
"Hahahaha." Suara tawa memenuhi ruangan.
Sambil merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur,gadis itu sesekali tertawa karena memikirkan hal yang terjadi hari ini di depan kantin sekolah.
"Apa-apan dia itu,gampang sekali di bodohi." Tawa gadis itu semakin pecah.
"Dasar lelaki aneh,enak saja menyuruhku menuruti keinginan nya dan kenapa juga dia ingin meminta nomorku." Ucap nya kembali tertawa.
Sedangkan di tempat lain Leon merasa kesal sendiri,habis sudah semua rencana yang akan membuat Niana menyesal telah kurang ajar pada nya. Bagaimana tidak,tadi saat ia mendapatkan nomor ponsel yang ia pikir milik Niana. Ia langsung menghubungi nya saat tiba dirumah.
Leon telah berpikir,ia memang sangat cerdas dalam masalah balas dendam. Tapi sayang seribu sayang yang terjadi malahan berbeda jauh dari hayalan nya.
Beberapa waktu lalu...
Dengan senyuman menakutkan yang terus merekah di wajah nya,Leon seakan lupa akan kerinduan terhadap Ayah dan Ibu nya. Dengan gerakan cepat ia langsung menghubungi nomor yang sedari tadi ia pandangi.
Lama ia menunggu hingga akhir nya sang empu nya nomor pun mengangkat.
"Hallo." Ucap Leon bersemangat.
"Ya? Ini siapa?" Tanya orang yang di seberang.
Mendengar suara seorang lelaki membuat Leon bingung.
"Kau yang siapa? Kenapa ponsel itu ada pada kau?" Tanya Leon dengan nada kesal.
"Maaf, mungkin Anda salah orang." Ucap lelaki tak dikenal tersebut dengan nada penuh hormat.
__ADS_1
"Katakan,kenapa ponsel Niana ada pada kau? Dan katakan pada Niana bahwa Leonard Ezhar mencarin nya." Ujar Leon lantang menyebutkan nama nya agar orang di seberang takut.
Tapi tanpa di duga-duga adalah tenyata orang tersebut adalah Bapak Kepala Sekolah Leon.
"Leon? Astaga anak ini, saya ini bukan Niana tapi Bapak Rahmat." Ucap Kepala Sekolah membentak.
Mendengar penuturan barusan membuat Leon terkejut,dan tanpa kata-kata langsung memutuskan sambungan telepon tersebut. Sembari mengatur nafas.
"Astaga,aku telah di bodohi" Lirih Leon frustasi.
☆☆☆
Sekolah
Para Siswa dan Siswi yang ada di kelas Niana sangat bahagia termasuk Niana,Rena dan Mona saat mendengar kabar bahwa dua pekan depan kelas mereka terpilih mengikuti Perkemahan antar sekolah.
Tapi yang paling membahagiakan adalah kata-kata terakhir Guru.
"Dan hari ini tidak belajar,karena seluruh Guru akan mengadakan rapat. Diharapkan semua Siswa dan Siswi mengerti dan mau bekerja sama. Untuk tidak membuat keributan dan berdiam diri di dalam kelas hingga waktu pelajaran usai." Tambah nya membuat Siswa dan Siswi bersorak ria.
Leon yang bahagia karena tidak belajar, langsung bersiap untuk tidur. Namun ia tidak sengaja melihat wajah Niana yang seperti nya kelihatan sedih dan sedang menatap ke arah ponsel milik nya, karena tempat duduk mereka yang hanya bersebelahan. Leon yang penasaran pun lebih mendekat agar bisa melihat apa yang Niana lihat.
Ternyata Niana sedang memandangi foto seorang pria yang kira-kira seumuran dengan ayah nya melalui ponsel yang ia pengang.
"Siapa?" Tanya Leon membuat Niana sedikit terkejut.
"Ayahku." Lirih Niana mematikan ponsel nya,kemudian menatap Leon.
__ADS_1
"Apa ia sedang pergi jauh,hingga membuat kau bersedih?." Tanya Leon mengira bahwa ayah Niana sedang pergi untuk suatu urusan.
"Iya,sangat jauh hingga tak bisa ku temui."
Jawaban Niana membuat Leon sedikit bingung. Tapi kemudian ia sadar bahwa ternyata ayah Niana sudah pergi untuk selama-lama nya.
"Oh,maafkan aku." Lirih Leon sedikit merasa bersalah.
"Hahaha," tawa garing keluar dari mulut Niana." Ada apa? Aku tidak selemah itu." Ucap Niana menepuk pundak Leon mencoba bersikap biasa.
Sedangkan Leon masih diam memandangi wajah Niana. Niana yang di pandang merasa sedikit kikuk.
"Hey,jangan memandangku seperti itu,kau bisa terpana dengan kecantikan yang ku miliki." Niana berusaha terlihat biasa saja.
"Kehidupan memang berbeda-beda." Lirih Leon membuat Niana menatap ke arahnya.
"Maksudmu?" Tanya Niana penasaran.
"Ah,sudahlah." Ucap Leon.
Tatapan mata mereka bertemu hingga membuat Niana Salah tingkah dan langsung memutuskan pandangan mereka.
"Kenapa kau tidak menelponku?" Niana ingin tau apa laki-laki di samping nya ini sudah menelpon nomor Pak Rahmat atau belum.
Leon langsung menatap tajam Niana tanpa menjawab membuat Niana langsung tertawa terbahak karena ia tahu pasti Leon sudah menghubungi nomor legend itu.
Bersambung...
__ADS_1