
Author POV
Hari ini Sofi sengaja berangkat lebih pagi karna dia mau menyelesaikan misi dengan Sahabat sahabatnya.
"Tari.... Septi.... Lina." Teriak Sofi.
"Eh Lo Fi."
"Ini suratnya." Ucap Sofi sambil memberikan kotak yang berisi surat untuk Alfan.
"Lah terus gimana?" Tanya Tari polos.
"Ya Lo taro di lokernya kak Alfan dong." Jelas Sofi dengan sebal.
"Ya masak gue yang naro.. " Protes Tari.
"Ya Lo lah Tar masa gue.. " Saut Septi yang sudah mulai lelah.
"Ogah ah.. nanti kalau ketahuan gimana?" Ragu Tari.
"Enggak bakal ketahuan, kalo ketahuan kan Lo juga kagak mungkin di makan kan?" Ucap Sofi.
"Gue gak mau ah... takut.. " Rengek Tari.
"Ya udah kalo gak mau biar gue aja." Saut Sofi kesal.
"Oh makasih Sofi cantik."
"Hmmm." Saut Sofi malas.
Sofi POV
"Kok jadi gue lagi sih." Batin gue.
Setelah mengobrol sama temen temen, gue memutuskan untung langsung menuju tempat loker untuk menari suratnya.
"Hmm, masukin lewat mana yah." Gumam gue.
Gue bingung setengah mati, gimana gak bingung coba, itu surat mau dimasukin lewat mana? mau minta kunci ke yang punya? gila kali gue.
Ah
__ADS_1
Gue punya ide
"Ah kagak usah pake kotak aja deh, terus gue masukin lewat celah pintu aja." Batin gue.
"Yesssssss berhasil." Teriak gue kegirangan.
"Gue harus cepet cepet pergi, nanti kalo tiba tiba yang punya loker dateng. . . . Bisa mati gue." Batin gue dan langsung cabut ke jelas.
-
-
-
Alfan POV
capek
Satu kata yang terlintas dipikiran gue
Hari ini ada jadwal pelajaran olahraga itu artinya ya gue olahraga, kebetulan materi hari ini adalah basket.
So.... gue pergi ke loker buat ngambil baju ganti gue.
Setelah gue membuka loker gue dan ngambil baju gue, gue ngerasa ada yang jatuh.
Dan ketika gue ngeliat ke bawah untuk memastikan, gue nemuin sebuah kertas, tanpa pikir panjar gue ambil tuh kertas. Dan gue simpen di kantong gue.
Gue memutuskan untuk mengganti baju, dan menemui temen temen gue di kantin.
-
-
Kini gue udah ada di kelas bersama temen temen gue dan seperti biasa gue lagi nyimak cerita mereka yang gak ada faedahnya.
"Oh yah gue inget, surat itu." Batin Alfan.
Gue ke inget sama surat itu, tanpa pikir panjang gue langsung menjauhi temen temen gue buat baca itu surat.
Dear kak Alfan
__ADS_1
Hai kak...
Mungkin kakak bingung ini surat dari siapa
Tapi kakak gak perlu tau untuk sekarang ini
Yang perlu kakak tau, aku ngefens bnget sama kakak
Mungkin kata orang orang kakak itu cuek, dingin, sombong, atau apa pun itu
Tapi aku tau kalo kakak itu baik kok, mungkin emang begitu sifat kakak
Aku maklum kok
Ingat yah Kak
Aku akan selalu ada di deket kakak, udah yah Kak itu aja yang mau aku sampein ke kakak, tapi besok atau lusa aku akan ngasih surat kakak surat lagi
Byee
"Siapa ya kira kira orang yang ngirim surat ini buat gue?" Ucap gue.
"Serah dah ngapain juga gue pikirin." Lanjut
"Selamat siang anak anak." Suara yang membuyarkan lamunan gue.
"Siang pak."
"Anak anak tujuan saya ke sini ingin memerkenalkan murid baru." Jelas guru itu yang tak gue peduliin.
"Kia ayo masuk." Ucap gue itu yang membuat gue langsung mendongakan kepala gue yang sebelumnya gue letakan di meja.
Diaa.......
NEXT
_______________________________________
OKE GAES JAN LUPA LIKE, KOMEN AND VOTE NYA🤧🤧 MAKASIH YANG UDAH NUNGGUIN CERITA GAK JELAS GUE🤣
LOPYU YANG MINTA BUAT UP😘
__ADS_1