Siapa Jodohku?

Siapa Jodohku?
Welcome Arsa


__ADS_3

Tok tok tok


Tidak ada jawaban dari human didalam.


1 menit


2 menit


3 menit


Ctes


Urat kesabaran Anna sudah putus.


Brak


"WOI KUDANIL"


"ASTAGFIRULLAH SI ANNA JADI JANDA" latah Danial.


Ctes pt 2


"Tadi barusan ngomong apa Danial sayang, hm?" tanya Anna pelan sambil menahan emosi yang mulai menaik.


"Eh? Tunggu itu tadi maksudnya anu-"


'Mati aku kali ini' batin Danial yang tertekan.


"Kamu nyumpahin aku janda hah?!!"


"Engga itu-"


"NGAKU! KAMU KIRA AKU BUDEK!" ucap Anna lalu pergi keluar dengan menutup pintu kasar.


"Pacar! Dengerin dulu" Danial melempar stik game asal dan mengejar Anna.


"Anna" panggil Danial yang sudah berada di samping Anna.


Tidak ada sahutan dari Anna.


"Anna dengerin..." Danial menarik ujung baju Anna dan membuatnya berhenti.


"Nial tadi keceplosan, maafin aku sayang" sesal Danial dengan muka memerah ingin menangis.


'Hah? AAAAA KENAPA NIH ANAK JADI LUCU GINI, berasa liat anak anjing puppy eyes!!!' Anna histeris, tidak tahan dengan sikap Danial saat ini.


"Lucu" gumam Anna pelan.


"Kamu bilang sesuatu Ay?"


"Ga"


"Anna maafin Nial, Nial tadi salah harusnya ga latah begitu. Nial janji ga ulangin lagi, jadi pacar jangan marah yaa"


'Ga bisaa, ini curang namanya! Pasti kalau begini ajaran Abang' Anna ngebatin histeris melihat keimutan Danial.


"Sayang?" panggil Danial menyadarkan lamunannya.


"Hm"


"Cantiknya Nial, jangan marah lagi yaa"


"Y"


"Kok gitu sih singkat amat" ucap Danial dengan ekspresi kecewa, bibir manyun kedepan.


"Suka suka aku lah. Kenapa? Ga seneng?" bukannya merasa gemas Anna malah kembali emosi.


"Seneng dong! Kan pacar dah ga ngambek hehe"


"Kalau gitu boleh minta peyuk?" Danial merentangkan tangannya menunggu Anna memeluknya.


Anna melirik sekilas dan berbalik memeluk Danial.


"Udah ya cantik, jangan marah lagi"


"Iyaaa bawel"


"Gapapa dibilang bawel sama pacar, soalnya aku bawelnya ke kamu doang"


Blush


Jadi ginii... walau Anna ini ketus judes tapi kalau ada yang bilang begitu ke dia, ya wajar respon nya nge blush!


Ekhem...


ANNA TUH GA KUAT DIGOMBALIN!!!!!


"Dih genit"


Danial tertawa singkat mendengar sindiran Anna "Makasih pujiannya. Oh ya kamu ngapain ke atas? Kangen ya sama aku?"


"Dih jangan sok pede dah! Ku disuruh Abang manggil kamu buat makan bareng"


"Kali-kali kek Ay, puji pacarnya"


"Mohon maaf nih ya, pacar aku kan bukan kamu doang wlee" ucap Anna dengan menjulurkan lidah sebelum ia pergi ke arah dapur duluan.

__ADS_1


"Jadi ini rasanya sakit tapi tak berdarah" gumam Danial sambil memegang dadanya.


"Engga Nial! Jangan nyerah! Kamu pasti bisa dapetin hati Anna lagi, ayok semangat!!!!" Danial mencoba untuk menghibur dirinya.


(Ruang Makan🍽)


"Wihh baunya enak nih" puji Danial ketika sampai depan meja makan.


"Iya dong! Abang Arsi gitu loh" ucap Anna membanggakan Abangnya.


"Udah udah, let us eat" suruh Arsi.


"Hm oishii" seru Danial begitu mencoba makanannya.


"Haha thank you bro"


"Bang, you're good at cooking, why don't you try being a chef?" tanya Danial.


