
Hari ini Niana terlambat lagi,tapi untung nya gerbang baru akan di kunci.
"Pak,tunggu jangan di kunci dulu." Ucapnya mengatur nafas " Saya kan belum masuk ,pak."
"Maaf Dek,ini sudah terlambat."
"Saya mohon Pak,satu kali ini saja." Pinta Niana memelas membuat Pak Satpam merasa kasihan dan akhirnya membiarkan Niana masuk,dengan catatan tidak mengulangi lagi.
Niana yang di biarkan masuk merasa senang,karena ia tidak perlu susah payah memanjat lagi.
"Apa wajahku,wajah-wajah yang dikasihani? Kenapa Satpam tersebut membiarkan aku begitu saja?" Tanya Niana kepada dirinya sendiri.
Karena tidak mau di ambil pusing ia langsung menuju kelas ke sayangan nya.
Tapi sayang seribu sayang Guru sudah terlebih dahulu datang dan yang paling di sayangkan Guru tersebut adalah Bu Sri,Guru yang akan menyuruh nya berlari keliling lapangan,setiap ia terlambat.
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan di ikuti suara seseorang.
"Selamat pagi Bu." Ucap Niana
Leon yang mengenali suara tersebut langsung melihat kearah nya...
"Niana apalagi alasan kau,apa kau mau bilang bahwa kau mendapatkan motor baru dan pergi jalan-jalan keliling Kota." Tanya Ibu Sri kesal dengan kelakuan Niana.
"Tidak Bu,hari ini saya tidak bermimpi membawah motor,tapi saya hanya menjadi penumpang nya saja." Ucap Niana membuat seluruh kelas tertawa seperti biasanya,tapi tidak dengan Ibu Sri yang sudah murka dengan kelakuan Niana.
"Sekarang,kamu..."
"Baik Bu,saya akan lari lapangan." Potong Niana.
"Tidak,sekarang kamu pergi bersihkan toilet." Menarik nafas" Setelah itu kamu keruang BK." Teriaknya.
"Baik Bu."
☆☆☆
Leon yang sudah muak dengan pelajaran tersebut langsung meminta izin ke toilet,agar ia bisa bebas dan pergi ke UKS untuk tidur.
Saat sampai di UKS betapa terkejut nya Leon mendapati Niana berada disana.
"Hey,kayak nya aku baru lihat kau di sekolah?" Tanya Niana karena jujur saja ia baru melihat Leon di sekolah" Kau murid baru kan?"
Leon hanya diam dan langsung duduk di kursi.
"Waduh,Ganteng sih tapi sayang bisu." Ucap Niana meledek berpura-pura ngeri.
Mendengar ucapan Niana membuat Leon rasanya ingin tertawa. Tapi karena gengsi tinggi ia mengurungkan niat nya dan memilih bersandar di kursi sambil memejamkan mata.
"Halo, halo apa kau benar-benar bisu?" Tanya Niana"Apa kau bolos juga?"
Tidak ada jawaban.
"Laki-laki aneh." Ucap Niana kesal karena di acuhkan.
"Bukankah kau disuruh membersihkan toilet? Dan setelah itu keruangan BK?" Tidak menjawab malahan balas bertanya,masih dengan mata tertutup.
"Kenapa kau tahu?" Tanya Niana menatap serius.
__ADS_1
Tidak ada jawaban lagi membuat Niana menarik nafas panjang.
"Mimpi apa aku semalam,bertemu orang semacam ini."Ucap nya berlalu pergi menuju ruang BK.
☆☆☆
"Maaf Bu,untuk apa ini?" Tanyanya setelah menerima surat di tangan nya.
"Itu surat untuk orang tuamu,karena kau sudah melakukan berbagai macam kesalahan berulang- ulang, jadi kau mendapatkan surat ini dan jika kau tidak memberikan nya,maka Ibu akan memberikan nya langsung."
Mendengar ancaman Guru BK tersebut, Niana terdiam.
Belum sempat ia berpamitan terdengar suara ribut di luar. Membuat guru-guru bergegas keluar untuk melihat apa yang terjadi,termasuk Niana.
Ternyata keributan tersebut terjadi di kelas Niana. Dan saat tiba di Kelas nya ternyata terjadi perkelahian antara Marsel dan Lelaki yang baru saja bertemu dengan Niana,siapa lagi kalau bukan Leon. Mereka pun langsung di pisahkan guru.
Niana yang merasa hal tersebut tidak penting langsung pergi ketempat duduk nya. Karena seperti biasa ia sudah ketinggalan pelajaran di jam pertaman nya.
☆☆☆
"Kenapa kalian bertengkar?" Tanya Bapak Kepala sekolah.
Sekarang ini Leon dan Marsel sedang berada di ruangan Kepala Sekolah.
"Dia menghina saya pak." Jawab Marsel mendapat gelengan dari pak kepala sekolah,sedangkan Leon hanya duduk diam.
