis Saori"
"Iya nak, Maafkan Ayah jika pertemuan kita seperti ini akhir nya... Ucap Ayah"
"Bukan nya Ayah sama Ibu kecelakaan Mobil kan? Kata nenek.. Tanya Saori"
__ADS_1
"Panjang nak cerita nya, tetapi nak tidak tau kan bahwa tubuh Ayah itu, tidak ada saat di makam kan.. Ucap Ayah"
"Saori gak tau Ayah... Ucap Saori"
"Oh ya Ayah baru ingat kamu masih kecil saat itu, cuma Ibu (nenek Saori) yang tau itu semua... Ucap Ayahku"
Saori dan Ayah nya duduk di sebuah kursi melanjutkan Obrolan Panjang...
"Oh ya kata kamu nak nenek Sakit ya?... Ucap Ayah ku"
"Iya Ayah, oh ya ini kenapa kaki Ayah kayak nya tidak normal... Tanya Balik Saori"
"Ini kamu lihat nak, kaki Ayah udah jadi robot, saat kecelakaan tersebut Ayah kehilangan kaki ini dan beberapa bekas luka lain nya.. Ucap Ayah ku"
"Ya ampun Kaki Ayah, tapi Ayah kok baru muncul lagi... Ucap Saori"
"Nak Maafkan Ayah ya untuk bertemu kamu pakai acara menculik di jalan, Ayah mau jemput normal ke rumah tetapi ada alasan lain.. Ucap Ayah ku"
"Iya Ayah gak apa - apa, apakah Ibu juga selamat dari kecelakaan itu?... Tanya Saori"
"Sayang nya Ibu tidak selamat dari insiden itu, Ayah juga saat kejadian itu seperti di tarik seseorang Ayah melihat mobil itu meledak di depan mataku, Ayah benar - benar benci sama diri sendiri tidak bisa selamat kan ibumu.. Ucap Ayah ku"
"Iya Ayah gak apa - apa kok, paling tidak Ayah sekarang ada di depan ku, Ayah ayo pulang kita beritahu nenek.. Ucap Saori"
"Untuk saat ini nak, Ayah tidak bisa bertemu sama Ibu (nenek Saori), tapi Ayah janji suatu saat Ayah akan pulang... Ucap Ayah ku"
"Kenapa Ayah, memang Ayah tidak kangen sama nenek juga... Ucap Saori"
"Ayah jelas merindukan Ibu kok nak... Ucap Ayah ku"
(Oh Ya Pria Bos Besar tersebut adalah Ayah Kandung Saori, Seharusnya Ayah nya mengalami Kecelakaan Mobil bersama Ibu nya, tetapi Karena di selamatkan seseorang akhir nya Ayah Saori bisa selamat tapi dalam keadaan tidak seperti dulu)
(Nama Ayah Saori adalah Ryota)
"Untuk sementara nak, kamu tetap sama Ayah dulu ya, nanti malam Ayah ajak kamu ke tempat tinggal Ayah selama ini... Ucap Ayah ku"
"Iya baik Ayah, Oh ya Apakah aku boleh kabarin ke teman - teman ku dan nenek di rumah Bahwa aku baik - baik saja... Ucap Saori"
"Boleh saja nak, tetapi Ayah Mohon jangan sampai orang lain tau kalau kamu sedang sama Ayah okay... Ucap Ayah ku"
"Okay Ayah... Ucap Saori"
"Setelah sampai ke tempat tinggal Ayah baru kamu kabarin ke orang - orang.. Ucap Ayah ku"
"Siap Ayah... Ucap Bahagia Saori"
****
Saori di sini benar - benar sangat Bahagia, yah siapa pun bila bertemu Ayah nya lagi yang Saori tau Orang tua nya sudah meninggal kan dia Selama ini yah Pasti hasil nya sangat - sangat Bahagia...
(Mungkin teman - teman yang membaca kisahku [Saori], sedikit bingung, tetapi bagi Saori teman - teman yang support cerita ku ini adalah Orang - orang Special banget, Terima Kasih ya ^_^)
続き Bersambung...
__ADS_1