
Akhir-akhir ini Leon selalu memikirkan apa yang harus ia lakukan agar bisa membalas Niana karena jujur saja bukan nya Niana yang dikerjai tapi selalu ia yang mendapatkan karma.
Leon yang sudah frustasi karena ia selalu terkalahkan pun memilih menghubungi Marsel untuk mengajak nya keluar. Semenjak Leon dan Marsel selalu membersihkan toilet mereka menjadi akrab.
Ponsel terus berdering hingga sang pemilik mengangkat.
"Hallo,Marsel."
"Apa? Aku sedang sibuk." Jawab Marsel jutek.
"Hey,tengil aku belum bilang apa-apa." Ucap Leon dengan nada kesal.
"Nanti saja,by."
Marsel mematikan panggilan. Leon langsung melempar ponsel nya ke atas kasur,ia sangat kesepian. Lama Leon di kamar ia pun memilih pergi keluar sendiri. Leon yang kesepian memilih keluar untuk menghilangkan penat nya.
☆☆☆
Niana yang sedang menunggu Rena datang sudah sangat kesal,mengingat sudah berjam-jam ia menunggu tapi tak kunjung datang.
Niana pun memilih berjalan keliling komplek perumahan nya tapi tanpa di duga, ada seekor anjing yang terlepas.
Berwarna hitam putih,ukuran nya lumayan besar,hingga bulu kuduk Niana berdiri.
__ADS_1
"Gug gug gug." Gonggongan anjing tersebut terdengar membuat Niana takut. Anjing itu tanpa henti terus menggonggong. Niana yang takut memilih memberanikan diri.
"Gog gog gog." Niana balas menggonggong,siapa tahu anjing itu bisa takut atau tahu kalau ia tidak takut,pikir nya.
Tapi bukan nya takut anjing itu langsung mengejar Niana. Niana yang terkejut hampir saja jatuh,ia langsung berlari seperti seorang atlet hebat. Anjing itu tak henti-henti nya mengejar,padahal kaki Niana rasa nya ingin patah.
Niana yang melihat pohon langsung memanjat,dengan nafas terengah-engah ia duduk di cabang pohon yang lumayan besar dan rendah.
"Gug gug gug." suara gonggongan maut masih terdengar.
"Hus hus,pergi hus pergi." Niana sudah berkeringat dingin.
Anjing itu masih menggonggong menatap ke arah nya membuat Niana tegang. Entah apa salah yang ia perbuat kepada sang anjing.
"Dogi,aku ini orang baik loh." Ucap Niana sembarangan memberikan nama dan seakan anjing itu mengerti.
Hingga seseorang datang dan melempar anjing itu. Anjing tersebut langsung berlari ketakutan.
"Hey,gaya mu sangat lucu." Ucap sang penolong yang tidak lain adalah Leon. Entah kenapa Leon ingin ke komplek Niana,ia juga bingung. Namun saat dijalan ia melihat Niana yang berada di atas pohon.
"Egmh,aku hanya ingin duduk disini." Ucap Niana berusaha jaga image.
"Oh baiklah,sampai jumpa." Leon bergegas untuk pergi.
__ADS_1
"Hey tunggu dulu." Niana hampir saja jatuh.
Leon menghentikan langkah nya mendengar teriakan Niana.
"Apa lagi?" Tanya Leon tanpa berbalik.
"Tolong turunin aku,aku tidak tahu turun." Jujur Niana sedikit malu.
"Tahu naik tidak turun?" Leon menatap remeh Niana membuat Niana kesal. Tapi ia harus berusaha untuk terlihat baik agar Leon membantu.
"Kali ini saja,bantu aku." Niana terlihat memohon membuat Leon mengingat ide-ide cemerlang di otak nya.
"Hmm,seperti nya harus ku tolong." Niana tersenyum senang akhirnya ia bisa turun." Tapi kau harus mengikuti semua perintahku dalam enam hari." Tambah Leon membuat senyuman Niana pudar.
"Tidak." Ucap Niana cepat.
"Ya,sudah kalau tidak mau."
"Baiklah,turunkan dulu."
Bersambung...
Jangan lupa like komen dan vote,vote dan vote, terima kasih telah membaca karya autor yang receh ini.
__ADS_1