
***
perusahaan pusat gemilang
.
papa zayn sedang focus pada pekerjaan nya, andri sepupu zayn sekarang menjadi asisten pribadi papa zayn, karna sekarang andri akan tinggal di rumah utama keluarga gemilang ,
dalam hal bekerja untuk sementara andri membantu papa zayn mengurus perusahaan, selama zayn masih menjalankan misi nya.
.
orang tua andri masih di luar ngeri,papa andri menyerah kan semua tentang andri pada papa zayn
papa zayn sangat senang mendengar nya, karna papa zayn sudah menganggap andri seperti anak sendiri.
"ini om tinggal di tanda tanganin saja " papa zayn tersenyum bangga, karna bagi papa zayn andri sangat paling bisa di andal kan dalam hal mengurus perusahaan
"sudah "ucap papa zayn "andri coba kamu cek lewat internet bagaimana kesiapan acara kantor cabang yg di pimpin pak wijaya?? "
"baik om akan saya cek nanti " andri keluar dari ruangan papa zayn menuju ruangan nya.
.
.
di suatu tempat yg jauh dari berisik nya suara kendaraan dan teriakan orang2 .
terlihat lelaki yg kira2 usia nya sudah berumur 69 tahunan, sedang duduk di kursi goyang,
mendengarkan setiap kata yg di ucap kan oleh si pembawa berita
"hmm jadi dia sudah kembali rupa nya?? "
"benar tuan dia sudah kembali dan saya dengar dia akan melangsungkan pernikahan " kata pengawal laki2 tersebut
"hmm tak ku sangkan ternyata dia lebih memilih orang lain dari pada anak ku"
lelaki tua tersebut seketika teringat dengan kenangan 1 tahun yg lalu, yg mana dirinya pernah akan menjodoh kan putri nya pada salah satu putra kelurga gemilang, namun sayang keinginan nya lenyap seketika karna salah satu putra gemilang lebih memilih pergi ke luar negri dari pada harus menikah dengan anak nya.
lelaki tua itu pun mengepal kan tangan nya dan menahan rasa marah di hati nya
"terus awasi dia, dan laporkan setiap hal apa pun itu " perintah nya
"baik tuan" sang pengawal pun pergi dari hadapan pria tua tersebut
pria tua itu berdiri dari duduk nya dan berjalan perlahan menuju jendela
tangan nya di angkat ke atas untuk menyingkap kan gorden jendela yg menutupi kamar nya
"kau boleh menolak ku dahulu tapi kau harus membayar semua nya atas rasa sakit di hati ku " lelaki tua itu pun tersenyum dengan sinis nya mata nya menatap ke arah luar jendela.
.
perusahaan cabang gemilang
.
__ADS_1
jam istirahat tiba, sheila masih asik dengan pekerjaan nya,
sampai tak sadar bahwa santi sudah berada di samping nya,
"woi shei lo masih kerja?? makan yuk laper nih? "ajak santi yg sedang memegang perut nya yg sudah berbunyi
sheila melirik ke arah santi dan tertawa "haha lo duluan ajah san, gue gak makan siang bareng lo dulu ya"
"loh emang kenapa shei?? " sheila hanay tersenyum "jawaban nya rahasia
sheila kembali pada kerjaan nya, sedang kan santi mendengar jawaban sheila merasa kesal
"hehe canda san, gue udah janji makan sianga sama kak firman " santi hanya bisa mendengus kesal
"ih jadi gue makan sama siapa dong shei?? "
"lo makan sama zayn dulu ya? " sheila masih focus pada pekerjaan nya mata nya masih menatap layar komputer
"zayn gk ada shei, udah ah aku makan sama yh lain ajah bye" santi pura2 ngambek
sheila yg melihat hal itu pun hanya tersenyum menggelengkan kepala.
