Si Kutub Es

Si Kutub Es
Dia Lagi


__ADS_3

Sofi POV


gue merasa ada cahaya yang menyilau mata gue.


Dan gue memutuskan untuk bangun, ketika gue melihat beker, gue sangat terkejut.


"Aaaaaaa gue telat." teriak gue tapi tak ada yang menyahut.


gue segera berlalu untuk mandi dan bersiap-siap.


setelah selesai bersiap gue langsung menuju meja makan.


"Mah kenapah aku ngga di bangunin?"


"Tadi mamah tuh udah bangunin kamu,tapi kamunya aja yang kebo." saut mamah.


"Abang sama ade mana?"


"Udah berangkat semua, adik kamu juga udah berangkat duluan abis nungguin kamu lamasih."


"Lho...terus Sofi berangkat sama siapa? naik apa?''


"Ya berangkat sendiri naik bus."


"Lho kok naik bus males ah mah."


"Ya udah kalo ngga mau ngga usah berangkat aja."


" Ya udah deh Sofi berangkat." ucap Sofi sebelum mencium tangan mamah.


"Ya udah sana beragkat."


"Dadah mamah." Teriak gue sambil berlari keluar rumah.


Gue keluar rumah dan berjalan menuju halte bus, setelah gue sampai di bus gue kaget karna lagi-lagi ada cowok yang tak lain adalah senior gue.


"A*j*r dia lagi...apes banget gue hari ini." Ucap gue dalam hati.


Eh kenapah dia kesini a*j*r


"Busnya mana sih lma banget." ucap gue ke diri gue sendiri.


Dan dia malah natap gue dengan sinis dengan muka yang datarnya, dan pastinya gue acuh.


Tak lama bus datang.


Dan gue langsung naik tanpa di beri aba aba dan tentu dia juga naik bus yang sama.

__ADS_1


"Gue bisa telat nih." Ucap gue ke diri gue sendiri.


Tak lama pun gue udah sampai di sekolah.


"Kiri bang." Kata gue.


Gue langsung dan turun dan tak lupa membayar uang ke sopir.


Tanpa aba aba gue lngsung lari menuju ke dalam sekolah tanpa melihat orang yang di belakang gue yang tak lain adalah senior.


"Alhamdulillah kagak telat." Ucap gue sambil terengah-engah.


"kenapah Lo." Tanya Tari


kringgg....


Sebelum gue ngomong bel masuk udah bunyi jadi gue ngga jadi jelasinnya deh.


"Itu udah bel gue balik ke kelas dulu..bye." Ucap septi santai.


Dan tak lama guru datang dan blablabla.


Kringgg...


Bel pulang talah berbunyi, tanda bahwa pelajaran telah selesai dan tiba saatnya pulang.


"Fi Lo pulang dulu apa nunggu di sekolah?"Tanya Tari ke Sofi.


"Rumah gue kan jauh, jadi gue di sekolah aja deh nunggu pramukanya." Jawab Sofi.


"Ok lah gue temenin."


"Makasih" Sahut Sofi sambil memamerkan senyum manisnya(eaa😂).


Tiba-tiba mereka di kaget kan.


"Oii gaess." Teriak Septi yang mengagetkan Tari dan Sofi.


"Ih ngagetin aja Lo."Sebel Sofi.


"Ya maaf kan gue kagak sengaja, eh iya Lo bedua pulang apa nggak?" Tanya Septi.


"Gue sama Sofi kagak pulang nunggu disini aja.'' Jelas Tari.


"Oh gitu ..gue juga kagak pulang ah sekalian aja." Kata Septi.


"Ya udah ayo nunggu di kelas aja." Pinta Sofi.

__ADS_1


mereka menunggu waktu pramuka, karena rumah Sofi dan Tari jauh, tapi Septi karna dia males bolak balikbke sekolah.jadi nunggu di sekolah.


Beberapah jam telah berlalu dan jam telah menunjukan pukul 13.30 WIB.Tanda bahwa pramuka telah tiba.


"Udah jam segini nih ayo kita pake perlengkapan pramuka." Ajak Tari.


"Ya udah ayo." Kata Septi dan Sofi serentak.


Mereka mulai memakai perlengkapan pramuka mulai dari topi, asduk, hingga sangkur(Peluit).


"Udah ayo kita kelapangan." Ajak septi lalu di angguki oleh Tari.


"Kalian duluan aja gue mau ke toilet dulu." Ucap Sofi.


"Ngga Papa? Lo berani??" Tanya Tari.


"Santai aja ngga pp kok." Ucap Sofi.


Septi dan Tari lekas berlari menuju kelapangan karena peluit sudah berbunyi menandakan waktunya untuk pembukaan pramuka.


Dan begitu juga dengan Sofi yang langsung berlari menuju toilet.


Ketika Sofi sudah selesai dari kamar mandi ia buru buru menuju lapangan.


Tapi tiba-tiba


Brukkkk


"Aduh." Keluh Sofi yang tergeletak dan langsung berdiri dan dia menemukan sosok .


Slebbb


"****** kenapah ada cowok ini sih." Ucap Sofi dalam hati.


Sofi masih mematung menatap cowok yang dia tabrak tadi yang tak lain adalah seniornya yaitu Alfan, begitu pun juga dengan Alfan ia menatap datar Sofi dengan sedikit tatapan kemarahan.


Merasa tak nyaman Sofi langsung meninggalkan Alfan dan tanpa sengaja tubuh Sofi menabrak Alfan meskipun tidak sekeras tadi.


"Santai dong kalo jalan" Teriak Alfan yang merasa kesal dengan Sofi.


Tapi Sofi tak memperdulikan omelan Alfan, dan dia hanya meliat Alfan sekilas lalu kembali berlari.


BERSAMBUNG....


_____________________________________________


Maaf yah gaes jadi balik lagi ke hari jum'at, authornya juga bingung kenpah alurnya jadi kek gini enjoy aja ya gaess😇

__ADS_1


__ADS_2