
Luka lama itu kembali membuka setelah sekian lama....
Diaa...
Flashback on
sekarang gue ada di sebuah cafe deket rumah gue
"Kiaaaaa," Batin gue
Gue ngeliat cewek di sebrang deket meja gue, cewek yang sedang bergelayut manja di pundak seorang cowok, ya cewek itu tak lain adalah cewek gue, cewek yang gue percaya adalah cewek terbaik di dunia.
Yang membuat gue gak percaya cowok itu
Dia sahabat gue
Tanpa aba aba gue langsung menghampiri kedua orang yang sedang bercumbu itu.
Brakk
Suara meja yang gue pukul dengan sangat keras, suara yang membuat kedua orang itu kaget.
"Al.... al.. fan... " Ucap cewek itu hanya gue balas dengan tatapan tajam sekaligus Jyjyk.
"Fan ini gak seperti yang Lo... " Ucap cowok itu berhenti setelah gue ngangkat tangan gue.
"Maksud Lo apa? Hah??" Teriak gue ke cewek yang sedari tadi sudah ketakutan.
"Ma.. ma... maaf.. Fan."
"Gue gak nyangka Lo kayak gini.... MURAHAN." Ucap gue yang kemudian membuat mata cewek itu berkaca kaca.
"Fan…Udah... Cukup.. " Tariakan cowok itu.
"Apa Lo?" Teriak gue yang tak kalah kencang.
"Gue kira Lo sahabat gue ternyata Lo gak lebih dari SAMPAH Rob." Ucap gue dengan semua amarah.
"Terserah Lo Fan mau anggep gue sama Kia apa... Tapi gue sama Kia saling suka... Maaf Fan."
"Bac*t Lo." Teriak Gue.
"Serah Lo Fan mau mukul gue, mau maki maki gue, atau sekalian bunuh gue, gue gak masalah... " Ucap Robi, cowok itu namanya Robi.
Hening beberapa detik
"Gue gak nyangka kalian bisa ngelakuin hal ini di belakang gue." ucap gue.
"Dan Lo Ki, sumpah gue masih gak percaya cewek yang paling gue cinta, dan gue anggep cewek terbaik di dunia... ternyata main di belakang... apa lagi sama sahabat gue sendiri.. " Lanjut gue.
Gue menatap mereka dengan nanar, dengan emosi yang mulai reda.
"Sekarang terserah kalian, gue udah gak peduli... dan satu lagi buat Lo Ki, kita PUTUS dan oh ya... jangan sampai kalian muncul di hadapan gue lagi." Ucap gue yang kemudian menjauh.
Flashback off
__ADS_1
"Selamat pagi semua... perkenalkan nama saya Kia Arina saya harap kalian bisa menerima saya menjadi temen kalian." Suara yang membuyarkan lamunan gue.
"Ayo Kia …silahkan kamu duduk di sebelah putri." Mata gue terbelalak.
"Sial kenapah dia duduk di depan gue sih." Batin gue.
Dia sekarang udah ada di depan gue, dengan senyum yang mengingatkan gue tentang tiga tahun yang lalu
"Hy Fan." Suara itu.
Suara tiga tahun yang lalu berhasil membuat gue jatuh cinta untuk pertama kalinya.
"Fan." Gue tak bergeming.
"Alfan." Panggil dia kembali.
Tanpa mejawab panggilannya gue langsung pergi meninggal kan dia.
"Kenapah dia kembali lagi sih... apa dia kurang puas nyakitin hati gue." Omel gue dalam hati.
"Kak Alfan." Panggil cewek yang gue kira Kia.
"Apa lagi sih." Amuk gue.
Blamm kok
"Ma... maaf kak." Ucap cewek itu.
"Oh sorry... dek gue kira temen gue." Ucap gue.
"Iya kak...oh iya ini buat kakak." Ucap cewek itu menyodorkan kotak makan.
"Ok kak." Ucap dia yang hanya gue bales dengan senyuman terus gue tinggal pergi.
Baru beberapah langkah
Brukkk
Gue nabrak cewek, pake jatuh lagi tuh cewek.
"Oiii ati ati dong kalo jalan tu pake mata." Omel cewek yang gue tabrak sembari berdiri.
Whatt? tuh cewek, junior yang kurang ajar itu kan.
"Elo." Ucap gue dan dia bersamaan.
"Besok besok kalo jalan pake mata, percuma punya mata tapi gak Lo gunain." Omel junior kurang ajar itu.
Gue masih tak bergeming
"Oh jadi namanya Sofi." Batin gue.
Karna gak sengaja liat nametag dia
"Dasar cowok gila." Ucap dia dan langsung meninggalkan gue.
__ADS_1
"Gila? tuh cewek manggil gue gila?? " Batin Gue.
-
-
Author POV
Kini Sofi sampai di depan kelas, sebelum dia masuk ke dalam dia sudah di sambut triakan Tari.
"Sofiiiiiiii."
"Hmm." Sofi hanya bergumam.
"Eh Fi Lo tau gak? Gue tadi ngasih makanan ke kak Alfan." Ucap Taru yang membuat Sofi kaget.
"Lha terus di trima?" Tanya Sofi.
"Iya ditrima...gue bahagia bangettttttt." Triak Tari sambil memeluk Sofi.
"Bagus deh." Jawab Sofi malas.
"Lo kenapah Fi?"
"Gue sebel."
"Kenapah Fi? "
"Tadi gue di tabrak sama orang yang Lo kasih makanan." Jelas Sofi.
"Kak Alfan?" Tanya Tari.
"Hmm." Sofi kembali bergumam.
"Lha terus gimana?"
"Gak gimana gimana." Jawab Sofi singkat.
"Sofi Sofi Lo itu kebiasaan kali lagi kesel kayak gini semua orang Lo cuekin." Amuk Tari.
"Tau ah sebel gue..." Ucap Sofi.
"Lo kok bisa suka sama orang gila kek dia sih." Omel Sofi.
"Ya bisa lah dia kan Gans." Ucap Tari.
"Gans sih Gans Tar, Tapi Lo liat sifatnya... Audzubillah Hi Mininzaliq." Saut Sofi.
"Ihh Lo kalo ngomong jangan sembarangan... kalon orangnya denger ****** Lo." Saut Tari.
"Biarin dah." Ucap Sofi singkat.
"Ya udah gue ke perpustakaan dulu ya." Pamit Tari.
Sofi hanya mengangguk...
__ADS_1
NEXTTT
Buat yang kemaren ngasih saran sama aku, aku makasih banget sama kalian😘😘