
"apalagi kaka adalah . . ." belum sempat zayn mengatakan nya tiba2 suara ponsel berdering, dengan segera zayn mengangkat nya
"ya hallo?? " zayn mendengar setiap kata yg di ucapkan si penelepon, zayn hanya mengangguk mendengar kan, "baik aku kesana sekaran, jangan biarkan mereka lolos satu pun" zayn mematikan hp nya lalu bersiap meninggalakan kamar hotel
"kak maaf kyak nya aku harus pergi, untuk ciuman kita aku janji akan mengenang nya,makasih ya kak,aku pergi dulu kak "zayn mengambil jas nya dan pergi meninggalkan sheila di dalam kamar hotel sendirian
sheila yg masih memikirkan perkataan zayn yang entah kenapa terasa manis menurut sheila, tak menyadari kalau zayn sudah meninggalkan nya"
.
.
flashback off
sheila tersadar dari lamunan nya, ia bergegas dari tempat duduk nya menuju kantin kantor untuk makan siang,
di perjalanan tiba2 tangan sheila ada yg menarik nya dan masuk ke sebuah ruangan sepi,
ketika sudah masuk orang yg manarik sheila menghimpit badan nya ke dinding, lalu sheila melihat ke si penarik
ternyata orang yg menarik nya ialah zayn, "hah zayn apa yg kamu lakukan?? " ucap sheila
zayn tersenyum melihat wajah sheila, lalu memeluk tubuh sheila, "biarkan aku memeluk kaka sebentar saja" zayn memeluk tubuh sheila sedikit erat
sheila membiarkan zayn memluk nya walaupun jantung nya berdebar kencang, dan wajah nya memerah,
setelah puas,zayn melepaskan pelukan nya, namun badan nya tetap menghimpit sheila ke dinding.
zayn mengangkat tangan nya dan menyentuh pipi sheila, zayn membuat sheila menatap nya, sheila merasa tersihir akan perlakuan zayn saat itu,
zayn mendekat kan bibir nya ke telinga sheila hembusan nafas zayn sangat terasa hangat di telinga sheila
"kak kaka mau kan menikah sama aku?? " ucap nya berbisik halus hal itu membuat sheila merinding,
tanpa sadar sheila menganggukan kepala nya, zayn menjauhkan bibir nya dari telinga sheila, lalu menatap nya kembali,
zayn yg melihat sheila masih menatap nya, tanpa panjang lagi kembali zayn mencium bibir sheila dengan sangat lembut,
sheila ntah kenapa hanya bisa pasrah mendapat perlakuan lembut dari zayn ,
dari kejauhan anggi tak sengaja melihat ke arah ruangan di mana sheila dan zayn berada,
anggi melihat zayn dan sheila berciuman, "sudah tak salah lagi mereka pasti ada hubungan"
anggi pergi dari sana menuju kantin, sesampai di kantin anggi bercerita pada teman nya rinrin "rin gue gk sengaja lihat kak sheila dan zayn berciuman di ruangan rapat " rinrin yg mendengar ucapan anggi merasa tak percaya akan ucapan nya
__ADS_1
"hah masa sih?? tak mungkin lah"
"serius aku tuh rin, tadi pagi juga aku lihat leher kak sheila ada warna merah nya seperti tanda bekas cupangan rin ,kalau kamu tak percaya coba saja kamu dekati kak sheila dan lihat saja di leher nya ada tanda merah "
rinrin mulai penasaran dengan kata2 anggi, "baik akan aku lihat nanti"
tak lama sheila sampai di kantin kantor bersama zayn
"itu rin lihat mereka "rinrin melihat sheila dan zayn sikap mereka terlihat canggung,
rinrin merogoh hp nya di dalam kantong blazer nya, lalu mengetikan sesuatu di sebuah grup
.