"Not interested" jawab Arsi singkat padat jelas.


"Yah sayang banget bakat Abang"


"Kalau soal masak, Anna is really good" kali ini giliran Arsi yang memuji Anna.


"Uhuk uhuk" Anna tiba-tiba keselek mendengar Arsi memujinya.


"Wah ga beres nih" ucap Anna curiga.


"Ga beres kenapa?" tanya Danial.


"Abang biasanya muji gitu pasti ada maunya"


"Pfft haha" Arsi tertawa mendengar ucapan Anna itu.


"Is it wrong to praise your own sister?"


"Ya ga salah sih, tapi biasanya kan gitu orang-orang. Muji dulu abis itu niat muji nya diganti ada maunya" jelas Anna.


"Abang bukan kamu, yang abis muji minta dibeliin something"


"Ih Anna begitu juga karena Abang! Abisnya Abang kalau ga di puji ga bakal kasih"


"Before giving, you must receive something in return! Itu motto Abang" kata Arsi sambil tersenyum manis.


"Iya deh iya Abang selalu benar dan Adik selalu salah" Anna nyerah kalau berdebat dengan Arsi, karena selalu dia yang terlihat salah.


"Kalau itu kenyataan, you are still too young to fight me"


"Bang, ajarin dong biar selalu menang dari Anna" Danial bukannya semangatin pacarnya malah minta ajarin Arsi.


"Aku lemparin sendal aja mau?" ancam Anna.


"Aku masih sabar loh Nial daritadi"


"Iya iya engga mancing mancing deh" ucap Danial.


"Danial, tadi Momsky cariin kamu"


"Eh? bentar" Danial meraba-raba kantong mencari keberadaan handphone nya.


Benar saja ada 46 panggilan masuk dari Momsky tercinta.


"Pantes daritadi ada suara berisik"


"Parah sih! Momsky yang nelpon aja ga diangkat apalagi orang lain coba"


"Ya maaf tadi lagi mode getar doang sih"


"Yi Miif tidi ligi midi gitir sih" ledek Anna.


"Bang pinjam charger boleh ga? batre hp Nial sekarat nih ga bisa nelpon Momsky balik"


"Ya nanti ku kasih, sekarang makan dulu"


Tok tok tok


"Tamu? temen kamu dek?"


"Engga, mereka masih belum balik dari liburan"


"Temen abang juga impossible"


"Yaudah bentar ku buka dulu deh"


Danial yang mulai merasakan hawa tidak suka pun ikut mengusulkan untuk menyambut tamu dengan Anna.


Saat Anna membuka pintu, terlihat seorang pemuda tinggi yang tengah membelakangi nya.


"Siapa ya?" tanya Anna.


Saat laki-laki itu berbalik, "ARSA!!" Anna histeris dan langsung memeluk laki-laki itu.


...ꔫ🅘🅽🅕🅾ꔫ...


【Arsa atau lebih tepatnya Arsakha Virendra putra dari Felix Naviyo Virendra dan Tarsiana Ayini Virendra. Arsa baru saja kembali dari L.A dan ingin melanjutkan sekolahnya di Indonesia dengan Anna.


Arsa bukanlah anak tunggal, dia punya saudari kembar yang namanya Asteria Putri Virendra. Aster juga sama dengan Arsa, ia dari L.A dan sekarang ikut pindah ke Indonesia】

__ADS_1


"Hi honey" sapa Arsa.


"Hueee Arsa ku kangen banget tau!" curhat Anna yang masih berada di pelukannya Arsa.


"Haha I'm sorry I made you miss so much"


"Ekhem" deheman Danial yang diacuhkan mereka berdua.


Anna melepaskan pelukannya dan menjulurkan tangan, "Mana hadiah buat aku"


"Yah ketinggalan di pesawat, honey" jawab Arsa dengan wajah sedih.


"Hee kok bisa? Yaudah deh gapapa, yang penting kamu dateng kesini aja ku udah seneng kok" ucap Anna sambil tersenyum manis.


Arsa mencubit hidung Anna pelan dan terkekeh, "Bercanda honey, aku mana bisa coba lupain hadiah buat pacar aku" ucapnya sambil menyerahkan sebuah papper bag ke Anna.


