Si Cewek Somplak

Si Cewek Somplak
16.


__ADS_3

" tambah ini ya mbak " Reno meletakkan dua buah telur coklat ke meja kasir " ini uang nya ya mbak makasih " Reno menyerahkan uang dan meletakkan telur itu ke dalam tas belanjanya


" pasti seneng deh " batun Reno dan senyum senyum sendiri


parkiran...


" bang Reno semedi apa gimana sih, lama amat " gumam Lala dan tak menyadari Reno yang ada dibelakangnya dan mendengar gumamannya walaupun sangat lirih


Reno menepuk pundak kanan Lala berniat menakuti, setelah Lala menengok ia bersembunyi di belakangnya dan melakukan hal yang sama di pundak lainnya


tiba tiba...


BWAAAAA


Reno berdiri di depan nya dan mengejutkannya dengan wajah yang dibuat jelek, seketika Lala langsung terlonjak kaget dan reflek memukuli Reno


" BANGKEE LO BANG UNTUNG AJA GW GAK JANTUNGAN " Lala terus memukuli Reno


" hahahaha ampun ampun... sakit "


Lala menghentikan aktivitas memukuli Reno karena iba dan langsung naik begitu saja ke motor Reno


" yok kita pulang aja udah di tungguin banyak orang tuh "


krukk.... krukk.... krukk...


seketika waktu ditengah jalan perut Lala bunyi hingga sang empunya malu


" kayaknnya aku denger suara perut nih siapa ya... kenceng amat " Reno menyindir Lala


" hehehe itu perut Lala bang yang bunyi, eemmm nyari makan yok bang nggak kuat nih Lala "


Reno mengikuti apa yang Lala mau dan membawanya ke cafe yanv sedang viral di kota nya, yang terkenal dengan tempatnya yang instagramable dan katanya estetik gituu ( dengan ekspresi bibir di monyong monyongin 🤣 )


" eeemm bang ngapain kesini " tanya Lala turun dari motor


" katanya laper mau makan gmn sih "


" iya gw emang laper gak usah kesini ah pasti mahal gak kenyang lagi yok ikut Lala aja makan disana noh murah enak ngenyangin lagi yok " lala naik kembali keaatas motor


Reno menuruti saja apa yang dikatakan lala, ia hanya bertugas mengemudikan motornya dengan Lala yang menjadi komando


" stop stop bang... " Lala menepuk heboh pundak Reno


ciiittt... ( anggep aja bunyi rem motor mendadak 🤣 )


" buset dah La kenapa siihh, untung aja jalan sepi kalo gak bakal ngambung aspal kita "


" hehehe ntu tempatnya dah nyampe " Lala menunjuk bermacam-macam pedagang pinggir jalan diseberang sana


" ini beneran kamu mah makan disini "


" iya emang kenapa, Abang gak pernah makan dipinggir jalan gini, dahlah cepetan laper nih gw "


" heran deh diajak makan ditempat yang bagus mewah gak mau lah ini milih ditempat beginian " batin Reno sambil memakirkan motornya dan Lala masuk terlebih dahulu


" bang disini... " Lala melambaikan tangannya

__ADS_1


Reno langsung datang menghampirinya dan duduk tepat di depannya


" udah pesen belom kamu "


" udah kok tenang aja yang penting tinggal makan terus bayar "


tak lama kemudian makanan yang Lala pesan datang dan memenuhi meja yabg mereka tempati dari ujung ke ujung


" bener bener kamu pesen banyak banget yang mau habisin siapa makan cuma berdua doang " Reno menggeleng


" tenang aja ada gw juga Lo gak usah khawatir " Lala menepuk dadanya bangga


Reno tidak menghiraukan ucapan Lala dan sibuk menyantap makanan yang sudah dipesan Lala


" huuhh kenyang banget " Lala mengelus perut buncitnya dengan keadaan makanan masih tersisa banyak


" kenyang kata mu terus yang habisin sisanya kamu "


" haduh bang gak sanggup gw bang "


" perasaan tadi ada yang ngomong, tining iji idi gw jigi Li gik isih khiwitir " sindir Reno dengan mengubah gaya bicaranya dengan huruf i semua


" ngeledek Yee Lo bang " peringat Lala dengan tangan kanan mengangkat keatas dan bersiap siap menampol Reno


ibu penjual yang mendengar mereka ribut dari awal datang hingga akan pulang hanya menggeleng saja


