
ke esokan hari nya
malam tadi ada banyak hal yg terjadi, dari mulai kesalahan, keterpaksaan dan ketergagalan namun masing2 dari mereka ada yg mengabaikan ada juga yg kaget dan kecewa dan lain sebagai nya.
.
hotel gemilang
sasa terbangun dari tidur nya, kepala nya terasa berat,tubuh nya terasa remuk, sasa melihat ke sekeliling nya, mata nya terfocus pada pakaian yg berserakan di lantai
sasa melihat ke badan nya yg terbungkus selimut ketika ia membuka selimut nya, betapa terkejut nya sasa, yg melihat badan nya bertelanjang tanpa pakaian sehelai pun.
sasa menjerit sekuat nya "aaaaaa apa ini??, kenapa begini?? " lelaki yg sedang tidur di samping sasa terbangun karna teriakan sasa.
"apa an sih berisik banget" ucap nya tanpa dosa
sasa yg mendengar suara lelaki melihat ke samping nya dan ternyata yg semalam tidur dengan nya ia lah bandi orang yg harus nya tertidur dengan sheila.
"ka. kau kan lelaki yg seharus nya ada bersama sheila, ke kenapa kau ada di sini?" sasa menutupi dada atas nya dengan kedua tangan nya.
sasa merasa sangat ketakutan saat itu, si lelaki yg baru tersadar karna salah orang, dengan cepat dia bangkit dan melihat dengan jelas wajah si perempuan yg bersama nya saat malam kemarin
setelah jelas melihat,wajah nya tampak kecewa karna keinginan nya untuk bermalam dengan sheila gagal.
.
.
.
kantor cabang gemilang
.
pagi ini sheila baru saja sampai di parkiran kantor, sheila turun dari mobil nya menuju kantor
di pintu masuk sheila bertemu dengan anggi, teman se ruangan dengan ny,
anggi yg melihat kedatangan sheila langsung menyapa nya
"pagi kak sheila "ucap nya tersenyum "pagi juga anggi "sapa sheila. usia anggi 25 tahun, ia sudah bekerja lama bersama sheila.
anggi dan sheila berjalan beriringan bersama menuju ruangan nya.
"kak sheila terlihat sangat segar hari ini? "ucap anggi "hahah masa sih? padahal aku seperti biasa nya loh"
sheila dan anggi meniki lift, ketika sedang mengobrol sana sini, tak sengaja anggi melihat di leher sheila tampak samar seperti bekas cupangan,
namun ntah kenapa sheila tak menyadari nya, anggi merasa penasaran, ketika ingin bertanya tiba2 pintu lift terbuka pertanda tujuan mereka sudah sampai.
sifat anggi sebenarnya baik, namun karna sifat nya agak polos dan selalu ingin tau anggi selalu bertanya pada orang lain ketimbang bertanya pada orang nya langsung.
anggi dan sheila turun dari lift menuju ruangan nya, "anggi saya duluan ya"ucap sheila tersenyum
__ADS_1
"oh iya kak silahkan " anggi duduk di tempat duduk nya, se saat anggi melamun, berpikir tentang apa yg ia lihat di leher nya sheila
"hmmm kira2 tanda apa ya itu?? "ucap anggi dalam hati.
.
sheila duduk di kursi nya, sheila tak melihat keadaan santi dan zayn, sheila mengambil hp nya dalam tas lalu menekan nomor seseorang, lalu menelpon nya.
telpon tersambung, namun tak ada yg mengangkat.
.
di tempat lain
santi terbangun dari tidur nya karna suara bunyi hp nya, lalu santi mencari2 di mana hp nya berada, mata nya masih terlihat mengantuk, badan nya masih lemas karna pertempuran nya semalam dengan andri.
santi menemukan hp nya dan melihat siapa yg menelpon nya,lalu mengangkat nya.,
"halo shei kenapa?? " ucap santi "san lo kerja gak?? masih di mana?? " mendengar ucapan sheila seketika mata santi melotot, ia baru ingat kalau ia harus segera bekerja
santi melihat jam di hp nya, betapa terkejut nya santi ternyata waktu sudah menunjukan pukul 07.52 terpaksa santi tidak masuk kantor hari ini.
