
Setelah membantu teman - teman di kelas untuk mendekor persiapan kelulusan sekolah, kemudian Ayumi dan Reina pun istirahat sejenak sebelum memutuskan untuk pulang...
Mereka membicarakan tentang hubungan Reina dan Seina, setelah beberapa waktu berlalu mereka akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah masing - masing...
"Seina gimana kalau kita pulang saja dulu, besok kita bertemu lagi di sekolah ya... Ucap Ayumi"
"Boleh juga ayolah kita pulang, sampai ketemu esok ya... Ucap Seina"
Akhirnya mereka berdua berpisah, Ayumi yang langsung bergegas pulang sedangkan Seina sendiri masih mampir ke sebuah taman perumahan tempat ia tinggal...
Seina masih merasa tidak tenang akan hatinya dan kenyataan dalam kehidupan nya saat ini...
"Hah aku harus gimana ya, di satu sisi aku mencintai ichiro, tetapi aku juga tidak bisa mengabaikan cita - cita ku ini... Pikir Seina"
Seina berpikiran tentang hubungan nya bersama ichiro, bimbang harus pilih yang mana...
****
Reina dan Ichiro masih membicarakan tentang Seina...
"Ya itulah saranku sih untukmu, intinya memaksakan kehendak diri sendiri itu justru akan membuatnya merasa kecewa sama kamu... Ucap Reina"
"Iya aku tau itu kok, cuma aku benar - benar belum siap untuk kehilangannya aku sangat mencintai Seina, karena dia wanita yang baik... Ucap Ichiro"
"Iya aku juga tau kok kalau Seina adalah wanita yang baik, tetapi itulah kamu harus support keinginan & cita - citanya untuk menjadi orang yang hebat nantinya, kamu tau kan jodoh itu tidak akan tertukar kok... Ucap Reina"
"Terima kasih ya kamu selalu ada buatku selama ini, kamu adalah sahabat terbaikku... Ucap Ichiro"
Sesungguhnya Reina mendengar kata sebagai sahabat itu tidak membuat nya senang, jadi apa yang Ichiro katakan tentang itu hanya membuat Reina tersenyum biasa...
Ichiro dan Reina memutuskan untuk jalan - jalan lagi, sambil menikmati suasana hari ini...
****
Disisi lain Ayumi sesekali memikirkan sahabatnya, karena cuma Ayumi yang selama ini selalu ada buat Seina...
Jadi Ayumi sangat paham dan tau isi perasaan yang Seina rasakan saat ini, tetapi Ayumi juga kali tidak bisa berbuat banyak untuk sahabatnya ini...
"Seina semoga kamu kuat menjalani hidup ini, antara cinta dan cita - cita aku hanya bisa mendoakanmu... Ucap Kecil Ayumi"
Ayumi sebagai sahabat seperti keluarga sendiri, selalu support apapun keputusan Seina selama ini, Ayumi sangat menyayangi sahabatnya (Seina)...
****
__ADS_1
Seina yang masih melamun di taman tersebut, hingga Seina memutuskan untuk kembali ke kota dulu untuk mencari sesuatu...
Seina juga sempat meneteskan air matanya, karena masalah ini benar - benar membuat hatinya bimbang tidak karuan...
Seina segera menuju ke kota untuk mampir ke sebuah toko buku...
Saat menuju ke sebuah toko tersebut, tiba - tiba Seina melihat sesuatu yang benar - benar membuat ia kaget...
"Itu Ichiro dan Reina, mereka sedang apa berduaan seperti itu... Pikir Seina"
Seina mencoba mengikuti dulu dari kejauhan, hingga pada akhirnya Ichiro dan Reina berhenti di sebuah toko Aksesoris...
Perasaan Seina sakit sebenarnya melihat ini di depan matanya sendiri...
Seina ingin sekali mendekati mereka berdua, cuma setelah Seina berpikir kerasa mungkin ini lah jalan terbaik untuk hubungan kami kedepannya...
"Hemm sepertinya mereka sangat bahagia, sebaiknya aku mengalah untuk Reina dan Ichiro saat ini... Pikir Seina"
Seina pun memutuskan untuk langsung pulang saja tidak jadi untuk membeli sebuah buku saat ini...
****
Ichiro dan Reina pun melanjutkan ke sebuah toko Aksesoris, disini mereka berdua tidak mengetahui bila dari tadi di ikuti oleh Seina dari belakang...
