
Author POV
Disini lah Sofi sekarang di halte bus depan sekolah.
Hari ini memang Sofi nggk pulang bareng Lia soalnya Lia ada acara sama temen temen nya.
"Aduh mana sih bus nya lama banget, mana panas banget lagi." Keluh Sofi ke diri sendiri.
Tak lama bus datang dan dia lekas naik ke dalam bus.
Tapi ketika Sofi sudah duduk di dalam bus dia terbelalak karena ada seorang cowok yang masuk ke dalam bus yang sama.
"Astagfurullah kenapah ada orang itu sih." Batin Sofi.
"Lo kenpah ada junior kurang ajar itu." Batin Alfan.
Setelah sampai di tempat tujuan, Sofi turuh dari bus begitu juga dengan Alfan.
Sekarang Alfan berada di belakang Sofi.
Sofi teringat dengan kejadian tadi ketika ia mencoba meminta maaf sama Alfan.
Tanpa pikir panjang Sofi langsung berhenti dan seketika berhadapan dengan Alfan.
Alfan sebenarnya sangat terkejut tapi ia berhasil berhasil menutupi kekagetan nya.
"Kak." Teriak Sofi namun tak di huraukan oleh Alfan dan Alfan berlalu meninggalkan Sofi.
"Oii kak tunggu." Teriak Sofi sembari berlari mengejar Alfan.
"Kak sa..saya minta ma..ma..maaf karena kelakuan sa..sa..saya kemarin." Ucap Sofi dengan ragu.
Tapi bukannya malah menjawab Sofi, Alfan malah pergi meninggalkan Sofi.
Karena merasa sebel Sofi kemudian berteriak dengan keras.
"Dasar es kutub." Teriak Sofi ke Alfan.
Tapi ohhhh
__ADS_1
"Dia bahkan kaget ngelihat gue?" ucap Sofi dalam hati.
"Dasar sok ganteng." Teriak Sofi.
Yang tak pedulikan sama Alfan.
"Anja* tuh anak." Umpat Sofi.
Sedangkan Alfan tak memperdulikan apa yang di katakan Sofi, dan berjalan semakin jauh.
****
Alfan POV
Kagak salah salah yang gue denger
Si junior kurang ajar itu minta maaf ke gue?
Kesambet apa tuh anak...tumben waras
"Dasar es kutub." Teriak an junior itu terngiang-ngiang di kepala gue.
Tapi kok gue kasian sama dia yah...udah minta maaf malah gue cuekin.
"Arggggg kenapah gue mikirin tuh cewel sih." Amuk gue.
Tok tok tok
"Siapa sih yang sore sore kesini." Omel gue sambil berjalan menuju pintu.
Krekk
"Hy broo." Teriak Andra dan Dito yang tanpa aba-aba dan lngsung masuk ke rumah gue.
"Gila lo pada ngapain sore sore gini ke rumah gue." Omel gue ke mereka.
"Bocah ngapa sih...ada tamu nggk di kasih minum malah di omelin." Cerocos si Dito.
"Iya tuh anak tega bener." Saut Andra.
__ADS_1
"### Iye iye bentar gue ambilin minum."
-
-
"Nih minum."
"Makasih." Saut mereka
"Eh ngomong-ngomong lu tu kenapa sih Fan? Kok muka lu kusut bener...ada masalah Lo?" Tanya Andra panjang x lebar.
"Kagak." Jawab gue singkat.
"Nggak mungkin kita nggk percaya...kita tu kenal Lu Fan, kalo muka Lu kayak gitu pasti ada masalah." Bantah Dito.
"Iya gue lagi pusing." Jawab gue jujur.
"Apa yang buat ES KUTUB jadi pusing sih?" Tanya Andra ngeledek gue.
"Gini Lo tada cewek junior kurang ajar itu tiba tiba minta maaf sama gue." Jelas gue.
"Lha terus apa masalahnya?" Potong Andra.
"Gini lho...gue masih kagak percaya tuh cewek minta maaf sama gue, dan gak tau kenapah gue terus terusan mikirin tu cewek...sebel gue." Jelas gue.
"Tunggu tunggu tuh cewek siapa sih?" Tanya dito karna emang dia kagak tau tuh cewek.
"Itu lho si junior yang kemaren pas kumpul pramuka telat itu lho."Jelas Andra.
"Oh cewek itu." Pahan Dito.
"Jangan jangan lho suka lagi sama tuh cewek." Curiga Dito.
"Apa? Gue suka sama tuh cewek? Kagak mungkin lah dia bukan tipe gue, dan gue kagak pernah suka sama tuh cewek." Protes gue.
"Ati ati kalo ngomong,kalo tiba tiba Lo suka sana dia ****** Lo." Ucap Andra memperingatkan gue.
"Kagak mungkin."
__ADS_1
"Serah deh." Ucap Andra