
Hari ini seperti biasa di kelas Niana, selalu terjadi hal-hal yang membuat guru pusing tujuh keliling. Bagaimana tidak,hari ini Leon dan Marsel berkelahi lagi.
Marsel yang sedang berjalan tiba-tiba terjatuh karena merasa tersandung sesuatu,seluruh murid pun langsung melirik kearah nya. Belum sempat ia berdiri terdengar suara tawa yang membuat darah nya mendidih diikuti suara ejekan.
"Hahaha,apa kau buta? Atau matamu tidak pernah di pakai?" Ejek nya setelah tertawa puas.
" Atau mungkin..."
Belum sempat Leon berucap,sebuah kepalan langsung melayang ke wajah nya membuat Leon tidak bisa melanjutkan lagi kata-kata nya.
Dan terjadilah perkelahian, yang sangat aneh bagi orang-orang yang melihat nya,karena Leon tidak membalas dan hanya menghina dan menghina membuat Marsel semakin tersulut emosi dan menghajar nya membabi buta membuat Leon tertawa puas dengan wajah yang sudah lebam dimana-mana.
Hingga Guru datang memisahkan mereka.
☆☆☆
Kantin.
"Kalian tunggu disini jangan kemana-mana,aku pesan dulu." Ucap Rena berlalu pergi memesan makanan.
"Dasar,mana mungkin kita pergi? Kita kan juga mau makan." Gerutu Niana saat Rena pergi.
"Sudahlah ." Tegur Mona.
Setelah Rena kembali ia langsung membuka pembicaraan,seperti ibu- ibu yang ingin bergosip.
"Kalian tahu tidak berita terkini?" Tanya Rena membuat Niana dan Mona penasaran.
"Apa?"Tanya mereka bersamaan. Kemudian saling melirik.
__ADS_1
"Leon di sekolah, ah sudahlah " Ucap Rena terhenti. Membuat Niana dan Mona semakin penasaram
"Kenapa?" Tanya Niana heran.
"Sudah ayo kita makan saja baksonya." Ucap Rena tanpa rasa bersalah membuat Niana dan Mona kesal. Mereka pun langsung memakan bakso yang ada di hadapan mereka.
☆☆☆
Di tempat lain
"Ini semua karena kau." Tunjuk Marsel." Kalau bukan karena kau kita tidak akan membersihkan toilet seperti ini."
Leon hanya diam memikirkan kembali beberapa jam yang lalu, saat ia berbicara dengan kepala sekolah.
"Ada apa ini?" Tanya Pak Guru yang sedang lewat dan mendengar suara ribut-ribut.
"Ini adalah peringatan kedua,jika hal seperti ini terjadi kembali maka saya langsung menghubungi orang tua kalian." Ucapan Kepala Sekolah membuat Leon frustasi.
"Sebagai hukuman nya,kalian berdua akan membersihkan toilet siswa selama satu minggu." Titah Kepala Sekolah mantap.
Leon begitu frustasi ia sudah berkelahi tapi tidak mendapatkan surat panggilan orang tua yang ia mau,sekolah macam apa ini,pikir nya.
"Helow,hey." Teriak Marsel membuat Leon tersadar dari lamunan nya.
"Kau kenapa." Tanya Marsel tidak mendapat jawaban.
Mereka pun melanjutkan hukuman tersebut di temani keheningan.
☆☆☆
__ADS_1
Hari ini adalah hari yang melelahkan bagi Leon, sebelum pulang Leon duduk di bawah pohon mangga yang ada di belakang sekolah. Leon yang sedang duduk termenung tiba-tiba terkejut.
Bug
"Aw." Rintih Leon memegangi kepalanya yang terasa sakit.
Sambil melihat kearah sepatu,kemudian sang empunya sepatu,yang tidak lain adalah Niana dengan para pengikutnya Rena dan Mona yang ada di belakang Niana.
"Astaga." Ucap Rena dan Mona hampir bersamaan. Mereka begitu terkejut melihat sepatu Niana melayang bukan pada sasaran melainkan kepala Leon.
Sedangkan Niana langsung mengambil sepatu milik nya. Tanpa memikirkan seseorang yang terkena sepatu nya.
"Susah mengambil mangga nya, harus dipanjat." Ucap Niana cuek.
"Kau tidak merasa bersalah yah,telah melempar kepalaku." Kesal Leon.
"Apa itu kepala?" Tanya Niana mendapat pukulan di lengan nya dari Mona.
"Aw." Gerutu Niana. Menatap Mona tajam
"Jangan begitu." Tegur Mona.
"Gadis gila."Umpat Leon."Karena kau telah melukai aku jadi,kau harus ganti rugi." Ucap Leon tersenyum sinis.
Mendengar itu Niana langsung pergi begitu saja di ikuti kedua sahabat nya,meninggalkan Leon yang berteriak-teriak tidak jelas.
'Apa ganti rugi? Tidak mungkin.' Batin Niana.
Bersambung...
__ADS_1