
"selamat pagi kaka kaka yg cantik " sapa zayn ketika memasuki ruangan
mendengar suara zayn sheila pura2 mengecek komputer nya, sheila masih teringat kejadian kemarin yg membuat nya malu
zayn melirik ke arah sheila dan mendekati nya" pagi kak sheila" deg. . . deg. . deg. . suara debaran sheila
"y. .ya pa. . pagi zayn "ucap sheila tanpa melihat wajah zayn, zayn paham akan situasi nya
seketika senyum zayn mengembang senang, santi yg melihat tingkah sheila tersenyum senang
"kayak nya ada apa2 nih di antara mereka " ucap santi
jam kerja pun di mulai, sheila berusaha memfocuskan kembali pikiran nya
ntah kenapa semenjak kemarin setiap kali sheila bertatapan dengan zayn pasti sheila tak mampu untuk memandang balik apalagi tersenyum pada nya,
wajah nya selalu tiba2 panas dan memerah, dan aneh nya selalu ingin memandang wajah zayn
"gue ini kenapa sih?? masa gue sakit?? gk mungkin kan? " tanya sheila dalam hati
"la. .la. . sheila "panggil sasa dengan kencang dan berhasil menganget kan sheila
"apaan sih sa?? ngagetin ajah " woi lu yg apa an itu telpon berbunyi terus gk lo angkat2 ,jadi nya nelpon saya, "
"emang ada apaan?? " jawab malas "kita di panggil pak wijaya keruangan nya"
mendengar kata pak wijaya seketika zayn menjadi waswas.
"emang ada apaan sih?? " tanya sheila "ntah lah lo duluan ajh, gue mau k le toilet dulu "sasa meninggal kan sheila menuju toilet
sheila berjalan malas menuju ruangan direktur, zayn yg khawatir mengikuti sheila dari belakang
tak lama sheila sampai di depan pintu direktu dan mengetuk nya
terdengar suara menyuruh nya masuk, sheila pun memasuki ruangan presdir
"maaf pak ada yg bisa sheila bantu?? " tanya sheila
pak wijaya belum menjawab pertanyaan sheila, pak wijaya hanya masih terfocus memandangi seluruh tubuh sheila dari atas hingga bawah
sheila yg merasa di perhatikan menjadi risih "emm sheila sini kamu "sheila mendekat dengan sedikit langkah
"ya kenapa pak?? " sheila masih berdiri di tempat nya
__ADS_1
"oh engga sheila, saya hanya menanyakan saja kamu kan di tugas kan sama kepala cabang untuk mengatur semua acara nya,
apa persiapan acara kantor dua hari lagi sudah kamu siap kan ?? " tanya wijaya yg tak henti 2 nya memeperhatikan sheila.
"sudah pak insa Alloh nanti saya sama sasa akan mengecek nya pak "
"baik saya ingin semua nya beres " wijaya berdiri dari kursi nya dan berjalan mendekati sheila
sheila yg melihat pak wijaya mendekat menjadi waswas, dan memeundurkan langkah nya.
pak wijaya yg melihat gerak gerik sheila menghentikan langkah nya.
"maaf sheila jika saya membuat mu takut " ucap nya dengan tersenyum mesum nya,
ketika pak wijaya akan mendekati sheila tiba2 pintu terbuka dan masuk lah zayn
"loh zayn ada apa?? " tanya pak wijaya "oh tidak pak disni saya di suruh sasa menemani sheila pak" ucap nya
"lo mau ngapain kampret?? sampai dekat2 dengan sheila " kata zayn dalam hati
sheila melihat kedatangan zayn seketika hati nya menjadi tenang
"hah untung lah zayn masuk, ntah kenapa gue takut banget disini " ucap sheila dalam hati
"baik lah sudah selesai kok kalian boleh kembali ke ruangan kalian "
di luar sheila mengatur nafas nya dan reflek memeluk zayn dengan erat ,
zayn yg mendapat serangan mendadak tersenyum senang dan bahagia
"kaka gpp?? "tanya zayn, sheila hanya menggeleng
"nggak zayn thanks ya " zayn mengangguk tersenyum dengan pelan tangan zayn mengusap kepala sheila
mendapat peelakuan seperti itu dari zayn ntah kenapa perasaan nya nyaman, se saat bibir nya membentuk lengkungan yg manis tanda ia sedang tersenyum
tak lama sheila sadar akan perlakuan nya
dengan cepa sheila melepaskan pelukan nya dari zayn
wajah sheila sedikit memerah karna malu
"maaf zayn aku gk sengaja habis aku. . "
__ADS_1
"gpp kok kak aku paham" tak lama sasa datang menghampiri mereka
"loh shei lo masih disini?? gk masuk?? " sheila menggeleng "nggak sa udah beres
jadi nanti pulang dari sini kita akan ke hotel di mana acara akan di langsungkan
"oke lah, gue duluan bye" (sial kenapa bisa ada zayn di situ?? ") ucap sasa dalam hati
ternyata sasa berniat membuat sheila menjadi incaran pak wijaya selanjutnya,
namun seperti nya rencana nya gagal, sasa merasa kesal pada pak wijaya karna setiap kali pak wijaya memanggil nya ke ruangan nya
pak wijaya selalu pura2 memegang badan sasa mengusap pundak nya,rambut nya dan paha nya ,terkadang pernah juga dia meremas b*k*ng sasa dan itu membuat nya kesal
hari ini pak wijaya sebenar nya memanggil sasa namun sasa merasa risih dengan sikap pak wijaya, akhir nya sasa menyuruh sheila untuk keruangan nya.
.
hp sheila berbunyi tanda telpon masuk "zayn gue duluan ya "sheila berjalan dengan agak cepat, meninggal kan zayn yg masih diam
zayn memandang kepergian sheila
"halo kak firman?? " ternyata telpon dari firman
"sheila apa kita bisa makan siang bareng ?? " sheila sempat berpikir
"emm boleh kak di mana??"
"oke, nanti aku kirimin tempat nya"oke kak tapi setelah kerjaan aku beres ya kak"
"oke" sheila mematikan hp nya, menyimpan nya dan kembali menuju ruangan nya.
.
.
"sial gagal lagi rencana ku" terlihat seseorang sedang memandangi wajah nya di cermin toilet kantor
"awas saja, kau sheila, si direktur itu juga bikin aku kesal saja, tangan nya ingin sekali aku potong" siapa lagi kalau bukan sasa
sasa mengepal kan tangan nya dan memukul wastafel tanda ia sedang meluap kan amarah nya.
.
__ADS_1
.
.