
Hari ini adalah hari pertama Leon di sekolah barun nya. Karena masalah yang Leon buat di sekolah sebelumnya mengakibatkan Leon di keluarkan oleh pihak sekolah.
Dan disini lah Leon berada,sekolah baru yang akan Leon tempati. Sekolah yang bernama SDH( Sekolah Dian Harapan)
.
.
.
Saat Leon datang,banyak siswi yang berbisik-bisik melihat kedatangan seorang pria yang lumayan tampan itu.
Wah anak baru kayaknya
Astaga,dia tampan juga
Anak pindahan mana yah
Begitulah bisik-bisik tetangga yang terdengar di telinga Leon dan masih banyak lagi. Leon tersenyum bangga mendengar beberapa bisikan yang mengatakan bahwa ia tampan.
Saat Leon sudah berada di dalam kelas,ia langsung di perkenalkan oleh sang Guru.
"Selamat pagi,murid-murid." Ucap sang Guru yang bernama Ibu Sri.
"Pagi Bu." Teriak seluruh murid anak IPA Kelas 12C memenuhi seluruh ruangan.
"Hari ini kalian kedatangan teman baru." Ucap Ibu Sri lagi.
"Nak,perkenalkan nama kau." Pintah sang Guru.
"Perkenalkan Nama saya Leon,saya orang yang akan menjadi paling tampan di sekolah ini." Ujar Leon memperkenalkan diri,sekaligus membanggakan dirinya dan mendapatkan sorakan dari seluruh murid.
"Sudah-sudah, Nak Leon silahkan duduk." Ujar bu Guru sambil menunjuk dua kursi kosong.
Sedangkan di tempat lain...
__ADS_1
Byur...
"Astaga,sial." Umpat gadis tersebut yang terkejut karena merasakan basah di area wajahnya.
"Kamu, sudah jam berapa ini." Ucap sang Ibu.
Gadis tersebut langsung melirik kearah jam yang ternyata ia sudah sangat-sangat terlambat. Tanpa menjawab pertanyaan dari sang Ibu ia langsung berlari untuk bersiap-siap.
☆☆☆
"Astaga bagaimana ini gerbang sudah di kunci,aku harus lewat dimana?"
Karena bingung ia langsung memanjat tembok agar bisa masuk ke kelas. Lama ia berusaha sampai ia berhasil lolos dari tantangan memanjat tersebut.
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu.
"Permisi Bu?" Ucap gadis tersebut sopan,membuat Bu Guru dan seluruh teman sekelasnya melihat ke arahnya termasuk Leon.
"Niana,sudah jam berapa ini?" Teriak Bu Guru membuat Niana menutup telinga nya.
Ucapan Niana sontak membuat seluruh Siswa tertawa tak terkecuali Leon,tapi tidak dengan Bu Sri yang merasa gemas kepada Niana. Karena kelakuan Niana ini sudah sangat dikenali Bu Sri.
"Kalau begitu cepat lari keliling lapangan." Ucap Bu Sri membuat Niana melotot karena selalu saja begini dan begini.
"Tapi Bu..."
"Satu...dua..."
Belum sampai di hitungan ketiga Niana sudah terlebih dahulu menuju lapangan.
"Dasar aneh." Umpat Leon lirih saat melihat kejadian tadi.
Cukup lama Niana berlari tiba-tiba ia sudah jatuh terlentang di tengah lapangan,membuat Leon yang sedang bergegas ke toilet terkejut karena melihat Niana pingsan.
__ADS_1
Leon pun langsung mengurungkan niatnya untuk pergi dan langsung berlari memanggil Bu Guru.
"Bu, di lapangan ada yang pingsan." Ucap Leon.
Ibu Guru dan teman sekelasnya yang mendengar hal tersebut hanya biasa saja,melihat hal itu Leon menjadi bingung sendiri.
"Kenapa kau masih disini? Tadikan kau mau ke toilet? Kalau tidak jadi ketoiletnya lebih baik kembali ke tempat dudukmu." Titah sang Guru.
"Tapi bu?" Tanyanya lagi memastikan.
"Sudah nanti juga sadar sendiri." Ucap Ibu semakin membingungkan Leon.
'Kenapa mereka terlihat biasa saja' batin Leon bermonolog
Sedangkan di lapangan...
"Sial,sudah tidak ada yang percaya lagi padaku." Umpatnya sambil berdiri kembali" Kalau seperti ini,sudah pasti aku menjadi kering." Tambahnya kemudian berlari lagi.
Leon yang melihat hal tersebut merasa lucu,karena baru pertama kalinya ia melihat orang semacam itu.
"Dasar aneh." Umpatnya tersenyum sinis.
☆☆☆
Setelah jam pelajaran selesai dan tibalah saat-saat yang di tunggu Niana, yaitu jam istirahat.
"Niana sini." Panggil Rena teman sang sahabat.
Niana yang di panggil langsung menuju ke arah kedua sahabatnya yang sedang menatap kearah Niana.
"Kita sudah pesan untukmu,seperti biasa kan?" Tanya Mona.
"Iya." Ucapnya langsung meminum minuman Mona,membuat Mona geleng-geleng kepala.
"Kebiasaan deh." Ucap mona sudah tahu itu akan terjadi. Niana hanya menyengir kuda.
__ADS_1
Sedangkan dari tempat yang tak begitu jauh seseorang sedang memperhatikannya. Siapa lagi kalau bukan si Leon.
Bersambung...