She'S My Favorite

She'S My Favorite
7. Ikuti Perintahku


__ADS_3

Leon sebenarnya tidak tahu harus menurunkan Niana dengan cara apa,ia bingung sendiri. Lama Leon berpikir,tapi tidak ada yang masuk di otak cerdas nya,hanya ide mengerjai yang ada saat ini.


"Hey, pantatku sudah sakit dan kau hanya diam berpose cantik seperti barbie." Kesal Niana.


"Diamlah,aku sedang berpikir." Leon kembali berpikir membuat Niana muak dengan tingkah lelaki di hadapan nya.


"Lebih baik kau ikuti saja apa yang aku bilang." Ucap Niana tersenyum sinis.


"Enak saja." Leon menatap tajam Niana. Dalam hidupku itu tidak akan pernah terjadi,pikir Leon.


"Cepatlah,setelah itu aku juga akan mengikuti semua perintahmu dalam enam hari." Ucap Niana mantap.


"Baiklah,katakan apa yang harusku lakukan." Leon langsung menyetujui begitu saja.


"Kau rentangkan tanganmu,dan mendekatlah." Niana mulai berkomando.


"Untuk apa?" Leon bingung tapi ia langsung melakukan apa yang disuruh.


"Tangkap aku." Ucap Niana membuat Leon terkejut tapi sudah terlambat Niana sudah melompat membuat tubuh Leon kehilangan keseimbangan. Kedua nya terjatuh.


Niana dan Leon saling menatap satu sama lain, membuat kedua nya salah tingkah. Saat ini tubuh Niana sedang menindih tubuh Leon

__ADS_1


"Hey cepat bangun dari tubuhku." Ucap Leon kesal.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Niana selesai berdiri,ia merasa sedikit bersalah telah menindih Leon.


"Badanku sakit semua, kau tahu berat mu itu seberat sepuluh karung beras?" Leon sangat kesal dengan tingkah gadis di depan nya." Sudahlah,jangan lupa janji mu." Leon langsung pergi meninggalkan Niana.


"Nyenyenye, kau tau badan mu selebar kasur." Gerutu Niana tidak jelas.


☆☆☆


Niana langsung memasuki rumah kesayangan nya dengan wajah di dekuk.


"Nia, kamu kenapa? Kenapa penampilanmu acak-acakan begini?" Ibu Rini terlihat khawatir.


"Dikejar anjing dan bertemu pawang anjing." Ucap Niana berjalan menuju kamar nya lemas." Aku ke kamar yah Bu." Teriak nya berlalu pergi.


"Astaga anak itu." Sang Ibu hanya menggeleng-geleng kan kepala melihat tingkah Niana.


Sedangkan di kamar...


"Hari ini adalah hari yang paling sial,sial dan sial." Niana terus mengoceh sedari tadi dan terus menghentak- hentakan kaki nya.

__ADS_1


Tuht tuht tuht tuht


Bunyi ponsel terdengar membuat ocehan Niana terhenti. Ia segera mengambil dan menekan tombol hijau.


"Hallo ada apa?" Tanya Niana dengan nada kesal,ia sudah tahu siapa sang penelepon itu.


"Aku minta maaf tidak jadi datang kerumahmu,aku ada urusan mendadak beb sampai aku tak ada waktu menelpon mu tadi." Ucap si penelpon yang tak lain adalah Rena.


"Astaga,aku sangat kesal padamu." Niana sedikit teriak dan langsung mematikan panggilan.


"Aku harus mengikuti semua perkataan si aneh itu? Enak saja,aku harus mencari cara agar terbebas,dia pikir dia siapa? Aku ini bla bla bla bla bla." Niana terus berceloteh lagi seperti orang gila tanpa henti.


Sedangkan Leon sedang mengecek tulang punggung nya di rumah sakit,tapi wajah nya di penuhi senyum kemenangan yang menakutkan.


☆☆☆


Hari ini adalah hari yang bahagia menurut Leon karena hari ini adalah awal membalas dendam pada si gadis gila itu. Seperti sekarang ini Leon sedang mengerjai Niana habis-habisan.


"Hey,bawakan tas milikku." Ucap Leon seperti Bos membuat Niana tersulut emosi


'Sabar Niana ini hanya untuk membalas budi.' Batin Niana.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan vote yah😉😘


Bersambung...


__ADS_2