"Uwahhh makasii pacar!!"


Danial berdehem lagi, tapi kali ini sukses menyita perhatian mereka.


"Kenapa disitu? Cemburu?" tanya Anna.


"Laki-laki mana yang ga cemburu liat pacarnya mesra sama orang lain" ucap Danial tanpa melihat kearah mereka berdua.


"Lo lupa? I'm also his boyfriend" elak Arsa.


"You stupid?! Jelas yang pacarnya itu gue bukan lo!" bantah Danial emosi.


Danial sudah sangat marah, tapi dia tidak bisa melampiaskan nya. Dia takut kalau dia salah bertindak lagi malah bikin Anna jauh darinya.


Arsa tersenyum sinis, "Lo bilang gue bodoh? Apa kabar dengan laki-laki yang berani sel―"


"Hei! Bisa stop ga?! Kalian ini kenapa coba, kalau setiap ketemu selalu berantem!"


Danial menatap Arsakha tajam sambil mengepalkan tangannya kuat. Sedangkan Arsakha malah balas menatapnya santai, seolah tidak terbawa emosi.


Anna menghela nafas pasrah, "Kalau kalian masih mau lanjut berantem, nanti aku kasih pinjem ring Abang Arsi buat kalian gelud disana sepuasnya. Ku ga peduli mau ada yang bonyok atau patah tulang"


Mohon maaf itu ngelerai atau malah kasih saran?


"Heh boleh tuh, gue tantang lo!" Yap, Danial sayang kok malah diterima sih? Aduh runyam dah tuh.


"No need to worry? I accept the duel"


"Paling juga bentar lagi nangis" ujar Danial meremehkan Arsakha.


"Lo lupa? Terakhir kali itu gue inget-inget, i'm winner"


"Sialan! Itu udah lama! Sekarang gue bisa ngalahin lo"


"Eh?" Anna bingung, padahal itu ucapan asal supaya mereka berhenti. Kenapa sekarang tambah serius?


"NO! GA ADA YANG BOLEH BERANTEM DI RUMAH KU, TITIK!"


"Yang mau gelud, go away now!" sambung Arsius tiba-tiba yang mulai tidak tahan dengan keributan.


"Abang, tapi-" belum sempat Danial melanjutkan ucapan nya, Arsi mengangkat tangan kanan dan menyuruh Danial diam.


"If you guys want to fight, lakuin dengan cara laki-laki pada umumnya"


"Wha-" lagi, tapi kali ini giliran Arsa yang dihentikan.


Arsius menaruh telunjuknya didepan mulut, "Ssst.. listen to me. Dengan cara bermain game, mau?" saran Arsi.


"Hah? Main game?" tanya Danial tak paham.


"Ya, karena dirumah ini tidak bisa menerima keributan terutama saya"


Seketika Arsakha, Anna dan Danial mulai merasa merinding dengan ucapan Arsius.


Bagaimana tidak merinding? Coba lihat itu tatapannya seperti akan membunuh orang dan mencincang nya!


"I accept" ucap Arsa yang setuju dengan saran itu.


Arsius melirik ke arah Danial dengan alis yang terangkat sebelah, "Bagaimana denganmu Danial? Kau mau menyerah sebelum berjuang atau bertarung untuk mencapai kemenangan?"


"Aku... AKU TERIMA"


"Good! Follow me" Arsius pergi duluan kearah wilayah nya.


"Honey, dukung aku ya" Arsakha mencium puncuk kepala Anna dan pergi.


"Pacar" panggil Danial dengan puppy eyes, "Jangan dukung dia, dukung Nial aja" ucapnya.


"Kenapa gitu?" tanya Anna.


Bukannya menjawab pertanyaan, Danial malah mencium pipi Anna.


"Karena Nial anak baik! Dia jahat! Dukung Nial pokoknya, jangan lupa yaaa" ucap Danial lalu pergi menyusul Arsakha.


"Baik ya?" gumam Anna.


'Maaf Nial tapi aku udah ga bisa bilang kamu baik lagi' Anna pergi dengan raut kecewa.


...꧁Bersambung꧂...


Jeng jeng jeng jeng!!!!

__ADS_1


Enaknya jadi ada punya pacar 2:)


__ADS_2