.
sheila duduk di kursi kantin, zayn pun mengikuti sheila, suasana mereka sangat canggung ,tak ada yg berani mengeluarkan suara di antara mereka
"duh sial kenapa lidah gue terasa kelu, gk bisa kayak biasa nya,
ini semua gara2 si zayn nih" ucap sheila dalam hati
sheila memesan makanan nya, sedangkan zayn memainkan hp nya tanpa memesan makanan apa pun,
zayn tak mampu mengeluarkan suara nya sedikit pun, dirinya merasa malu atas kata2 dan sikap nya tadi, untuk menutupi rasa malu nya zayn berusaha mengalihkan kegugupan nya dengan memainkan ponsel nya
.
tak lama pesanan sheila datang, sheila dengan segera memakan makanan nya dengan terburu2
zayn yg melihat sheila makan dengan cepat, hanya bisa tersenyum menggeleng."tenang ajh kak aku gk akan minta makanan sama kaka kok "
tiba2 sheila merasa tersedak, zayn inisiatip mengambil kan minum untuk sheila, wajah sheila memerah karna rasa malu,
sheila mengambil minuman yg di berikan zayn dan meminum nya,
tiba2 HP sheila berbunyi, sheila mengambil hp nya, lalu mengangkat nya, "halo kak? "ucap sheila dengan tersenyum
zayn penasaran, "siapa sih yg telpon ganggu banget, mana pakai senyum2 segala lagi".ucap zayn dalam hati.
"baik kak insa Alloh aku datang" sheila mematikan hp nya dan kembali pada makanan nya
zayn yg merasa ingin tau siapa si penelpon yg menganggu mereka pun bertanya
namun belum sempat zayn mengeluarkan suara tiba2 ada yg menghampiri meja mereka
__ADS_1
anggi dan rinrin menghampiri meja sheila,karna rasa penasaran mereka yg ingin tau kebenaran nya "sheila kamu pacaran ya sama zayn?? " ucap rinrin
suara rinrin yg nyaring membuat hampir sebagian karyawan yg ad di kantin melihat ke arah nya.
sheila yg merasa di perhatikan semua nya merasa grogi ,sebagian ada yg bertanya2 sebagian lagi ada yg saling berbisik
hal itu membuat sheila merasa risih, "ng nggak kok, kita gk pacaran kamu salah paham rin"ucap sheila gugup
rinrin belum puas dengan jawaban sheila
"lalu kenapa kalian sering berdua? "ucap rinrin
"memang nya kenapa kalau kita selalu berdua?? toh gk ada yg gak bolehin? " sheila mulai kesal
"kata anggi tdi dia liat kalian ciuman di ruang rapat, apa benar itu bukan tanda kalau kalian sedang pacaran? "
semua yg mendengar ucapan anggi melongo dan tak percaya pada apa yg mereka dengar
wajah sheila memerah
zayn berusaha menahan rasa kesal nya, karna rinrin berhasil memojokan sheila
"apa maksud kak rinrin?? kenapa kaka ingin tau sekali dengan hubungan kita?? "ucap zayn
rinrin menoleh ke arah zayn "zayn kamu tau kan aturan dikantor ini?? kalian di larang berhubungan sesama karyawan "
"rinrin kan aku sudah bilang kami tak pacaran"ucap sheila yg sedang menahan rasa kesal nya
"heh kau pikir aku bodoh?? kalian tak berpacaran lalu kenapa kalian berciuman?? "
"rinrin aku katakan pada mu sekali lagi, kami tak pacaran dan tentang ciuman itu kami tak sengaja melakukan nya, karna tdi saya terjatuh dan zayn menolong saya.
lagi pula aku akan menikah dengan kak firman"
zayn kaget dengan ucapan sheila, ia tak habis pikir kenapa sheila berkata demikian?
"dan lagi zayn bukan lah type saya, jadi masalah ini jangan buat gosip se isi kantor "ucap sheila
sheila berdiri dari duduk nya dan meninggalkan kantin kantor menuju ruangan nya.
"kak shei. . ."
"maaf zayn kita gak usah dekat2 lagi aku males dengan ocehan mereka"
.
__ADS_1