"Nak Leon kenapa kalian bertengkar?" Tanya Kepala Sekolah memastikan.
"Pak apakah Ayah saya akan datang." Bukan menjawab malah balas bertanya.
"Tenang saja Nak Leon,masalah ini tidak akan sampai kepada orang tua kalian, kecuali hal semacam ini terjadi kembali." Ucap pak Kepala Sekolah menenangkan Leon.
Setelah mendapatkan pidato, Leon akhirnya terbebas. Padahal yang Leon mau Ayahnya hadir tapi malahan ia harus menerima pidato panjang kali lebar dari Kepala Sekolah yang membuat telinga nya panas.
☆☆☆
Kediamana Niana.
Malam hari nya setelah makan malam di kediaman Niana,Niana memberikan surat panggilan orang tua kepada sang Ibu.
"Ibu Ini ada surat untuk Ibu." Ucap Niana,setelah selesai makan.
"Surat apa ini Nia?" Tanya Rini sang Ibu. Mengambil amplop yang diberikan sang anak.
"Ibu bisa melihat nya sendri."
Setelah ibu nya menerima surat panggilan orang tua tersebut Niana langsung mengambil langkah seribu.
"Astaga! Niana!" Teriak Rini setelah membaca isi surat tersebut tapi sayang nya Niana sudah lari masuk kedalam kamar.
☆☆☆
Kediamanan Leon.
"Ini Tuan muda,silahkan makan." Ucap kepala pelayan. Menyajikan makanan kepada sang majikan.
"Apakah Ayah tidak pulang juga?" Tanya Leon.
"Tidak Tuan muda."
__ADS_1
"Baiklah."
Leon langsung memakan makanan nya, ia memang sudah terbiasa makan tanpa ada yang menemani. Hanya ada kesunyian dan dingin nya malam yang bersama dengan nya.
☆☆☆
Sekolah.
"Wah-wah,tidak seperti biasa nya kau tidak terlambat." Ucap Mona heboh.
"Ibu memberi tantangan jika aku tidak datang terlambat selama sebulan,maka Ibu akan mengabulkan satu permintaanku apapun itu." Ujar Niana panjang Lebar.
"Oh,ku pikir kau sudah bertobat" Ucap Rena tanpa rasa bersalah.
"Nia,kau tahu tidak..."
"Tidak." Potong Niana membuat Mona kesal.
"Ah,dengar dulu." Ucap Mona." Kau tahu di kelas kita ada murid baru yang lumayan tampan."
"Oh."
"Dan dia duduk berseblahan dengan kau." Rena juga mulai terlihat heboh.
"Oh."
"Kenapa hanya 'oh' saja?" Tanya Mona kesal,mendengar Niana hanya ber oh ria saja.
"Trus aku harus bilang apa?" Tanya Niana ikut kesal." Apa aku harus guling kekiri,guling kekanan jungkir balik sambil bilang wow begitu?" Niana mengangkat kedua kening nya.
Dan mereka pun terus berdebat hingga tiba-tiba...
Truht prot putt
Terdengar suara di ikuti bau busuk menyengat. Membuat Mona dan Niana langsung melirik kearah Rena,karena seperti biasa Rena lah biang keladinya. Si tukang kentut sembarangan. Untung nya kelas masih lumayan sepi.
"Ih Rena,dasar tidak tahu tempat." Gerutu Mona.
"Hehehe,kalian ini tidak tahu apa aku sudah susah payah menaha nya, kata orang tua dulu tidak baik menahan penyakit." Ujar Rena membela diri.
☆☆☆
"Heh bangun."
Niana merasa kesal karena tempat duduk yang biasa ia pakai untuk meletakkan tas kesayangan nya,sekarang sudah di duduki lelaki aneh. Dan sekarang lelaki tersebut sedang asik tidur.
Karena tidak mendapat jawaban dari sang empu,Niana pun berpikir sejenak.
Lama Niana berpikir. Tiba-tiba, seperti muncul bohlam di atas kepala Niana bak film-film Niana langsung membangunkan Leon.
"Hey,hey." Panggilnya tidak mendapat jawaban"Hey,pak Guru memanggilmu." Dusta Niana membuat Leon terbangun,sambil mengucek mata nya.
"Pak guru menyuruh mu menghapus papan tulis." Sambung nya.
Leon yang mendengar hal tersebut langsung bergegas kedepan dengan keadaan setengah sadar dan langsung menghapus papan tersebut,membuat pak Guru murka. Karena ia baru akan memulai menjelaskan. Leon pun langsung di hukum menghormat bendera selama jam pelajaran nya.
Di tengah penderitaan Leon, Niana sedang tertawa jahat karena rencana nya berhasil dan sekarang ia bisa memakai tempat duduk disamping nya sesusai kemauan nya.
"Dasar gadis gila." Gerutu Leon kesal.
__ADS_1
Bersambung...