Si Cewek Somplak

Si Cewek Somplak
22.


__ADS_3

Lala membuka lemari kaca yang disitu terdapat bebagai macam gelas dan bisa digunakan. Lala mencoba meraih salah satu gelas disana namun nihil, badannya yang pendek tak mampu untuk membantunya mengambil gelas itu.


Reno yang baru datang kedapur dan meletakkan sisa Martabak manis di meja. Tanpa sengaja netranya melihat Lala yang tak bisa meraih gelas, tanpa banyak bicara Reno langsung mengambilkan gelasnya dan bertepatan dengan Lala membalikkan badannya dan ingin berniat untuk meminta tolong.( kek ditindih gitu Lo rek... kebayang kaan )


mereka beradu pandang dengan jantung mereka yang berdetak tak kalah cepatnya.


" Ups... mama nggak lihat kok " ujar mama Ghina seraya menutup matanya dan berbalik keluar dapur


" eh-eh maaa... ini nggak kayak yang dipikiran mama kok " ucap Reno mengejar mamanya yang akan membeberkan keseluruh penjuru rumah.


Lala yang sudah menerima gelas pemberian Reno hanya bisa mematung dengan wajah yang memerah sampai telinga seperti tomat busuk.


" Maaaaa... jangan lah Ma, Reno bisa jelasin kok kejadiannya gimana. Itu nggak seperti apa yang Mama pikirin, beneran deh " ucap Reno membujuk sang Mama dan terus mengejarnya.


Rika yang asyik menuruni tangga sambil berbalas chat tiba-tiba ditabrak begitu saja oleh seseorang dan akhirnya mereka sama-sama terjatuh yang untungnya Rani sudah berada di anak tangga terakhir dibawah.


" maaf maaf dek Abang nggak ngeliat ada kamu disitu " ucap Reno sambil berdiri kembali dan menolong Rina


Rika hanya mengusap usap kepalanya yang sempat terhantuk dengan sang kakak saat bertabrakan.


" ish Abang mah kenapa sii lari larian... sakit tau " omel Rani sambil berdiri


" iya maaf ... abis itu mama jahil banget mau ngaduin Abang ke papa " ujar Reno


" emang kenapa mama sampe mau ngaduin ke papa " kata Rika


" nggak... gapapa "


Rika yang merasa ada yang janggal menatap kedua manik Reno dan mencari kebenaran disana, yaaa... benar saja Reno kelimpungan dan berujung menceritakan semuanya.


.


.

__ADS_1


.


" HAYO KAK LALA NGAPAIN " Lala terlonjak untungnya gelas yang berada digenggaman ia tidak jatuh


Lala meletakkan gelasnya dan menghampiri si kembar sambil berkacak pinggang menatap kedua insan diseberangnya.


" k-kak m-maap kita cuma mau ngagetin Kak Lala doang, suel deh " Vano mengangkat tangannya membentuk peace dengan wajah yang panik. Sama seperti kembarannya, Vino yang memiliki sifat sedingin kulkas 10 pintu ikut panik.


mereka mundur perlahan menghindari Lala yang terus maju dengan mata yang mengintimidasi. tiba-tiba mereka berada diujung ruangan, dibelakang sinkembar terdapat tembok dan akhirnya mereka tak bisa kemana mana.


" huhu... ampun kaaaakk, nggak sengaja " ujar mereka kompak


"pft... bwahahaha muka kalian kok lucu amat siii bwahahahaa... " Vano Vino yang telah menangis ketakutan berhenti seketika setelah mendengar tawa Lala yang menggelegar.


mereka beradu pandang dengan hidung yang merah dan tak lupa mata yang sembab disebabkan menangis.


" kok k-kak Lala ketawa sih "


" ya habisnya kalian lucu banget sii... salah kalian juga ngapain ngerjain kakak, untung ini jantung nggak pindah ke lambung "


" oh jadi Kakak ngeljain kita... iya! " Vano dan Vino siap mengejar Lala dengan masing-masing membawa centong sayur dan centong nasi milik mama Ghina.


mereka berlari mengelilingi seluruh penjuru rumah. Tidak ada yang mau menghentikan mereka, justru anggota rumah yang ada duduk manis di sofa dan menyaksikan kegaduhan.


hinggaaa....


anak kedua dari keluarga papa Wisnu datang membawa sang kekasih yang berada dibelakangnya.


Papa Wisnu dan Mama Ghina yang sedang mengobrol santai di sofa terkejut karena akhirnya anak mereka membawa kekasih kerumah setelah sekian lama bergonta ganti pasangan tanpa kepastian


" Wuiih siapa nih ndy, pacar kamu? kok dia mau sih sama kamu yang kayak tikus got "


" biarin, meskipun gw Lo bilang kek tikus got yang penting gw udah punya gandengan. daripada Lo kagak laku "

__ADS_1


Reno yang merasa diejek adiknya hanya dapat mencebikan bibirnya. Dirinya tak dapat mengelak kalau dirinya memang tak laku, namun bukan karena dirinya tak tampan lantaran karena sikapnya yang dingin ketika didekat wanita


lucu amat si jodoh orang satu ini batin Lala


" tenang aja bang ndy, tungguin aja kayaknya ni orang bakal langsung kawin nih ", saut Rika


" emang sudah ada jodonya ? " ejek Rendy


Rani menunjuk Lala dengan melirikkan matanya. Lala yang sedari tadi hanya melihat Reno dengan tatapan lucu akhirnya ternotice.


" e-eh Lo bilang ape sih Riik pacaran aja kagak mau kawin kawin segala ", saut Lala


" ooohhh BAANGGG LALA MINTA DIPACARIN TERNYATA " ujar Rendy dan Rani kompak namun naasnya mereka mendapat Bogeman dari sang empu yang sedari tadi mukanya merah bak tomat busuk.


Reno yang mendengarnya perlahan mendekati Lala. Lala yang merasa semakin dekat dengan Reno perlahan mundur dan terus mundur, hingga ia merasakan dinding dibelakangnya.


Reno mengunci pergerakan Lala dengan kedua tangannya lalu mendekatkan wajahnya dengan Lala. Lala menutup kedua matanya hingga pada akhirnya....


......๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน......


ciee kugantung.... ๐Ÿคฃ gimana guys seru nggak?, nyambung?, puyeng?


ada yang masih nungguin nggak ya kira kira, semoga ada siih...


okay jangan lupa seperti biasa ....


comments


rate


voting


like

__ADS_1


okay makasiiiii ๐ŸŒนโค๏ธ


__ADS_2