akhir nya sheila selesai dengan pekerjaan nya, sheila mengambil tas nya dan bersiap menuju restoran yg sudah di pesan firman untuk makan siang
ketika di lift sheila bertemu zayn "kak sheila mau kemana?? " zayn berdiri di samping sheila
"mau makan siang zayn"
"kak santi ny mana?? " zyan melihat ke samping sheila namun tak melihat keberadaan santi
ada binar kebahagiaan di mata nya, "aku boleh ikut kak?? " sheila hanya memandang zayn dengan bingung nya lalu tersenyum
"maaf zayn gk bisa" lift pun terhenti, sheila segera keluar dari lift zayn mengikuti sheila
"kak kenapa aku gk boleh ikut?? apa teman kaka laki2 yg kemarin kita temua di mall?? "
sheila menghentikan langkah nya membalik kan badan nya menghadapi zayn, lalu tersenyum
"iya zayn, dia kaka kelas aku, aku pergi dulu ya bye" sheila segera mempercepat langkah nya
mendengar hal itu membuat zayn tambah kesal, diam2 zayn mengikuti sheila dari belakang
.
sheila sampai di restoran, di sana sheila mencari keberadaan firman
ada seseorang yg melambaikan tangan pada nya "sini sheila " teriak nya pelan
"kak "sheila berjalan ke arah firman berada "maaf telat kak soal nya kerjaan aku banyak"
"iya tak apa2 sheila " firman tersenyum dengan hangat nya
"kamu mau makan apa sheila?? " firman memberikan buku menu pada sheila
sheila melihat2 menu nya dan memilih salah satu menu keinginan nya.
.
__ADS_1
tak jauh dari kursi mereka berada zayn duduk sendirian mata nya sekali2 melirik ke arah meja sheila
"tuh kan cowok itu lagi" zayn merasa kesal melihat mereka makan berdua
.
"sheila aku boleh tanya sesuatu?? " sheila menatap ke arah firman
"iya kak mau nanya apa?? " sheila melihat firman sedikit ragu
"gk apa apa kak tanya saja? " firman menghela nafas nya se saat
"kamu sama cowok kemarin ada hubungan apa ya?? " sheila mengkerut kan kening nya
"yg kemarin?? "sheila berpikir sejenak
"iya yg kemarin, aku sudah dua kali melihat kamu makan berdua an satu meja dengan laki2 itu, apa kalian pacaran?? "
"oohh ya aku ingat, nggak kak dia teman kantor aku nama nya zayn,
kita gk ada hubungan apa2 kok kak hanya teman kantor saja, kaka hanya kebetulan saja melihat kami selalu bersama " sheila menjelaskan
firman sedikit lega mendengar penjelasan sheila "oh syukur deh"
"syukur deh kenapa kak?" "oh engga sheila, mm maksud nya syukur deh kita bisa makan siang bareng " ucap firman tersenyum
tak lama pesanan mereka sampi, sheila dan firman memakan nya.
"tuh kan kaka terlihat akrab sekali dengan nya, pakai senyum 2 segala lagi" karna kesal zayn meninggal kan restoran tersebut menuju kantor nya kembali
.
"tapi sheila kok aku ngeliat kayak nya zayn suka deh sama kamu" mendengar hal itu sheila tiba2 batuk tenggorokan nya tersekat makanan
dengan cepat firman memberikan sheila minum "duh kamu nih hati2 dong minum nya" sheila segera meminum nya
wajah sheila memerah, jantung nya berdegub dengan kencang
"maaf kak, habis aku kaget ucapan kaka aneh sih, hahah "(mana mungkin bocah itu suka sama aku?? hahah aku ini kenapa sih, jantung pake tiba2 berdebar lagi) ucap sheila dalam hati
"aneh gimana sheila? "
"ya gak mungkin lah dia suka sama aku kak usia dia kan baru 24 tahun masih muda, nah aku mau 30 an gk mungkin lah"
"memang nya kenapa dengan usia kamu sheila?? kamu itu umur boleh tua tapi wajah masih keliatan seperti usia 20 an, bebyface" sheila hanya tertawa mendengar nya.
udah dulu segitu dulu ya
pegel nulis nya, hehe
maklum masih belajar 😬
mohon dukungan nya
jangan lupa like nya,
makasih 😊😊
__ADS_1