Tetapi saat Seina memutar arah dan untuk kembali pulang saja, sebenarnya Ichiro sempat merasakan ada seseorang yang mengikuti mereka berdua, Ichiro sempat menoleh ke belakang juga tetapi tidak ada siapapun...
"Tidak apa - apa kok, ayo kita lanjutkan... Ucap Ichiro"
Akhirnya mereka berdua pun sampai ke tujuan, sebuah toko Aksesoris di kota tersebut...
Reina pun memilih beberapa aksesoris, dan sesekali meminta pendapat kepada Ichiro atas pilihannya...
"Bagus ngga?... Tanya Reina"
"Bagus kok, dan keliataan cocok untukmu... Ucap Ichiro"
Reina pun memilih sebuah kalung, Reina mencoba nya dan meminta kepada Ichiro untuk memasangkan di lehernya...
"Bisa bantu aku ngga, tolong pasangin di leherku... Ucap Reina"
"Iya... Ucap Ichiro"
Ichiro pun segera memakaikan kalung tersebut di lehernya Reina, tetapi saat setelah terpasang entah kenapa Ichiro tiba - tiba teringat masa bersama Seina dahulu...
__ADS_1
Reina yang melihat wajah dari Ichiro, dan langsung mengajaknya lanjut memilih maupun berbicara apapun untuk menyegarkan suasana...
"Kamu kenapa sih, ayo bantu aku dong memilih apa aja yang cocok untukku... Ucap Reina"
Ichiro pun mencoba membantu mencarikan aksesoris lainnya untuk Reina...
Hari ini bagi Reina adalah hari yang indah, walaupun Reina tau kalau pertemuan ini sebenarnya untuk membahas Seina, tetapi Reina mengabaikan hal tersebut dan menganggap hari ini adalah hari kencan terbaik...
Hingga tidak terasa hari pun berganti malam, mereka berdua memutuskan mencari tempat untuk makan malam bersama....
"Kita cari tempat makan yuk... Ajakan Reina"
"Iya boleh kok... Ucap Ichiro"
Sebenarnya Ichiro juga menikmati hari ini bersama Reina, walau ia sadar apa yang ia lakukan saat ini salah tetapi di sisi lain hatinya, "Yah sesekali bersama Reina" Itu takkan merusak apapun...
Mereka berdua pun mencari - cari tempat yang indah untuk malam ini...
****
Seina yang sudah sampai di rumah dari tadi, Seina duduk di teras atap sambil menikmati malam yang cerah di penuhi bintang - bintang (⭐)...
Walau perasaan Seina terasa sedih, di karenakan setelah melihat kebersamaan Ichiro dan Reina...
Seina merasa biasanya malam ini Ichiro menemani nya walau hanya dari sebuah telepon...
"Apakah mereka sudah pulang ya, huft... Pikir Seina"
Seina merasa tidak nyaman dengan perasaannya saat ini, ingin sekali menghubungi Ichiro tetapi Seina juga tidak enak ganggu mereka yang mungkin masih bersama di luar sana...
Seina saat melamun ia pun meneteskan kembali air matanya, dan tiba - tiba Seina menangis sejadi - jadinya...
Hingga Seina berteriak - teriak di atas tersebut, Orang tua dari Seina sesungguhnya mendengarkan tangisan anaknya tersebut...
Tetapi Orang tua nya berusaha membiarkan anaknya menjadi lebih dewasa kelak, menangis akan kehidupan adalah hal yang wajib di masa muda ini...
Seina masih tidak bisa menahan rasa perih di hatinya ini, hingga Seina pun masih menangis sejadi - jadinya...
😭😭😭
Untuk pertama kalinya Seina benar - benar merasakan sakit di hatinya, dan merasakan hal yang membuatnya perih menghadapi dunia ini...
Seina berusaha menahan tangisannya, tetapi sesungguhnya Seina masih merasakan sakitnya ini, Seina benar - benar merasa kesepian di malam ini...
__ADS_1
(Inilah sebuah kehidupan yang kadang membuat seseorang itu sesungguhnya membutuhkan support dari orang terdekat, tetapi kadang orang terdekat kita pun tidak ada di saat kita membutuhkan, hal ini justru akan menjadi pelajaran untuk menghadapi masa depan yang Cerah)...
続き Bersambung...