
''Alfan... kamu beneran pulang sama cewek itu?" Tanya Kia.
Mendengar ucapan Kia, Alfan memutuskan untuk tidak mendengarkannya toh gak penting juga, Alfan berjalan meninggalkan Kia yang terus bertriak dan langsung menuju kelas Sofi.
-
-
-
-
-
-
''Fi Lo beneran gak jadi pulang bareng gue?" Tanya Lia.
''Lo duluan aja Li, gue ada urusan soalnya.''
''Ya udah kalo gitu gue pamit dulu byeee.'' Pamit Lia.
Sofi hanya tersenyum melihat tingkah temannya itu.
''Ayo pulang.'' Ucap Alfan yang entah dari mana datangnya, dan langsung menggandeng tangan Sofi.
Sofi yang sedikit kaget karena tiba tiba saja Alfan menggandeng tangannya dan menggenggamnya,Sofi mencoba melepaskannya tapi nihil Alfan malah semakin mengeratkannya.
''Lo pulang bareng gue, gue bawa motor kok hari ini ayok ke parkiran." Ucap Alfan yang hanya di angguki saja oleh Sofi.
''Buru naik, Lo mo nungguin apa lagi."
"Iya iya."
Alfan langsung menjalankan motornya, dan ketika sampai di depan gerbang ada sosok cewek yang sedang menunggunya, yang tak lain Kia, menyadari Kia yang sedang menatap Sofi dan Alfan. Alfan langsung menarik tangan Sofi dan melingkarkannya di perutnya.
Sofi yang di tarik tangannya pun sendikit membrontak, tapi sia sia saja.
__ADS_1
"Lo ngapain sih main tarik tarik aja gak jelas banget." Protes Sofi yang tak di hiraukan oleh Alfan.
''Emangnya Lo tau rumah gue." Ucap Sofi yang tak kembali di hiraukan oleh Alfan.
Ia mulai sebel karna pertanyaan semua yang ia lontarkan ke Alfan gak satu pun yang dia jawab.
"Lo kenapa sih kalo di ajak ngomong diem aja, punya mulut tuh di gunain buat ngomong, bukan buat pajangan doang." Omel Sofi.
Kembali hening
Tiba tiba Alfan menghentikan motornya dan menyuruh Sofi turun.
Sofi pun turun dia was was apakan dirinya akan di turun kan di tengah jalan.
"Kenapa nyuruh gue turun, Lo mau nurunin gue di tengah jalan kek gini?" Tanya Sofi.
"Makan.'' Ucap Alfan singkat dan itu membuat Sofi langsung ke girangan.
''Wahh makan nih, beneran, gue di traktir kan,gak di suruh bayar sendiri kan?" Saut Sofi kegirangan.
Sesampainya di tempat makan pinggir jalan, Alfan pun langsung menyuruh Sofi duduk.
Tunggu tunggu kan gue yang mau di traktir kenapah gue yang nanya mau makan apa, bodo amat siapa suruh tuh muka diem aja kek tembok.
"Samain aja." Saut Alfan dengan singkat.
Mendengar jawaban singkat Alfan, Sofi pun hanya melirik malas.
''Abanggggg baksonya dua yah." Teriak Sofi.
"Siap neng.''
Hening tak ada percakapan antar Alfan dan Sofi, dan akhirnya Alfan pun membuka percakapan.
"Sorry tadi gue tiba tiba narik tangan Lo.'' Ucap Alfan yang membuat Sofi malongo.
Gimana gak melongo? Si Es Kutub mau meminta maaf.
__ADS_1
Bayangin aja ya guys.
"Gak papa santai aja." Ucap Sofi yang masih gak percaya.
Bakso yang di tunggu akhirnya pun datang.
''Makasih bang.'' Ucap Alfan.
''Sama sama.''
''Gue heran sama Lo kadang cerewet kek cewek kadang diem diem bae kek tembok." Ucap Sofi sembari memakan baksonya.
''Hm, gue emang asli pendiem tapi kalo udah deket gue cerewet.'' Ucap Alfan.
''Ohh.'' Sofi hanya ber O ria.
"Btw, kanapah Lo bisa putus sama Kia?" Tanya Sofi yang sedikit kepo.
"Mmm dia selingkuh." Saut Alfan.
"Ohh tapi,,, dia keliatannya pengen banget tuh balikan sama Lo.''
''Gue masih belum bisa maafin dia.'' Saut Alfan.
''Ohh,"
''Udah selesai?" Tanya Alfan
''Udah,,, ayo pulang.'' Ajak Sofi.
Sesampainya di rumah Sofi
"Lo gak mau mampir dulu!?'' Tawar Sofi.
''Lain kali aja, gue ada urusan."
"Ya udah gue masuk dulu ya.'' Ucap Sofi yang di balas anggukan oleh Alfan.
__ADS_1
NEXTTT
Lopyuuuš