"sorry shei kayak nya gue gk masuk kantor deh hari ini, soal nya masih cape, udaj siang juga "
"oke met istirahat ya bye " santi mematikan hp nya, lalu melihat ke samping nya, di lihat andri masih terlelap dalam tidur nya
bibir santi tersenyum melihat hal itu, santi masih tak percaya kalau mahkota berharga nya harus ia berikan sebelum waktu nya pada andri
santi mengusap kepala andri dengan lembut, andri yg merasa ada yg membelai rambut nya seketika terbangun dari tidur nya lalu melihat ke orang yg mengusap kepala nya lembut
"maaf ya sayang kita melakukan nya terlalu cepat, aku menyesal sayang" ucap andri
santi tersenyum mendengar hal itu"iya sayang gpp aku ngerti kok, " andri memeluk tubuh polos santi
"sayang aku janji nanti malam aku akan ajak om aku untuk melamarkan kamu untuk aku jadi kamu gk usah khawatir ya sayang,
aku pasti akan tanggung jawab" mendengar nya santi hanya mengangguk tersenyum dalam pelukan andri.
tak lama mereka pun bangun dari tidur nya dan saling membersihkan diri masing2 ,lalu bersiap untuk meninggalkan hotel.
.
.
gedung cabang gemilang
.
jam istirahat
sheila merasa sedih karna santi sahabat nya tidak masuk kerja, zayn pun tak kelihatan dari pagi membut sheila merasa kesepian.
.
__ADS_1
sesaat entah kenapa sheila teringat kejadian nya semalam dengan zayn, wajah sheila memerah mengingat nya
"hah, ternyata anak kecil juga bisa macho ya,haha" ucap sheila dalam hati
flashback on
.
sheila dan zayn saling berciuman dengan sangat dalam,
lelaki tetap lah lelaki apalagi lelaki yg normal yg sudah dewasa, pasti hasrat nya akan naik jika di dekat dengan seorang perempuan ,apalagi kalau orang itu yg paling di cintai nya
.
begitu pun dengan zayn, ia tetap lah lelaki normal yg dewasa.
mereka saling berciuman dengan sangat lama tanpa di sadari zayn, tiba2 hasrat nya naik, kejantanan nya berdiri perlahan2
,perasaan zayn ingin meminta lebih dari sheila, bibir zayn mulai turun ke bawah menuju leher sheila
menciumi nya dengan pelan, sedangkan sheila yg merasakan perubahan zayn berusaha untuk mengontrol diri nya agar tak ikut menaikan hasrat nya, sheila juga menginginkan nya, namun ia sadar kalau hal ini belum boleh mereka lakukan, karna tak ada ikatan pernikahan.
tangan zayn yg kanan memasuki blazer sheila mencari resleting baju sheila untuk membuka nya ,ketika sudah mendapat kan nya zayn mengusap punggung sheila terlebih dahulu, lalu membuka resleting baju sheila dengan perlahan
zayn hampir kehilangan kesadaran nya karna pikiran nya hampir terpenuhi oleh hasrat nya,
seketika sheila sadar ketika zayn memasukan tangan nya ke dalam baju sheila,
pikiran sheila tersadar 80% akal pikiran nya kembali, sheila menekan hasrat keinginan nya.
lalu sheila berusaha menahan tangan zayn agar tak masuk ke dalam
"za. . zay. . yn " ucap sheila dengan nafas yg ter senggal senggal,
"zayn ja. jangan plis, ki kita be belum mengerjakan menikah, kita tak boleh melakukan nya zayn "
seketika zayn menghentikan aktifitas nya, kesadaran nya mulai kembali, hasrat nya berusaha ia tahan
keharaman nya masih berdiri zayn terbangun dari atas badan sheila, ketika zayn berdiri tak sengaja mata sheila melihat ke bawah dan melihat kejantanan zayn yg sudah berdiri
jantung sheila berdebar kencang, wajah nya memerah, lalu memalingkan wajah nya.
zayn yg melihat hal itu hanya tersenyum "kaka mau yg ini?? "ucap zayn dengan tersenyum jahil nya
"apa yg kau kata kan zayn, a aku harus pergi zayn ma maaf kalau aku "
"tak apa kak, lagian aku yg salah, asal kakak tau saja, aku tetaplah lelaki normal yg mulai dewasa, yg punya hasrat,
aku berushaa mengontol diri agar tak bertingkah berlebihan, namun aku merasa sangat menginginkan kaka,
apalagi kaka adalah. . ."
.
__ADS_1
.
.