" gini wae mbak mas gimana kalau dibungkus aja dibawa pulang " sarannya dengan logat Jawa nya


" noh dengerin tuh bang ibu nya ngomong bisa dibungkus nanti masuk kulkas bisa buat sarapan, makanya jangan ngomel dulu " Lala merasa didukung oleh ibu penjual


" wes tho mas rausah ngamuk ngamuk kan Yo iso di bungkus gowo muleh mesakke iku bojone pean " tutur ibu penjual dengan logatnya ( ngerti gak artinya, artinya : sudah mas gak usah marah marah kan ya bisa dibungkus bawa pulang kasian itu istrinya mas 🤣 )


" lah kan dikira istri aku lagi emang keliatan cocok apa jadi istriku " batin Reno dan menepok jidatnya


" hehehehe Bu bukan istri saya, dia temennya adek saya Bu " jelas Reno


" lho bukan tho, salah ibuk e ternyata yawes tak dungakke jodoh "


" amiin... Bu " batin Reno


" pinten Bu "


" satus ewu mawon mas "


" niki Bu kembaliannya damel sampeyan mawon "


" nggiih matur nuwun mas "


" sami sami "


Lala yang menunggu disamping Reno hanya terdiam sebab tak mengerti apa yang dibicarakan keduanya


" bang tadi ngomong apa sih gak paham Lala " tanya Lala ketika sudah menjauh


" kepo kamu La " Reno memberikan helm Lala


" Lo kok bisa bahasa jawaan sih bang "

__ADS_1


" kamu gak inget aku ini lahir dijawa 17 tahun besar disana "


" oh iya Rika pernah cerita diing " Lala menggaruk lengan nya karena digigit nyamuk


" dah yok bang pulang dah ngantuk nih "


sepanjang perjalanan hanya terdengar suara mesin motor keduanya terdiam dan memikirkan apa yang ada di pikirannya Reno dengan perkataan orang orang yang selalu mengira Lala adalah istrinya dan Lala dengan percakapan antara Reno dan ibu penjual


hingga tak terasa setelah beberapa menit kemudian mereka telah sampai pada perkarangan rumah Rika alias rumah Reno juga


" assalamualaikum Reno sama Lala pulang " sapa Reno


" AKHIRNYA ABANG GW GAK DIRUMAH AJA WAKTU MALMING, MAAHH ANAKMU GAK JOMBLO LAGI MAAHH " heboh Rendy ketika Reno memasuki rumah


pletaakk...


Reno menjitak kepala Rendy sebab terlalu heboh karena dirinya keluar waktu malming dan benar saja ia memang tak pernah keluar pada saat malming dengan alasan ada kerjaan lah, capek lah dan lain sebagainya


" abang mah main jitak aja kepala gw malu nih sama pacar gw, ayaangg atit di jitak Abang " rengek Rendy pada pacar disebelah nya


" iihhh jijik Dy, nih Laa bawa belakang sana bantuin mama beresin dapur oh iya nih sekalian makanan mu banyak banget noh "


Lala yang merasa dipanggil mendongakkan kepalanya karena dirinya sudah duduk di karpet bulu bulu depan tv sedangkan Reno masih setia berdiri ( sama berdiri aja setia apa lagi sama kamu eaaakk... 🤣 )


" ya ampun Lala ini belanjaan makanan siapa banyak banget " tanya mama Ghina


" hehehehe makanan Lala ma tadi makan sama abang ehh kebanyakan pesen ya bawa pulang aja " saut Lala dengan tanganasih mencomot makanannya


" waduh mama udah makan, papa juga udah Rendy juga katanya udah Rika juga udh sama temen nya, gini aja deh kalo kamu udah selesai masukin aja ke kulkas besok bisa dipanasin buat sarapan, " pinta mama Ghina


" oh iya tolong ya Laa belanjaanya masukin ditempatnya ok "


" iya maa andelin Lala aja "


Lala memasukkan semua baranv belanjaan sesuai apa yang diminta oleh mama Ghina hingga pada akhirnya ia menemukan 2 butir telur coklat yang ia mau


" huaaa Abang baik banget siih gw dibeliin ini, eh sadar La gak boleh baper stay jomblo " batin Lala menyemangati diri sendiri dan senyam senyum


dungakke : do'akan


pinten : berapa


satus ewu : seratus ribu


mawon : saja


niki : ini


damel : buat


sampeyan : Kamu/anda


nggih : iya


matur nuwun : terimakasih


sami sami : sama sama

__ADS_1


__ADS_2